Home / Fakta Unik

Senin, 10 Agustus 2026 - 06:35 WIB

Kenapa Mata Jalak Bali Berwarna Biru? Ini Rahasia Anatomi dan Fungsinya

koransakti - Penulis

koransakti.co.id- Burung endemik Bali, Jalak Bali (Leucopsar rothschildi), menyimpan rahasia menarik di balik tampilannya yang elegan. Selain bulu putih bersih dan jambulnya yang khas, kulit biru cerah yang melingkari matanya kerap mencuri perhatian. Menariknya, warna mencolok tersebut bukan cuma sekadar menghias wajah, melainkan modal penting untuk bertahan hidup di alam liar.

1. Sinyal Visual untuk Berkomunikasi di Hutan Lingkar biru tersebut sebenarnya merupakan area kulit terbuka tanpa bulu. Kontras warna biru ini mempermudah sesama Jalak Bali mengenali arah pandangan serta ekspresi rekannya dari jarak jauh. Di dalam rapatnya vegetasi Taman Nasional Bali Barat yang minim cahaya, ciri fisik ini membantu mereka tetap terhubung tanpa perlu terus-menerus berkicau yang bisa memancing perhatian predator.

Baca juga :   Pojok Sains: Fenomena Lucid Dream, Saat Kita Sadar & Bisa Mengatur Skenario Mimpi

2. Penentu Kualitas Diri saat Mencari Pasangan Sebagai burung monogami, Jalak Bali memanfaatkan lingkar mata biru sebagai indikator kesehatan tubuh. Saat musim kawin tiba, burung jantan akan memamerkan jambul dan memperlihatkan area wajahnya. Warna biru yang tampak cerah dan pekat menandakan kondisi fisik yang prima, sehingga memperbesar peluang mereka untuk terpilih oleh sang betina.

Baca juga :   5 Serangga Pemilik Senjata Kimia Paling Mematikan di Dunia (Ada Lebah Madu!)

3. Pemaksimalan Sudut Pandang dan Ketajaman Mata Absennya bulu di area sekitar mata memberikan bidang pandang yang lebih luas dan bebas hambatan. Area kulit ini juga membantu mata menyesuaikan diri secara cepat saat burung berpindah dari area terbuka yang terang ke bawah rindangnya kanopi hutan. Hasilnya, Jalak Bali dapat mencari buah matang, berburu serangga, dan menghindari ancaman dengan jauh lebih sigap.

Anatomi unik ini membuktikan bahwa setiap jengkal keindahan Jalak Bali memegang peranan penting dalam menjaga kelangsungan hidupnya di habitat asli. (Asep)

Berita ini 11 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pojok Sains: Kenapa Muncul 'Bintang' & Cahaya Warna-Warni Saat Mata Ditekan? (Phosphenes)

Fakta Unik

Pojok Sains: Kenapa Muncul ‘Bintang’ & Cahaya Warna-Warni Saat Mata Ditekan? (Phosphenes)
Kenapa Kapur Barus di Lemari Bisa Hilang Sendiri Tanpa Bekas? Kenalan dengan Naftalena (C10H8) dan Misteri Sublimasi!

Artikel

Kenapa Kapur Barus di Lemari Bisa Hilang Sendiri Tanpa Bekas? Kenalan dengan Naftalena (C10H8) dan Misteri Sublimasi!
Kenapa Air Kelapa Disebut "Isotonik Alami"? Bedah Kandungan Ionnya yang Mirip Darah Manusia!

Artikel

Kenapa Air Kelapa Disebut “Isotonik Alami”? Bedah Kandungan Ionnya yang Mirip Darah Manusia!

Fakta Unik

Misteri Pohon Baobab: Dituduh Raksasa Berhantu, Ternyata Penyelamat Peradaban Gurun
Pojok Sains: Hati-Hati, Menguap Itu Menular! Kenapa Kita Ikutan 'Ngangop' Saat Lihat Orang Lain?

Fakta Unik

Pojok Sains: Hati-Hati, Menguap Itu Menular! Kenapa Kita Ikutan ‘Ngangop’ Saat Lihat Orang Lain?
Pojok Sains: Kenapa Kita Merinding Saat Dingin atau Ketakutan? (Warisan Purba yang Tertinggal)

Artikel

Pojok Sains: Kenapa Kita Merinding Saat Dingin atau Ketakutan? (Warisan Purba yang Tertinggal)

Bilogi

Rahasia Kupu-Kupu Gatekeeper: Si Cantik Ber sayap Jingga yang Menggantungkan Hidup pada Cuaca
Kenapa Tape Rasanya Hangat & Adonan Roti Bisa "Bernapas"? Kenalan dengan Ragi, Koki Terkecil di Dunia!

Artikel

Kenapa Tape Rasanya Hangat & Adonan Roti Bisa “Bernapas”? Kenalan dengan Ragi, Koki Terkecil di Dunia!