WASHINGTON D.C. (KORANSAKTI) – Penembakan fatal yang menewaskan aktivis konservatif Charlie Kirk telah mengguncang panggung politik Amerika Serikat. Insiden ini langsung memicu reaksi keras dari berbagai pihak, terutama dari Presiden Donald Trump.
Dalam sebuah pernyataan tegas, Trump secara langsung menuding retorika dari kaum Demokrat dan kelompok kiri radikal sebagai penyebab utama meningkatnya kekerasan politik yang berujung pada tragedi ini.
Tudingan Keras dari Trump dan Keluarga
Presiden Trump tidak menahan diri dalam menyalahkan lawan politiknya. Menurutnya, cara lawan politik menggambarkan tokoh-tokoh konservatif sebagai “musuh masyarakat” telah membuka jalan bagi tindakan kekerasan.
“Selama bertahun-tahun, kaum kiri radikal membandingkan patriot besar seperti Charlie dengan Nazi dan pembunuh massal. Retorika semacam ini secara langsung bertanggung jawab atas terorisme yang kita lihat hari ini. Ini harus dihentikan sekarang juga,” kata Trump dalam sebuah video.
Komentar serupa juga datang dari putranya, Eric Trump. Ia mengaku muak dengan serangan politik yang menurutnya selalu menargetkan kalangan konservatif. “Saya muak melihat peluru yang hanya bergerak ke satu arah,” ucap Eric.
Ditembak Saat Sesi Tanya Jawab
Charlie Kirk, aktivis berusia 31 tahun, tewas ditembak saat sedang menggelar acara publik bertajuk “Prove Me Wrong” di Universitas Utah Valley. Insiden terjadi sekitar pukul 12.20 siang saat sesi tanya jawab dengan mahasiswa.
Saksi mata melaporkan Kirk terkena tembakan di bagian leher. Meskipun sempat dievakuasi, nyawanya tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
Penghormatan dan Duka Nasional
Sebagai bentuk penghormatan terakhir dan simbol duka nasional, Presiden Trump memerintahkan pengibaran bendera Amerika Serikat setengah tiang di seluruh negeri. Perintah ini berlaku hingga hari Minggu (14/9/2025).
Langkah ini menegaskan posisi Trump bahwa kematian Kirk bukan sekadar insiden kriminal biasa, melainkan sebuah ancaman besar terhadap kebebasan politik, khususnya bagi kelompok konservatif di Amerika Serikat.















