Home / Artikel

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:27 WIB

Menata Lisan dengan Kearifan

koransakti - Penulis

Menata Lisan dengan Kearifan

Koransakti.co.id- Dalam dunia politik, sebuah isu bisa muncul kapan saja. Bahkan kadang-kadang isu sengaja di buat untuk mengalihkan suatu blunder kebijakan dan bisa juga di gunakan untuk mengetes atau menguji reaksi publik terhadap suatu ide atau kebijakan, lazim di sebut “Testing the waters”.

Bila isu yang di lemparkan sensitif dan menimbulkan kegaduhan, biasanya ada yang buru-buru minta maaf ke ruang publik.

Tidak ada batasan yang tegas tentang isu politik apa yang boleh dan tidak boleh di angkat ke ruang publik.

Baca juga :   Menyantap Gulai Talang di Mersam, Akhiri Safari Politik Romi di Bungo, Merangin, Sarolangun dan Batanghari..Tuka Gubernur Membahana Lagi.

Justru di situlah di tuntut judgment seorang politisi untuk melontarkan isu ke tengah masyarakat. Dan kematangan seorang politisi bisa di ukur dari substansi isu yang di munculkan dan respons terhadap masalah yang muncul di ruang publik.

Berbeda dengan tatanan yang sudah baku dalam menjaga kerukunan dalam masyarakat: isu SARA sangat sensitif dan terlarang, bila tidak mau di cap menghina dan pendosa.

Dalam Islam kita di ajarkan bagaimana menutur kata dan menata lisan:

Baca juga :   HIBAH, HEBOH 

Pertama, Qaulan Sadidan: Kita di tuntun untuk selalu berkata dengan jujur, benar dan tegas. Tidak bertele-tele.

Kedua, Qaulan Ma’rufan: Selalu berkata sesuatu yang baik dan pantas serta dapat di terima. Tidak menyinggung orang lain.

Ketiga, Qaulan Layyina: Berkata dengan tenang, tidak terburu-buru dan nyaman di dengar.

Dalam era masifnya media sosial, kita semua perlu berhati-hati menata tangan dan lisan supaya tidak menimbulkan masalah dan merusak reputasi kita. InsyaAllah.

Penulis:

 

 

Berita ini 15 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

AKI AKI PISAN JILID DUA

Artikel

TASBIH ALHAOQULLAH MENUJU MEJA BEDAH

Artikel

WATAK KIYAI DAN SANTRI DAREH DEH SOMEAH HADE KA SEMAH 

Artikel

PERAN ALI MURTOPO MENGAMANKAN SUPERSEMAR 

Agama

AS SUFFAH KOBONG PERTAMA DI DUNIA 
Tinggal 4 Hari Lagi! Kenapa Sih Valentine Harus Kasih "Coklat"? Ternyata Ini Bukan Tradisi Romantis Kuno, Tapi Ulah Pedagang Pintar!

Artikel

Tinggal 4 Hari Lagi! Kenapa Sih Valentine Harus Kasih “Coklat”? Ternyata Ini Bukan Tradisi Romantis Kuno, Tapi Ulah Pedagang Pintar!

Artikel

Memilah dan Memilih Pemimpin Kota Sungai Penuh 2024-2029

Artikel

YANG NAIK HAJI DILUAR LOGIKA