Home / Opini

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Satu Juta Sarjana Menganggur : Solusinya Apa?

koransakti - Penulis

Satu Juta Sarjana Menganggur : Solusinya Apa?

Koransakti.co.id- Status sudah bekerja sangat penting bagi semua anak muda apalagi seorang sarjana. Pertama, bekerja akan menimbulkan kebanggaan diri, bisa memanfaatkan ilmu, ada rasa puas setelah berjuang sekian tahun di bangku kuliah. Kedua, menjadi sumber biaya hidup dan bisa membantu keluarga. Ketiga, bekerja status sosial berubah. Ada prestige. Relasi baru terbuka, dan pandangan lingkungan pun berubah bahkan dianggap sukses.

Tapi bila pekerjaan belum juga didapat sudah bertahun-tahun lulus sudah kemana-mana juga melamar belum tembus. Usia bertambah apalagi sudah berkeluarga, ada tanggung jawab sebagai kepala keluarga. Beruntung kalau mertua tergolong berada dan memberi “support”. Tetapi sebagai lelaki sejati kondisi seperti ini sangat tidak nyaman.

Baca juga :   Hari Perempuan Internasional 2026: Merayakan Resiliensi dan Kepemimpinan di Era Digital

Jumlah sarjana yang menganggur saat ini 1.033.182 orang lulusan D4-Strata 3. Jumlah sebenarnya mungkin lebih besar, karena di atas yang tercatat saja.

Bagaimana jalan keluarnya?

Pertama, kita mengusulkan menambah kuota magang dari 150.000 pada tahun 2026 menjadi sekurang-kurangnya 500.000.

Kedua, peluang kerja pada program Hilirisasi komoditi harus memprioritas sarjana yang belum bekerja.

Ketiga, kepada calon pencari kerja dianjurkan untuk menambah skill di bidang tertentu sesuai dengan permintaan pasar.

Baca juga :   Lebih 2 Juta Driver Online akan Dapat Bagi Hasil : 92 %

Keempat, membuka pelatihan wirausaha bagi yang berminat dengan fasilitas modal dari pemerintah. Untuk bidang yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Kelima, dalam jangka menengah perguruan tinggi harus mereview dan menyesuaikan jurusan dan program studi di perguruan tinggi dengan kebutuhan riil pasar tenaga kerja. Untuk mencegah banyaknya sarjana yang tidak terserap di pasar tenaga kerja.

Kita berharap para sarjana yang ada dapat segera bekerja di sektor formal maupun sektor lain. InsyaAllah.

Penulis:

Berita ini 16 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Opini

Mengenakan Biaya ke Setiap Kapal yang Melewati Selat Malaka: Berisiko Tinggi

Opini

Sejak Tahun 1500 an, Warga India Hadir di tengah Kota Pariaman

Opini

Aset Temasek Holding 1/2 Danantara: Laba Bersih Rp 444 T Lebih

Opini

Nasib Petani Tebu Tidak Semanis Madu: Berbeda dengan Petani Gabah
Pelajaran dari China: Dua Menteri Dihukum Mati

Opini

Pelajaran dari China: Dua Menteri Dihukum Mati

Opini

Purbaya Pergi: Suahasil Nazara sebagai Pengganti

Opini

Bung Karno Nonblok, Prabowo Go To The Block

Opini

Empati untuk 326 Kepala SMA/SMK di Sulawesi Selatan