Home / Internasional / Konflik / Politik / Sosial

Sabtu, 20 September 2025 - 11:18 WIB

Ditahan 8 Bulan, Pasangan Lansia Inggris Dibebaskan Taliban dan Bertemu Kembali dengan Keluarga

koransakti - Penulis

Peter Reynolds memeluk putrinya, Sarah Entwistle, sesaat setelah mendarat di Doha, Qatar. Ia dan istrinya, Barbie Reynolds, dibebaskan setelah ditahan Taliban selama hampir delapan bulan. (Sumber: AFP via Getty Images)

Peter Reynolds memeluk putrinya, Sarah Entwistle, sesaat setelah mendarat di Doha, Qatar. Ia dan istrinya, Barbie Reynolds, dibebaskan setelah ditahan Taliban selama hampir delapan bulan. (Sumber: AFP via Getty Images)

DOHA, QATAR (KORANSAKTI) – Momen penuh haru terjadi di Doha, Qatar, saat sepasang suami istri lansia asal Inggris bertemu kembali dengan putri mereka. Pasangan ini, Peter Reynolds (80) dan Barbie Reynolds (76), akhirnya dibebaskan oleh Taliban setelah ditahan selama hampir delapan bulan di Afghanistan.

Pembebasan pasangan yang telah tinggal di Afghanistan selama hampir dua dekade ini berhasil berkat mediasi dari pemerintah Qatar. Keduanya ditangkap pada 1 Februari lalu saat sedang dalam perjalanan pulang ke rumah mereka.

 

Reuni Emosional di Doha

Suasana emosional menyelimuti bandara di Doha saat putri pasangan tersebut, Sarah Entwistle, menyambut kedatangan orang tuanya. Ia langsung memeluk erat Peter dan Barbie yang baru saja turun dari pesawat.

Baca juga :   WHO Luncurkan Dasbor Baru untuk Pantau Ancaman Resistensi Antimikroba Global

“Sangat luar biasa bisa berada di sini,” kata Barbie Reynolds kepada media.

Ia juga menambahkan bahwa selama ditahan, mereka diperlakukan “dengan sangat baik”. Setelah menjalani pemeriksaan medis di Qatar, pasangan ini akan melanjutkan perjalanan ke Inggris untuk berkumpul dengan keluarga besar.

 

Kondisi Penahanan yang Mengerikan

Meskipun Barbie Reynolds menyebut perlakuan yang mereka terima baik, keluarga sebelumnya telah mengungkapkan kondisi penahanan yang sangat mengerikan. Putra mereka, Jonathan Reynolds, pada bulan Juli lalu mengatakan bahwa ayahnya sempat diikat rantai bersama para pembunuh dan kriminal.

Ia juga menyebut orang tuanya pernah ditahan di ruang bawah tanah selama enam minggu tanpa sinar matahari. Akibatnya, kesehatan keduanya menurun drastis. Seorang wanita Amerika yang sempat ditahan bersama mereka bahkan mengatakan bahwa pasangan ini “benar-benar sekarat” di dalam penjara.

Baca juga :   Handoko : "Siap Bergerak Satu Komando Menangkan Pasangan Ahmadi-Ferry"

 

Peran Mediasi Qatar

Pembebasan ini tidak lepas dari peran penting Qatar sebagai mediator. Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, secara khusus berterima kasih kepada Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad al Thani, atas perannya yang vital dalam kasus ini.

Pihak Taliban menyatakan bahwa pasangan Reynolds dibebaskan setelah melalui proses peradilan karena telah melanggar hukum Afghanistan. Namun, mereka tidak pernah merinci pelanggaran apa yang telah dilakukan oleh pasangan lansia tersebut.

Berita ini 32 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Agama

MUI Jatim Tegaskan Sound Horeg Haram, Minta Kemenkumham Tolak HAKI

Dinamika

Brigjen Purn Ismi Purnawan Mundur dari Pilkada: Politik Kita Butuh Etika, Bukan Transaksi

Komunitas

98 Resolution Network Gelar Aksi Bagikan 1000 Sembako 
Masalah Akses Situs Resmi Hambat Publikasi Jadwal Ski Alpen Olimpiade Musim Dingin 2026

Internasional

Masalah Akses Situs Resmi Hambat Publikasi Jadwal Ski Alpen Olimpiade Musim Dingin 2026

Internasional

Perubahan Sikap Mengejutkan, Trump: Ukraina Bisa Rebut Kembali Semua Wilayahnya

Hukum

Buntut Demo Agustus, Kompolnas Desak Polri Lakukan Reformasi Berbasis Humanis

Internasional

AS Kirim Utusan Khusus dan Jared Kushner ke Mesir untuk Dorong Perjanjian Damai Gaza

Konflik

Perjuangkan Hak Buah Hati, Clara Shinta Sambangi Komnas Anak dan Desak Mantan Suami Penuhi Nafkah Sekolah