Home / Opini

Minggu, 19 April 2026 - 07:08 WIB

Kearifan Sang Mantan Kanselir

koransakti - Penulis

Koransakti.co.id- Ada ungkapan lama “Setiap era ada orangnya dan setiap orang ada waktunya.” Menggambarkan siklus kehidupan dan kekuasaan secara alami merupakan keniscayaan.

Dalam konteks kekuasaan global, hal ini tercermin pada kepemimpinan Kanselir Jerman Angela Merkel yang berkuasa 16 tahun hingga 2021. Berlatar PhD kimia kuantum, ia memimpin Jerman, kekuatan ekonomi terbesar di Eropa dengan PDB sekitar US$ 4,5 triliun. Ia sukses dan menjadi simbol stabilitas yang di hormati dunia.

Sejak menjabat sebagai Kanselir hingga meninggalkan jabatannya, ia tidak pernah menempati fasilitas khusus untuk Kanselir. Ia memilih tinggal bersama suaminya yang juga ilmuwan kimia fisika di apartemen hanya sekitar 80 meter persegi, di seberang Museum Island, Berlin.

Baca juga :   Menafsir Simbol "08" dan "80 Tahun" RI Kepemimpinan Prabowo Subianto

Sejak berhenti sebagai Kanselir, baru empat tahun kemudian ia tampil resmi dan berbicara di forum kongres partai CDU.

Walau demokrasi di Jerman memungkinkan Angela Merkel berbicara apa dan kapan saja terkait masalah yang dihadapi Jerman dan Eropa, namun ia sangat selektif, cenderung menahan diri, dan tidak pernah melibatkan mantan pejabatnya dalam urusan pemerintah saat ini.

Ia menyadari era kepemimpinannya sudah selesai. Tantangan dan lingkungan strategis yang di hadapi pemerintahan sekarang sudah berbeda. Informasi yang mengalir kepadanya tidak lagi selengkap saat menjabat.

Mengapa Angela Merkel bisa mengalir dan nyaman menikmati kehidupan pasca meninggalkan kursi Kanselir?

Ya, karena tidak ada konflik kepentingan baik politik maupun bisnis dan perbankan. Sebuah teladan yang sarat nilai dan patut menjadi referensi untuk di tiru bagi yang mau.

Baca juga :   Pengamat Swarna Dwipa Institute (SDI) Frans Immanuel Saragih Puji Komunikasi Politik Sufmi Dasco

Di Indonesia, Pemerintah Presiden Prabowo Subianto sangat terbuka menerima masukan bahkan kritik. Sepanjang waktu Presiden tersedia, beberapa tokoh nasional dari ormas, politik dan pemuka bisnis di terima dan di beri kesempatan menyampaikan pendapat.

Namun kita tidak boleh lupa, yang menjalankan amanah memimpin negara dan pemerintahan adalah Presiden Prabowo Subianto. Keputusan dan kebijakan apa pun yang menyangkut kepentingan Indonesia berada di tangan Presiden. Itu wajib di hormati.

Semoga Indonesia tetap jaya. InsyaAllah.

Penulis:

Prof. Dr. RIZAL DJALIL MAKMUR, (Prof RDM), Analis Kebijakan Keuangan, Pangan, dan Health Economic, Eks Ketua BPK RI, Politisi Senior

Berita ini 9 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Opini

Pengamat Swarna Dwipa Institute (SDI) Frans Immanuel Saragih Puji Komunikasi Politik Sufmi Dasco

Opini

Indonesia Kantongi Komitmen Investasi Jepang Rp 380 T termasuk EBT

Jakarta

Sebuah Opini ‘The Art of Dreaming’

Opini

*Pemred “Bau Kencur”, Ancaman terhadap Kredibilitas Media*
Hari Perempuan Internasional 2026: Merayakan Resiliensi dan Kepemimpinan di Era Digital

Gaya Hidup

Hari Perempuan Internasional 2026: Merayakan Resiliensi dan Kepemimpinan di Era Digital

Life

Harga Obat di Indonesia 6 Kali Lebih Mahal dari India: Kita Bisa Apa?

Daerah

Pernahkah Anda Bayangkan Apa Yang Terjadi Jika Isis & Anteknya Berkuasa Di Indonesia

Nasional

Pemuda Panca Marga sebagai Garda Bangsa