Home / Opini

Senin, 29 Juni 2026 - 10:46 WIB

Anomali Pertumbuhan Ekonomi Daerah: Tumbuh Tinggi “Ribet” Bayar Gaji

koransakti - Penulis

Anomali Pertumbuhan Ekonomi Daerah: Tumbuh Tinggi “Ribet” Bayar Gaji

Koransakti.co.id- Banyak daerah yang mengalami pertumbuhan ekonomi tinggi jauh melampaui pertumbuhan ekonomi nasional 5,61%. Bahkan ada daerah provinsi yang pertumbuhan ekonominya di atas dua digit.

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak serta merta membuat daerah sejahtera dalam pengertian luas.

Apalagi bila pertumbuhan ekonomi hanya di dominasi satu sektor, misalnya pertambangan. Pertumbuhan terjadi tidak secara inklusif: tidak membawa dampak merata untuk kesejahteraan rakyat secara luas.

Pertumbuhan sebaiknya di sertai terciptanya lapangan kerja secara masif, terjadi distribusi pendapatan secara relatif merata, dan diversifikasi kegiatan ekonomi: pertanian, perikanan, pariwisata, dan UMKM berkembang pesat.

Baca juga :   "Lapangan Banteng" Top Ekonomi Tumbuh 5,61% : Gubernur BI Keteteran Rupiah Nyungsep Rp 17.400.

Kegiatan ekonomi padat modal, benefit lebih banyak di nikmati perusahaan pemilik modal, investor asing, tidak terjadi distribusi pendapatan yang merata ke masyarakat.

Daerah hanya mendapat Dana Bagi Hasil (DBH) berdasarkan UU No 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Tentu daerah juga mendapat DBH Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Apabila pencairan DBH tertunda bisa menyebabkan kapasitas fiskal daerah yang memang sudah terbatas menjadi semakin ruwet dan ribet. Gaji PPPK pun bisa tertunda atau terganggu.

Kita mengusulkan supaya pemerintah Pusat mempertimbangkan relaksasi Dana Transfer Daerah terutama bagi daerah yang memang melakukan rekrutmen pegawai berdasarkan pertimbangan kebutuhan riil teknokratis bukan politis.

Baca juga :   Menaikkan Gaji atau Tunjangan Kepala Daerah: Mana yang lebih pas?

Kepada daerah juga di minta lebih kreatif dan inovatif mengelola potensi PAD dan BUMD sebagai sumber penerimaan daerah. Karena ada beberapa daerah pertumbuhan ekonominya hanya di bawah 5% tapi tidak mengalami kesulitan fiskal dan gaji pegawai terbayar dengan baik sesuai ketentuan perundangan-undangan yang berlaku.

Semoga gap fiskal daerah semakin ke depan semakin terkelola dengan baik. InsyaAllah.

Penulis:

Baca juga: Saka Bertahan hingga 2031, Gaji Tembus £300 Ribu per Pekan

Berita ini 16 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Opini

11 Tahun KerinciTime Berita Tak Akan Berakhir

Daerah

Pernahkah Anda Bayangkan Apa Yang Terjadi Jika Isis & Anteknya Berkuasa Di Indonesia

Opini

*Pemanfaatan Teknologi Nuklir dalam Upcycling Mikroplastik*

Opini

Rahasia Psikologi Hotel: Mengapa Kamar Penginapan Jarang Memasang Jam Dinding?

Opini

Pengamat Swarna Dwipa Institute (SDI) Frans Immanuel Saragih Puji Komunikasi Politik Sufmi Dasco
Ahmad Heryawan dan Gaya Kepemimpinan Hemat yang Masih Dikenang di Jawa Barat

Opini

Ahmad Heryawan dan Gaya Kepemimpinan Hemat yang Masih Dikenang di Jawa Barat

Opini

Rupiah Melemah, Harga Komoditas Strategis Makin Tinggi: Derita Rakyat Makin Parah
Upaya Mengatasi Mahalnya Plastik

Opini

Upaya Mengatasi Mahalnya Plastik