Home / Opini

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:44 WIB

Mendorong Inovasi Riset BRIN : Go-to-Market

koransakti - Penulis

Mendorong Inovasi Riset BRIN : Go-to-Market

Koransakti.co.id- Kita harus ikut bangga menyaksikan 150 periset/peneliti BRIN hadir dan memperlihatkan hasil kerja dan inovasi mereka kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan seluruh rakyat Indonesia di Istana tanggal 6 Agustus 2026.

Sejak berdiri baru kali ini BRIN memperlihatkan hasil nyata karya peneliti langsung kepada masyarakat.

Sebagai fokus utama yang menarik perhatian adalah inovasi terkait:

Teknologi Absorbed Natural Gas (ANG) yang sangat relevan dalam upaya ketahanan energi, menghemat devisa dan subsidi.

Genteng Biomassa yang sempat di tes langsung oleh Presiden Prabowo Subianto berpotensi mendukung pengadaan 15 juta rumah sebagai program prioritas pemerintah.

Teknologi pengolahan air minum juga cukup memukau. Presiden dan para menteri sempat mencicipi air hasil olahan: paling relevan dengan kebutuhan masyarakat yang saat ini sedang di landa kesulitan air bersih karena kemarau panjang di beberapa daerah.

Baca juga :   Pengamat Swarna Dwipa Institute (SDI) Frans Immanuel Saragih Puji Komunikasi Politik Sufmi Dasco

Hasil inovasi para periset BRIN di harapkan tidak hanya berhenti di Istana: Tantangan ke depan bagaimana mendorong supaya semua temuan dan inovasi tersebut dapat : Go-to-Market. Artinya masyarakat mau mengunakan karena : layak secara teknis dan layak secara ekonomis dan tersedia di pasar.

Untuk itu perlu di pertimbangkan:

Pertama, memperkuat kolaborasi BRIN dengan dunia usaha dan industri agar inovasi yang telah di patenkan dapat di produksi secara massal. Di banyak negara, kolaborasi industri bahkan di mulai sejak perencanaan riset.

Kedua, produk yang di hasilkan harus memiliki SNI sehingga mempermudah pemasaran di lapangan.

Baca juga :   Lagi Dana Pensiun Jadi Korban Penggelapan Rp 850 Miliar: PM Anwar Ibrahim Perintahkan Investigasi.

Ketiga, Pemerintah dapat menjembatani antara BRIN dengan Dunia Usaha/Dunia Industri yang betul-betul pelaku usaha terkait. Sehingga dapat terjadi percepatan pemanfaatan teknologi yang di hasilkan BRIN.

Keempat perlu di kembangkan hilirisasi teknologi: antara BRIN-Universitas-Dunia Industri. Bisa dalam bentuk pemanfaatan laboratorium secara bersama dan aliansi inovasi teknologi dalam bentuk konsorsium.

Kelima, di perlukan regulasi baru yang mengatur pemanfaatan inovasi BRIN dengan segala aspeknya. Sehingga BRIN bisa bergerak lebih lincah “Memasarkan” inovasi dan temuan para perisetnya. InsyaAllah.

Penulis :

Baca juga: Pojok Sains: Resolusi 2026 Mau Berubah Total? Jangan Percaya Mitos “21 Hari”! Riset Otak Buktikan Butuh Waktu Lebih Lama dari Itu

Berita ini 4 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Opini

Apakah sekitar Rp 1.600 triliun hasil ekspor sawit dan tambang kembali ke Indonesia?

Opini

Top 3 propinsi economic growth Tinggi Tapi Stunting Juga Tinggi

Jambi

Insiden Doorstop Jambi: Humas Seharusnya Jadi Mitra, Bukan Penghalang

Daerah

Pernahkah Anda Bayangkan Apa Yang Terjadi Jika Isis & Anteknya Berkuasa Di Indonesia

Opini

Efek Domino Geopolitik Regional Iran–Israel Bagi Indonesia Menurut Opini Prof Muhammad M Said

Opini

*Pemanfaatan Teknologi Nuklir dalam Upcycling Mikroplastik*

Opini

Lagi Dana Pensiun Jadi Korban Penggelapan Rp 850 Miliar: PM Anwar Ibrahim Perintahkan Investigasi.
Ahmad Heryawan dan Gaya Kepemimpinan Hemat yang Masih Dikenang di Jawa Barat

Opini

Ahmad Heryawan dan Gaya Kepemimpinan Hemat yang Masih Dikenang di Jawa Barat