Home / Artikel

Senin, 28 April 2025 - 07:43 WIB

KURING Muslim, ANA Sunda.

koransakti - Penulis

Masukan untuk Mewujudkan Jabar Istimewa, lembur diurus Kota ditata.

Penulis: H. Asep Syamsudin S.Ag Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Jabar

Koran Sakti.co.id, Jabar-Pembangunan yang tidak didasari dan diorientasikan untuk memanusiakan manusia secara kaffah ( utuh ) dijamin menemui futility (kegagalan).

Konsep manusia secara utuh harus merupakan representasi dari mayoritas manusia yang ‘dumuk’ di wilayah tersebut.

Jabar 2024 secara demografis menunjukan 97,3 persen Islam dan 75 persen Etnik Sunda dari 49,6 jt jiwa penduduk Jabar.

Oleh karena itu maka Pembangunan di Jawa Barat harus didasari dan diorientasikan untuk mewujudkan manusia seutuhnya berwawasan Agama dan Budaya yaitu (Islam-Sunda) tanpa mengecilkan arti agama dan etnik lain yang tinggal di Jabar.

Islam dan Sunda di Jabar merupakan entitas yang menyatu tidak bisa dipisahkan meski bisa dibedakan.

Perbedaan tersebut tidak boleh dipertentangkan bahkan harus tersublimasi sehingga saling mengisi agar Islam tidak tercerabut dari akar kulturnya dan Sunda menemukan visi ilahiyahnya,

Baca juga :   Menonton Film Horor Ternyata Bisa Membakar Kalori

Inilah yang saya maksud KURING Muslim, ANA Sunda.

Konsep manusia seutuhnya berangkat dari kerangka berpikir bahwa tidak ada yang mengetahui detail manusia kecuali pencipta manusia.

Konsep manusia dalam spiritualime Sunda dapat kita elaborasi pada masyarakat sunda ‘Kanekes’ Banten yang meyakini bahwa pencipta manusia adalah Sang Hyang Keresa (yang maha kuasa-Nu ngersakeun), disebut juga Batara Tunggal (YME), batara jagat (penguasa alam), dan Batara Seda Niskala (yang gaib) yang bersemayam di buana nyungcung.

Sedangkan dalam al-Quran sebagai sumber rujukan Islam, manusia dibicarakan dalam 12 kata menyangkut dimensi fisik-psikis, dimensi fisik, dan dimensi psikis.

12 kata tersebut dhohir-bathin (fisi-psikis) adalah Bani Adam, dzuriyatan man hamalna ma’a Nuh, al- Insan, an-Nas, al-Unas, dan al-Ins.

Baca juga :   Wako Ahmadi Hadiri Rapat Penguatan Kelembagaan Desa

Sisi fisik (dhohir) disebut al-Basyar.

Sedangkan sisi psikis manusia disebut dengan ; an-Nafs, al-Aql, al-Qolb, ar-ruuh, dan al-Fithroh.

Sublimasi konsep manusia dalam spiritualisme Sunda dan keyakinan Islam inilah yang kemudian diacu-diaci sehingga menjadi acuan dan acian untuk memanusiakan manusia seutuhnya di Jawa Barat.

Ulama dan Budayawan Jabar secara historis terkonfirmasi telah, sedang, dan akan terus mewujudkan manusia seutuhnya yang dikenal dengan insan kamil bukan instan kamil.

Bahkan Marteen van Bruenesen memotret bahwa peran para Ulama dalam bidang ini sudah ada sebelum republik ini berdiri.

Usul kongkrit.

Dalam visi Perwujudan Jabar Istimewa, lembur diurus kota ditata.

Missi mewujudkan SDM berkarakter sejatinya ditambahkan dengan kata ‘berwawasan budaya dan agama’.

Sehingga menjadi ;

  • Mewujudkan SDM berkarakter berwawasan budaya dan agama.
Berita ini 84 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

Idul Fitri : Kembali ke Fitrah ditengah Gejolak Rupiah

Artikel

PUKUL DAN RANGKUL GAYA ALLAH MENGHADAPI BANI ISRAEL 

Artikel

LEBARAN, KETUPAT DAN SUNAN KALIJAGA 

Artikel

Pers yang Merdeka atau Merusak? Refleksi Krisis Etika, Legalitas, dan Teknologi dalam Dunia Jurnalistik Indonesia

Artikel

KEMENTERIAN PENDAPATAN NEGARA PANDAILAH MENDAPAT BUKAN HANYA MENYIKAT

Artikel

Memilah dan Memilih Pemimpin Kota Sungai Penuh 2024-2029
Baru Seminggu Puasa Dompet Udah Kering? Awas Boncos! Ini 4 Tips Jitu Atur Keuangan Ramadhan Biar THR Nggak Cuma Numpang Lewat

Artikel

Baru Seminggu Puasa Dompet Udah Kering? Awas Boncos! Ini 4 Tips Jitu Atur Keuangan Ramadhan Biar THR Nggak Cuma Numpang Lewat
Mentang-Mentang Libur Malah Rebahan Terus? Awas, Ini 3 Bahaya Fatal Tidur Seharian Saat Puasa. Pantas Saja Pas Bangun Kepala Langsung Kliyengan!

Artikel

Mentang-Mentang Libur Malah Rebahan Terus? Awas, Ini 3 Bahaya Fatal Tidur Seharian Saat Puasa. Pantas Saja Pas Bangun Kepala Langsung Kliyengan!