koransakti.co.id- Burung endemik Bali, Jalak Bali (Leucopsar rothschildi), menyimpan rahasia menarik di balik tampilannya yang elegan. Selain bulu putih bersih dan jambulnya yang khas, kulit biru cerah yang melingkari matanya kerap mencuri perhatian. Menariknya, warna mencolok tersebut bukan cuma sekadar menghias wajah, melainkan modal penting untuk bertahan hidup di alam liar.
1. Sinyal Visual untuk Berkomunikasi di Hutan Lingkar biru tersebut sebenarnya merupakan area kulit terbuka tanpa bulu. Kontras warna biru ini mempermudah sesama Jalak Bali mengenali arah pandangan serta ekspresi rekannya dari jarak jauh. Di dalam rapatnya vegetasi Taman Nasional Bali Barat yang minim cahaya, ciri fisik ini membantu mereka tetap terhubung tanpa perlu terus-menerus berkicau yang bisa memancing perhatian predator.
2. Penentu Kualitas Diri saat Mencari Pasangan Sebagai burung monogami, Jalak Bali
memanfaatkan lingkar mata biru sebagai indikator kesehatan tubuh. Saat musim kawin tiba, burung jantan akan memamerkan jambul dan memperlihatkan area wajahnya. Warna biru yang tampak cerah dan pekat menandakan kondisi fisik yang prima, sehingga memperbesar peluang mereka untuk terpilih oleh sang betina.
3. Pemaksimalan Sudut Pandang dan Ketajaman Mata Absennya bulu di area sekitar mata memberikan bidang pandang yang lebih luas dan bebas hambatan. Area kulit ini juga membantu mata menyesuaikan diri secara cepat saat burung berpindah dari area terbuka yang terang ke bawah rindangnya kanopi hutan. Hasilnya, Jalak Bali dapat mencari buah matang, berburu serangga, dan menghindari ancaman dengan jauh lebih sigap.
Anatomi unik ini membuktikan bahwa setiap jengkal keindahan Jalak Bali memegang peranan penting dalam menjaga kelangsungan hidupnya di habitat asli. (Asep)















