Home / Internasional / Konflik / Politik

Rabu, 8 Oktober 2025 - 14:05 WIB

AS Kirim Utusan Khusus dan Jared Kushner ke Mesir untuk Dorong Perjanjian Damai Gaza

koransakti - Penulis

Jared Kushner dan Utusan Khusus AS Steve Witkoff akan bergabung dalam perundingan damai antara Israel dan Hamas di Mesir. (Sumber: Reuters)

Jared Kushner dan Utusan Khusus AS Steve Witkoff akan bergabung dalam perundingan damai antara Israel dan Hamas di Mesir. (Sumber: Reuters)

koransakti.co.id – Pemerintahan Amerika Serikat meningkatkan keterlibatannya secara langsung dalam upaya mencapai kesepakatan damai di Gaza. Presiden Donald Trump mengirim utusan khususnya, Steve Witkoff, dan menantunya, Jared Kushner, untuk bergabung dalam perundingan antara Israel dan Hamas yang sedang berlangsung di Mesir.

Kedatangan delegasi tingkat tinggi AS ini diharapkan dapat memberikan dorongan baru di tengah negosiasi yang dilaporkan masih berjalan alot.

Tiba di Tengah Negosiasi yang Alot

Delegasi AS dijadwalkan tiba di Mesir pada hari Rabu (8/10), setelah hari kedua perundingan tidak langsung pada Selasa (7/10) berakhir “tanpa hasil yang nyata”. Menurut seorang pejabat Palestina yang memahami jalannya negosiasi, pembicaraan masih terganjal pada dua isu krusial:

  1. Peta penarikan pasukan Israel dari Gaza.
  2. Jaminan yang diminta oleh Hamas untuk memastikan Israel tidak akan memulai kembali pertempuran setelah fase pertama kesepakatan.
Baca juga :   Sukses Tangani Stunting, Kota Sungai Penuh Terendah Tingkat Provinsi Jambi & Peringkat 2 Nasional

“Perundingan berjalan alot dan belum menghasilkan terobosan nyata,” ujar pejabat tersebut kepada BBC.

Hamas Tuntut Jaminan, Netanyahu Tegaskan Tujuan Perang

Di tengah proses negosiasi, kedua belah pihak tetap memegang teguh posisi mereka. Kepala negosiator Hamas, Khalil al-Hayya, menyatakan bahwa pihaknya siap mencapai kesepakatan, namun membutuhkan “jaminan nyata” dari Trump dan komunitas internasional bahwa perang akan benar-benar berakhir.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak mengomentari status perundingan, namun menegaskan kembali tujuan perang negaranya. “Pemulangan semua sandera, penghapusan rezim Hamas, dan janji bahwa Gaza tidak akan lagi menjadi ancaman bagi Israel,” tulisnya di platform X.

Baca juga :   Dubai Negeri “Loh Jinawi”: Tidak Berperang, Terkena Imbas Perang

Trump Optimistis, Mediator Lain Bergabung

Meskipun negosiasi berjalan sulit, Presiden Trump menunjukkan nada yang positif. “Ada kemungkinan kita bisa memiliki perdamaian di Timur Tengah,” katanya.

Upaya diplomatik ini juga semakin intensif dengan bergabungnya mediator kunci lainnya. Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdul Rahman Al Thani, dan kepala intelijen Turki juga dilaporkan akan hadir dalam perundingan untuk membantu menjembatani perbedaan antara Israel dan Hamas.

baca juga TNI Manunggal Membangun Desa ke-126 Resmi Dibuka  – Koran Sakti

Berita ini 44 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Nasional

Setelah Sepekan Aksi, Pimpinan DPR Bertemu Mahasiswa: Minta Maaf dan Janji Evaluasi

Hukum

Buntut Demo Agustus, Kompolnas Desak Polri Lakukan Reformasi Berbasis Humanis
Sejarah Baru! Lucas Pinheiro Braathen Persembahkan Emas Olimpiade Musim Dingin Pertama untuk Brasil

Internasional

Sejarah Baru! Lucas Pinheiro Braathen Persembahkan Emas Olimpiade Musim Dingin Pertama untuk Brasil
Lalu Lintas Selat Hormuz Lumpuh 95%, Krisis Energi Global Mengancam Pasca Perang

Internasional

Lalu Lintas Selat Hormuz Lumpuh 95%, Krisis Energi Global Mengancam Pasca Perang

Internasional

Jerman Ngamuk di Laga Perdana! Gilas Curacao 7-1 dan Rebut Status Tim Tersubur dari Brasil

Bencana

Tragedi di Sudan: Satu Desa Lenyap Akibat Tanah Longsor, 1.000 Orang Diperkirakan Tewas

Internasional

GWM Siapkan Supercar Hybrid 1.000 HP Penantang Ferrari SF90, Harga Setengahnya!

Internasional

BMW Recall Ratusan Ribu Mobil Global, Dinamo Starter Bisa Picu Kebakaran