Koransakti.co.id – Southampton F.C. resmi didakwa melanggar aturan English Football League setelah dituduh melakukan aksi mata-mata terhadap sesi latihan Middlesbrough F.C. jelang semifinal play-off Championship antara kedua tim.
EFL menerima laporan dari Middlesbrough terkait dugaan pengambilan gambar tanpa izin oleh seseorang yang memiliki kaitan dengan Southampton saat sesi latihan berlangsung menjelang leg pertama di Riverside Stadium.
Kasus ini langsung memunculkan kembali ingatan publik pada insiden “spygate” yang melibatkan Leeds United F.C. pada 2019.
Dalam pernyataan resminya, EFL mengonfirmasi bahwa Southampton telah melanggar aturan kompetisi. Komisi Disiplin Independen akan menangani kasus tersebut.
Tuduhan itu berkaitan dengan Pasal 3.4 tentang kewajiban klub bertindak dengan itikad baik, serta Pasal 127 yang melarang klub mengamati atau mencoba memantau latihan lawan dalam kurun 72 jam sebelum pertandingan resmi berlangsung.
Biasanya klub punya waktu 14 hari untuk memberikan tanggapan, tetapi EFL meminta mempercepat proses karena sifat kasus yang serius.
Liga juga menegaskan tidak akan memberikan komentar tambahan selama proses hukum berjalan.
Southampton merespons tuduhan tersebut dengan menyatakan akan bekerja sama penuh dengan pihak liga selama investigasi berlangsung.
Namun, klub memilih tidak memberikan komentar lebih jauh karena perkara masih dalam penanganan.
Sementara itu, pihak Middlesbrough belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan tersebut.
Di sisi lain, kasus ini menjadi bahan pembicaraan menjelang semifinal Championship lainnya antara Hull City A.F.C. dan Millwall F.C. yang berakhir imbang 0-0.
Manajer Hull, Sergej Jakirovic, mengaku heran dengan dugaan aksi mata-mata tersebut. Ia mempertanyakan manfaat memantau latihan lawan karena menurutnya kedua tim sudah saling memahami kekuatan masing-masing.
Sementara pelatih Millwall, Alex Neil, menanggapi isu itu dengan nada bercanda. Ia mengatakan baru akan berkomentar serius jika menemukan seseorang dari klub lawan benar-benar bersembunyi untuk merekam sesi latihan timnya.
Kasus ini juga mengingatkan publik pada insiden 2019 ketika mantan pelatih Leeds, Marcelo Bielsa, mengirim pengamat ke latihan Derby County.
Saat itu Leeds kena sanksi 200 ribu poundsterling karena melanggar aturan itikad baik. Bielsa akhirnya membayar denda tersebut menggunakan uang pribadinya sendiri.-***















