Islam Bersumber Al-Qur’an dan As-Sunnah: Titik
Koransakti.co.id- Mengapa buku di terbitkan? Bisa karena temuan atau teori baru seperti Relativity: The Special and General Theory (1917) karya Albert Einstein. Bisa juga catatan perjalanan fenomenal seperti Rihlah Ibnu Batutah, di tulis Ibnu Juzayy tentang perjalanan 30 tahun Ibnu Batutah dari Tangier, Maroko, terbit Th. 1335 M. Atau fenomena masyarakat seperti Manusia Indonesia karya Mochtar Lubis (1977).
Dalam sejarah Islam ada 3 pemimpin fenomenal: Harun Al Rasyid (786 M), yang menjadikan Baghdad pusat kemajuan ilmu pengetahuan dunia; Salahuddin Al Ayyubi (1187), pembebas Yerusalem yang lembut namun tegas; dan Sultan Mohammed Al Fatih (1453), penakluk Konstantinopel pada usia 21 tahun. Ketiganya sangat taat kepada ajaran Islam. Bahkan sebelum Konstantinopel jatuh, Al Fatih memimpin salat sunat, zikir dan doa bersama pasukannya.
Tapi kita tidak pernah menemukan dan memang tidak pernah ada buku: Islam Ala Al Fateh, Islam Ala Saladin dan Islam Ala Harun Al Rasyid.
Al-Qur’an dan Al-Sunnah final menjadi pedoman dan rujukan utama dalam Islam. Hal ini di sampaikan Nabi Muhammad SAW dalam khotbah Haji Wada tanggal 9 Zulhijah 10 H/632 M.
Dalam menghadapi perubahan zaman dan fenomena baru seperti Artificial Intelligence, pencerahan di lakukan melalui Ijma’ dan Qiyas oleh “AHWA” ulama berkeilmuan tinggi: Mujtahid Mutlak, Al Allamah, Syaikhul Islam dan Ulama Rabbani.
Buku memang harus di baca utuh, dari judul hingga isi. Namun di era serba instan, judul dapat memengaruhi opini dan menjadi kontraproduktif, apalagi jika figur yang di ulas tidak tahu atau tidak pernah merestuinya. Publik pun sebenarnya tidak pernah mempersoalkan secara terbuka bagaimana implementasi ritual keagamaan pemimpin kita.
Apa yang terjadi? Apakah ada upaya “Sycophancy” atau menguatnya dinamika faksionalisme di sekitar pusat kekuasaan?
Apapun itu, Islam sebagai agama Ilahiah tidak mengenal Ala ini dan Ala itu. Islam berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Kholas!!!
Penulis: 
Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H: Ka’bah Resmi Berselimut Kiswah Baru, Intip Prosesinya!















