koransakti.co.id – Peretas anonim yang menamakan dirinya Bjorka kembali membuat heboh dunia siber Indonesia. Setelah beberapa hari senyap pasca-klaim penangkapan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Bjorka muncul kembali dan langsung membocorkan data yang ia klaim sebagai basis data pribadi milik ratusan ribu anggota Polri.
Aksi ini seolah menjadi balasan dan tantangan langsung terhadap klaim Polri yang sebelumnya menyatakan telah berhasil menangkap pelaku di balik nama Bjorka.
341 Ribu Data Pribadi Disebar Gratis
Melalui situs pribadinya pada Sabtu (4/10/2025) lalu, Bjorka mengunggah sebuah file berformat CSV dengan ukuran sekitar 40MB. File tersebut diklaim berisi lebih dari 341 ribu baris data anggota Polri.
Data yang dibocorkan secara gratis tersebut mencakup informasi sensitif seperti nama lengkap, pangkat, unit dan satuan kerja, nomor ponsel, hingga alamat email. Bjorka menyatakan bahwa orang yang ditangkap polisi hanyalah salah satu dari banyak orang yang menggunakan namanya.
Tantangan Balik Pasca-Penangkapan
Kemunculan kembali Bjorka ini memperkuat keraguan publik atas penangkapan yang dilakukan Polri beberapa hari sebelumnya. Banyak warganet yang sejak awal menduga bahwa orang yang ditangkap hanyalah “kambing hitam”.
Sebelum membocorkan data Polri, sebuah akun Instagram yang mengatasnamakan Bjorka juga sempat mengunggah cuplikan data yang diduga berasal dari situs Badan Gizi Nasional (BGN), pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Analisis Warganet: Data Valid tapi Usang
Sejumlah warganet dan konsultan keamanan siber, seperti Teguh Aprianto, mencoba menganalisis data yang disebar oleh Bjorka. Hasilnya, banyak yang mengonfirmasi bahwa data-data tersebut tampak valid dan benar.
Namun, ditemukan juga bahwa data tersebut kemungkinan besar adalah data lama atau usang. Beberapa warganet menemukan bahwa pangkat dan lokasi kerja anggota Polri yang tercantum dalam data tersebut sesuai dengan kondisi pada tahun 2017.
Meskipun datanya usang, aksi Bjorka ini sekali lagi menyoroti kelemahan dalam sistem keamanan data lembaga pemerintah di Indonesia dan membuat identitas asli sang peretas tetap menjadi misteri besar.
baca juga Daftar Kode Redeem FC Mobile Terbaru 6 Oktober 2025, Klaim Hadiah Gratis! – Koran Sakti















