Home / Peristiwa

Selasa, 4 Agustus 2026 - 06:35 WIB

Mengintip Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026: Lokasi Terbaik dan Alasan Indonesia Absen

koransakti - Penulis

Gerhana Matahari

Gerhana Matahari

koransakti.co.id- Fenomena langit yang selalu dinanti, Gerhana Matahari Total (GMT), akan menyapa Bumi pada Rabu, 12 Agustus 2026. Peristiwa langka ini menyedot perhatian besar dari para astronom, pemburu gerhana, hingga wisatawan dunia. Mereka bersiap memadati wilayah-wilayah yang masuk dalam lintasan totalitas demi menyaksikan momen spektakuler tersebut secara langsung.

Gerhana terjadi saat Bulan bergerak tepat di antara Matahari dan Bumi, sehingga menutupi seluruh piringan Matahari. Ketika fase totalitas berlangsung, bayangan inti (umbra) Bulan akan menyelimuti Bumi dan mengubah suasana siang hari menjadi gelap layaknya senja selama beberapa menit.

Wilayah yang Dilintasi Jalur Totalitas

Sayangnya, tidak semua orang di planet ini bisa menikmati keajaiban tersebut secara penuh. Hanya kawasan yang berada di bawah lintasan bayangan umbra Bulan yang sanggup menyaksikan bayangan hitam menutupi Matahari secara sempurna.

Berdasarkan data resmi dari NASA, berikut adalah deretan lokasi yang beruntung melintasi jalur totalitas:

  • Eropa Barat: Spanyol menjadi salah satu spot pengamatan terbaik, khususnya wilayah utara seperti Asturias, Cantabria, Castilla y León, Aragón, hingga Kepulauan Balearik. Wilayah timur laut Portugal juga turut dilewati.

  • Kawasan Utara & Arktik: Samudra Arktik, Greenland bagian timur, Islandia, serta Samudra Atlantik Utara.

  • Wilayah Asia Utara: Rusia bagian utara, terutama kawasan Semenanjung Taymyr di Krai Krasnoyarsk.

Catatan: Untuk wilayah di luar jalur umbra—seperti sebagian besar Eropa, Afrika Barat Daya, Kanada, Amerika Serikat bagian utara, dan sebagian Rusia—masyarakat hanya bisa mengamati fenomena ini sebagai Gerhana Matahari Sebagian.

Durasi fase totalitas ini bervariasi di setiap titik pengamatan. Namun, di beberapa lokasi strategis, kegelapan akan bertahan lebih dari dua menit. Durasi ini memberikan waktu yang cukup bagi para ilmuwan untuk mencatat data astronomi penting sekaligus mendokumentasikannya.

Baca juga :   Bawa Sapu Simbol 'Bersihkan Kotoran Negara', Ratusan Perempuan Gelar Aksi di Depan DPR

Mengapa Indonesia Tidak Bisa Mengamatinya?

Bagi masyarakat di tanah air yang berharap bisa melihatnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa Indonesia sama sekali tidak di lintasi fenomena ini.

Data dari Almanak BMKG 2026 dan peta lintasan Goddard Space Flight Center milik NASA menunjukkan bahwa jalur bayangan Bulan berada jauh di belahan bumi utara. Oleh karena itu:

  • Tidak ada wilayah di Indonesia yang mengalami gerhana total maupun sebagian.

  • Kondisi langit dan bentuk piringan Matahari di Indonesia akan tetap normal tanpa perubahan apa pun.

Kendati demikian, Anda tidak perlu berkecil hati. Pengamat di Indonesia tetap bisa menikmati momen langka ini secara aman melalui tayangan live streaming yang disiarkan oleh observatorium global, lembaga antariksa internasional, maupun komunitas astronomi dunia.

Baca juga :   Hebat! Polwan Maluku Iptu Esterlina Borong 3 Medali di Ajang Binaraga Internasional Malaysia

Panduan Aman Menikmati Gerhana Matahari

Jika Anda berencana berburu gerhana ke luar negeri atau sekadar ingin menambah wawasan, ingatlah bahwa menatap Matahari secara langsung sangat berbahaya. Radiasi sinar ultraviolet dapat merusak jaringan retina mata secara permanen.

Para ahli menyarankan Anda untuk menerapkan prosedur keamanan berikut:

  1. Gunakan Kacamata Khusus Gerhana: Pastikan kacamata yang Anda pakai bersertifikasi standar keselamatan internasional ISO 12312-2.

  2. Pasang Filter Matahari: Jika Anda mengamati melalui teleskop atau teropong binokular, wajib memasang filter khusus Matahari di depan lensa utama.

  3. Gunakan Metode Proyeksi: Manfaatkan proyeksi lubang jarum (pinhole projector) agar mata Anda hanya melihat bayangan piringan Matahari, bukan pancaran cahayanya secara langsung.

  4. Hindari Alat Pelindung Palsu: Jangan pernah menggunakan kacamata hitam biasa, klise foto/rontgen, kaca berasap, maupun kepingan CD. Alat-alat ini tidak dirancang untuk menyaring radiasi berbahaya.

Menonton siaran langsung beresolusi tinggi di rumah tetap menjadi opsi terbaik dan paling aman bagi masyarakat Indonesia untuk terus menyimak keindahan alam semesta ini. (Asep)

Berita ini 20 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Jambi

Empat LSM Geruduk Kantor BBTNKS, Desak Transparansi dan Penindakan Tegas PETI di Kawasan TNKS

Jakarta

Momen Langka Kebersamaan Prabowo, Jokowi, SBY, dan Gibran Pada Pernikahan Putra Boy Thohir

Jambi

Mahasiswa se- Kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh Gelar Aksi Damai, Suarakan Tiga Tuntutan

Peristiwa

Insiden Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek & KRL di Bekasi Timur, KAI Berupaya Percepat Evakuasi

Internasional

Militer Myanmar Jatuhkan Bom dari Paraglider ke Festival, 24 Orang Tewas

Peristiwa

Presiden Prabowo Sambangi Rumah Duka Affan Kurniawan, Pastikan Keadilan Ditegakkan

Jambi

Ditreskrimsus Polda Jambi Ungkap Pengangkutan 12,3 Ton BBM Ilegal

Hukum

Pelaku Pemukul Karyawan Zaskia Adya Mecca Ternyata Oknum Anggota TNI Aktif