Home / Internasional / Politik

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 02:00 WIB

Geger Politik Thailand: PM Paetongtarn Shinawatra Dipecat Mahkamah Konstitusi

koransakti - Penulis

Court verdict caused 'an abrupt change in Thai politics,' says ousted PM (BBC World News)

Court verdict caused 'an abrupt change in Thai politics,' says ousted PM (BBC World News)

BANGKOK, THAILAND – Mahkamah Konstitusi Thailand membuat keputusan mengejutkan pada hari Jumat (29/8/2025). Mereka resmi memberhentikan Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra dari jabatannya. Putusan ini menyeret Thailand ke dalam krisis politik baru.

Keputusan pengadilan ini juga menjadi pukulan telak bagi dinasti politik Shinawatra. Paetongtarn menjadi anggota keluarga Shinawatra ketiga yang harus lengser dari kursi perdana menteri secara paksa. Situasi politik negara itu kini berada dalam ketidakpastian.

Penyebab: Rekaman Telepon Bocor dengan Pemimpin Kamboja

Pemicu pemecatan ini adalah sebuah rekaman telepon dari bulan Juni yang bocor ke publik. Dalam rekaman itu, Paetongtarn terdengar berbicara akrab dengan mantan pemimpin Kamboja, Hun Sen. Ia memanggil Hun Sen dengan sebutan “paman” dan mengkritik tentara Thailand.

Baca juga :   PERKUAT PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT ADAT PADA PILKADA KERINCI.

Rekaman tersebut dibocorkan sendiri oleh Hun Sen. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan perbatasan antara Thailand dan Kamboja. Para kritikus menuduh Paetongtarn merendahkan angkatan bersenjata negaranya sendiri.

Mahkamah memutuskan bahwa hubungan pribadi Paetongtarn dengan Hun Sen menimbulkan keraguan publik. Publik ragu apakah tindakannya lebih menguntungkan Kamboja daripada kepentingan nasional Thailand.

Jatuhnya Dinasti Politik Shinawatra

Pemecatan ini menandai babak baru dalam sejarah panjang kejatuhan keluarga Shinawatra. Paetongtarn adalah perdana menteri kelima yang dicopot oleh Mahkamah Konstitusi sejak tahun 2008.

Ia mengikuti jejak ayahnya, Thaksin Shinawatra, yang digulingkan oleh kudeta militer pada 2006. Bibinya, Yingluck Shinawatra, juga diberhentikan oleh mahkamah yang sama pada tahun 2014. Pengaruh besar keluarga Shinawatra dalam politik Thailand kini dipertanyakan.

Baca juga :   WHO Siapkan Update Vaksin COVID-19, Minta Data Terkait Varian Baru LP.8.1

Pemerintahan Baru Segera Terbentuk

Kekosongan kekuasaan tampaknya tidak akan berlangsung lama. Hanya beberapa jam setelah putusan, partai Bhumjaithai mengumumkan langkahnya. Partai konservatif yang dulu menjadi mitra koalisi Paetongtarn ini mengklaim telah memiliki cukup dukungan.

Pemimpin partai Bhumjaithai, Anutin Charnvirakul, kemungkinan besar akan menjadi perdana menteri berikutnya. Mereka berjanji akan menyelesaikan sengketa perbatasan dengan Kamboja dan membubarkan parlemen dalam empat bulan ke depan.

Perlu dicatat, Paetongtarn sendiri naik ke tampuk kekuasaan setelah pendahulunya, Srettha Thavisin, juga dipecat oleh Mahkamah Konstitusi. Hal ini menunjukkan betapa rapuhnya stabilitas politik di Thailand saat ini.

Berita ini 50 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Advetorial

GEMA PERJUANGAN MAHARANI NUSANTARA HADIR DI JAMBI

Advetorial

Dukungan Penuh dari Partai Gelora untuk Erzaldi Rosman – Yuri Kemal di Pilgub 2024

Dinamika

Tim Advokasi AZ-FER Resmi Laporkan dugaan Kampanye Sara ke Bawaslu

Internasional

Leeds United vs Brentford Buntu Tanpa Gol, Fulham Menggila Hajar Burnley di Craven Cottage

Internasional

Italia di Persimpangan Jalan: Ini Skenario Lolos ke Piala Dunia 2026 Lewat Playoff

Internasional

Serangan Besar Rusia Hantam Kyiv, Listrik Padam di Sebagian Besar Ibu Kota

Dinamika

Brigjen Purn Ismi Purnawan Mundur dari Pilkada: Politik Kita Butuh Etika, Bukan Transaksi

Internasional

Ratusan Jenderal AS Dipanggil ke Pertemuan Misterius, Spekulasi Pemecatan Massal Beredar