Home / Opini

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Menjauhi Ghibah dan Suudzon: Sikap Orang Berkelas

koransakti - Penulis

Menjauhi Ghibah dan Suudzon: Sikap Orang Berkelas

Koransakti.co.id- Tidak jarang kita terpaksa mendengar perkataan yang dapat di kategorikan Suudzon dan Ghibah. Baik dari tetangga walau tidak sengaja, maupun tempat lain di kantor atau cafe seperti :

“Si A pulang malam: kelayapan terus, oh si B di rumah terus: kurang gaul. Si X diam saja: di bilang sombong. Si Y suka ngobrol: di bilang sok tahu.” Ucapan-ucapan tersebut termasuk Suudzon dan Ghibah.

Kita tidak perlu dan memang tidak patut untuk tahu semua urusan orang lain. Semua orang punya hak mengatur dirinya sendiri. Sejauh tidak mengganggu orang lain.

Dalam Surat Al-Hujurat ayat 12 dinyatakan sangat jelas yang artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain serta janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain.”

Kata Suudzon adalah perilaku berprasangka buruk dan menaruh curiga yang negatif kepada orang lain tanpa di dukung fakta yang jelas.

Baca juga :   Pasien BPJS Bukan Gratisan : Setiap Bulan Klaim yang dibayar ke RS Rp 16,5 Triliun

Sedangkan Ghibah atau bergunjing adalah tindakan membicarakan atau menyebutkan keburukan, kekurangan atau aib orang lain saat orang tersebut tidak berada di tempat.

Baca juga :   Waspada Kebakaran Hutan

Ghibah dan suudzon muncul karena: iri, dengki, rasa tidak aman, suka membandingkan diri dan ego berlebihan.

Semoga kita di jauhkan dari sifat ghibah dan suudzon: sikap dan perilaku yang tidak berkelas. InsyaAllah.

Penulis:

Islam Bersumber Al-Qur’an dan As-Sunnah: Titik

Pemimpin Penghianat: Hilangnya Sikap Kenegarawanan

 

Berita ini 6 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Opini

Saham terkonsentrasi pada segelintir orang : Dana Asing Kabur

Opini

Revisi UU Migas: DMO Mengapa Hanya 25%?

Opini

Mata Uang Rupiah Sakit: Siapa yang Paling Bertanggung Jawab?

Opini

Ada Apa Perbankan Kita, 15 Bank Tumbang: Nasib Nasabah Bagaimana?

Opini

Mengenakan Biaya ke Setiap Kapal yang Melewati Selat Malaka: Berisiko Tinggi
Menguji Nyali Lewat Rumus "Lima AT" Menjadi Wartawan Hebat

Opini

Beda Habibie dan Prabowo

Opini

Anomali Pertumbuhan Ekonomi Daerah: Tumbuh Tinggi “Ribet” Bayar Gaji

Opini

Untung Ada Prof. Dasco