Home / Hukum / Internasional / Peristiwa / Politik

Kamis, 11 September 2025 - 21:06 WIB

Charlie Kirk Tewas Ditembak, Trump Salahkan Retorika ‘Kiri Radikal’

koransakti - Penulis

Mendiang aktivis konservatif Charlie Kirk. Ia dikenal sebagai salah satu figur kunci yang membantu memobilisasi pemilih muda untuk Donald Trump. (Foto: abcNEWS)

Mendiang aktivis konservatif Charlie Kirk. Ia dikenal sebagai salah satu figur kunci yang membantu memobilisasi pemilih muda untuk Donald Trump. (Foto: abcNEWS)

WASHINGTON D.C. (KORANSAKTI) – Penembakan fatal yang menewaskan aktivis konservatif Charlie Kirk telah mengguncang panggung politik Amerika Serikat. Insiden ini langsung memicu reaksi keras dari berbagai pihak, terutama dari Presiden Donald Trump.

Dalam sebuah pernyataan tegas, Trump secara langsung menuding retorika dari kaum Demokrat dan kelompok kiri radikal sebagai penyebab utama meningkatnya kekerasan politik yang berujung pada tragedi ini.

Tudingan Keras dari Trump dan Keluarga

Presiden Trump tidak menahan diri dalam menyalahkan lawan politiknya. Menurutnya, cara lawan politik menggambarkan tokoh-tokoh konservatif sebagai “musuh masyarakat” telah membuka jalan bagi tindakan kekerasan.

“Selama bertahun-tahun, kaum kiri radikal membandingkan patriot besar seperti Charlie dengan Nazi dan pembunuh massal. Retorika semacam ini secara langsung bertanggung jawab atas terorisme yang kita lihat hari ini. Ini harus dihentikan sekarang juga,” kata Trump dalam sebuah video.

Baca juga :   WHO Peringatkan Krisis: Riset Antibiotik Baru Melambat, Bakteri Kebal Obat Makin Mengancam

Komentar serupa juga datang dari putranya, Eric Trump. Ia mengaku muak dengan serangan politik yang menurutnya selalu menargetkan kalangan konservatif. “Saya muak melihat peluru yang hanya bergerak ke satu arah,” ucap Eric.

Ditembak Saat Sesi Tanya Jawab

Charlie Kirk, aktivis berusia 31 tahun, tewas ditembak saat sedang menggelar acara publik bertajuk “Prove Me Wrong” di Universitas Utah Valley. Insiden terjadi sekitar pukul 12.20 siang saat sesi tanya jawab dengan mahasiswa.

Baca juga :   WHO: Kematian Akibat Kolera Melonjak 50 Persen, Krisis Global Berlanjut

Saksi mata melaporkan Kirk terkena tembakan di bagian leher. Meskipun sempat dievakuasi, nyawanya tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.

Penghormatan dan Duka Nasional

Sebagai bentuk penghormatan terakhir dan simbol duka nasional, Presiden Trump memerintahkan pengibaran bendera Amerika Serikat setengah tiang di seluruh negeri. Perintah ini berlaku hingga hari Minggu (14/9/2025).

Langkah ini menegaskan posisi Trump bahwa kematian Kirk bukan sekadar insiden kriminal biasa, melainkan sebuah ancaman besar terhadap kebebasan politik, khususnya bagi kelompok konservatif di Amerika Serikat.

Berita ini 31 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Internasional

Laporan WHO: Pengguna Rokok Turun, tapi 100 Juta Orang Kini Kecanduan Vape

Internasional

Serangan Drone Rusia Tewaskan Satu Keluarga di Sumy, Termasuk Dua Anak Kecil

Politik

Pengrusakan Baliho Cagub dan Cawagub Romi – Sudirman di Kab. Kerinci, Ketua Tim Lapor Bawaslu

Daerah

Pesta Demokrasi Ternoda: APK Merdeka Kembali Jadi Korban

Hukum

Mengaku “Satgas Perampasan Aset”, Sindikat Ini Bobol Bank BNI Rp204 Miliar
Sindikat Narkoba 'The Doctor' Terbongkar, Pemprov DKI Cabut Permanen Izin White Rabbit PIK

Hukum

Sindikat Narkoba ‘The Doctor’ Terbongkar, Pemprov DKI Cabut Permanen Izin White Rabbit PIK

Internasional

Geger! Mark Lee Keluar dari NCT dan SM Entertainment Setelah 10 Tahun

Peristiwa

Dandim 0417/Kerinci Hadiri Apel Besar Hari Pramuka ke-64 Tahun 2025 di Kota Sungai Penuh