Home / Artikel

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:25 WIB

Korsel tersingkir dari Piala Dunia karena Konflik Kepentingan dan masalah Kompetensi

koransakti - Penulis

Korsel tersingkir dari Piala Dunia karena Konflik Kepentingan dan masalah Kompetensi

Koransakti.co.id- Kemarahan dan kekecewaan publik Korsel memuncak setelah timnas tersingkir secara mengenaskan: kalah 0-1 dari Afrika Selatan, padahal dengan hasil seri saja Korsel akan melaju ke babak 32 besar.

Tak pelak Pelatih timnas Korsel Hong Myung-bo yang paling bertanggung jawab menjadi bulan-bulanan. Di cegat di Bandara Incheon saat kembali ke Korsel, di minta di pecat dan mengembalikan gajinya.

Melihat kemarahan publik dan fans, Presiden Korsel Lee Jae Mung meminta maaf ke publik. Seraya menegaskan, “Hal buruk yang di alami (timnas Korsel) karena kepentingan kelompok lebih di pentingkan dari kompetensi.” Dan memerintahkan investigasi terhadap KFA (Korean Football Association) (“PSSI” Korsel).

Baca juga :   Sejarah Tercipta! Negara Berpenduduk 550 Ribu Jiwa, Tanjung Verde, Lolos ke Piala Dunia 2026

Apa yang terjadi sebenarnya?

Sejak penunjukan Hong Myung-bo sebagai pelatih tahun 2024 sarat dengan kontroversi. KFA di anggap mengabaikan mekanisme pemilihan yang transparan. Dan pihak KFA di anggap nepotik dengan memilih “orang dalam dan orang dekat”, bukan pertimbangan kompetensi.

Ini terbukti di lapangan pada saat pertandingan menentukan melawan Afrika Selatan. Pelatih Hong Myung-bo malah tidak menurunkan penyerang handal dan berpengalaman di Liga Inggris Son Heung Min yang kini bermain di Los Angeles FC.

Pelajaran apa yang bisa kita tarik?

Tragedi timnas Korsel dapat menjadi pelajaran buat kita semua bukan hanya soal sepak bola tapi lebih luas dari itu: soal kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Seperti telah di nyatakan dalam hadis, “Jika menyerahkan urusan kepemimpinan, tugas atau sebuah masalah bukan pada ahlinya maka tunggu kehancuran dan kekacauan.” Persis seperti kasus penunjukan Pelatih Korsel oleh KFA.

Baca juga :   PEMBANGUNAN BAITULLAH YANG VERSIAL

Menjadi sangat penting kompetensi dan transparansi dalam penunjukan jabatan apa pun apalagi: yang berhubungan dengan pengelolaan kekayaan negara dan mengurus negara.

Semoga kita selalu mengutamakan kepentingan bangsa dan negara bukan orang dalam dan orang dekat dalam semua pengisian posisi strategis. InsyaAllah.

Penulis:

Baca juga: Iran Tersingkir dari Piala Dunia 2026 dan Cetak Rekor Langka 16 Tahun

 

 

 

Berita ini 7 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

Fragmentasi Geoekonomi dan Krisis Energi Global: Kontribusi Keuangan Syariah

Artikel

SUHARTO VS SUMITRO RANGKUL DAN PUKUL
Emak-Emak Siapkan Dompet! Katalog Promo JSM Indomaret & Alfamart Spesial Ramadhan (20-22 Februari 2026): Sirup, Kurma, & Minyak Goreng Anjlok!

Artikel

Emak-Emak Siapkan Dompet! Katalog Promo JSM Indomaret & Alfamart Spesial Ramadhan (20-22 Februari 2026): Sirup, Kurma, & Minyak Goreng Anjlok!

Artikel

Lazisnu Katapang Akselerasikan Program Koin NU

Artikel

Mencegah Manipulasi Data Ekspor Sumber Daya Alam: Melalui Pembentukan BUMN DSI atau Perusahaan Swasta?

Artikel

Ekonomi Kurban: Katalis Pertumbuhan Inklusif dan Pengentasan Stunting

Artikel

Stres dan Cemas Berlebihan? Coba Kenali Meditasi, Seni Menenangkan Pikiran

Artikel

ANDAI PUNYA SEPULUH PURBAYA MAMPUKAH MENGGUNCANG DUNIA ?