Mencari Kerja Semakin Susah: Kecuali yang Punya Skill Khusus
Koransakti.co.id- Dari luar negeri hari ini, 28 Juli 2026, ada berita menarik dari surat kabar Singapura, The Straits Times. Di laporkan bahwa seorang lulusan terbaik dari perguruan top di Negeri Singa yang telah mengirimkan 300 lamaran kerja.
Namun tidak satu pun perusahaan menerimanya untuk bekerja secara penuh di sektor jasa keuangan. Padahal sudah lolos dari program magang sektor keuangan 4 kali.
Kenyataan ini di sebabkan tingginya standar profesionalisme dan ketatnya aturan kuota tenaga kerja lokal di Singapura. Sebagai salah satu pusat sektor finansial global, wajar saja Singapura menerapkan standar yang tinggi.
Namun demikian, di tengah ekspansifnya penggunaan teknologi tinggi -Artificial Intelligence/AI- bukan saja membuka peluang lapangan pekerjaan baru, tapi juga sekaligus mengambil alih tugas yang dulunya dilakukan oleh tenaga kerja manusia. Menambah skill di bidang AI dengan sertifikasi resmi akan memberikan nilai tambah dan mempunyai peluang yang lebih besar untuk segera di terima pasar tenaga kerja di mana pun.
Bagaimana situasi di Indonesia?
Membludaknya peminat program magang nasional mencapai 300.000 orang, padahal kuota yang tersedia hanya 50.000. Ini menggambarkan bagaimana ketatnya pasar tenaga kerja di Indonesia.
Akhirnya sektor informal menjadi solusi alternatif: tidak kurang 57,8% atau sekitar 84,7 juta penduduk bekerja pada sektor informal.
Penting kiranya pemerintah tetap memperhatikan dan memberikan perlindungan yang mendidik kepada sektor informal mengingat perannya yang besar dalam penyerapan tenaga kerja di Indonesia. InsyaAllah.
Penulis: 
Baca juga: Strategi Cerdas Jawab Pertanyaan Jebakan HRD, Auto Lolos Interview Kerja!
Pemerintah Luncurkan Paket Ekonomi 2025, dan Program Penyerapan Tenaga Kerja



Bagaimana situasi di Indonesia?











