Home / Artikel

Minggu, 20 Juli 2025 - 22:05 WIB

PERANG (SAUDARA) BERKEPANJANGAN ISRAEL KEGEERAN

koransakti - Penulis

Oleh: DEDI ASIKIN

Koran Sakti.co.id- Alih alih semua orang berharap, perang saudara antara Israel dan Palestina/Arab segera berakhir dengan damai, malah semakin seru dan meluas.

Belakangan Iran turun gelanggang ikut berpartisipasi berbalas balas bom dengan Israel

Iran itu mendukung perjuangan Palestina sejak negara itu (Iran) berevolusi merubah bentuk dari monarki menjadi republik pada tahun 1971.

Sebelumnya, Raja Syah Pahlevi yang berkuasa dari 1941 mendukung Israel. Ayatollah Khamenei memimpin revolusi Iran dan merubah arah dukungan, mendukung Arab/Palestina menentang Israel. Maka kemarin bom bom nuclear Iran memporak porandakan Israel. Lumayan telak dan membuat PM Israel Benjamin Netanyahu terdesak.

Dibawah tekanan rakyatnya yang mendesak untuk berhenti perang, Netanyahpun melapor kepada bossnya presiden Amerika Donald Trump. Apalagi kalau bukan minta bantuan dan perlindungan.

Meski sudah merasa pusing, Amerika tetap akan membantu dan melindungi anak asuhnya itu.

Amrik harus tetap mengawal Israel agar tetap dapat menguasai Arab dengan ladang minyaknya.

Walhasil itu perang (saudara) akan terus berkepanjangan.

Nek diingat ingat itu perang jika dihitung dari 1948 saja sudah hampir 100 tahun. Padahal sesungguhnya konflik mereka sudah mulai ribuan tahun.

Sesungguhnya mereka itu bersaudara. Satu ayah misah ibu.

Palestina itu keturunan nabi Ibrahim dari Siti Hajar sedang Bani Israel keturunan nabi Ibrahim dari isteri pertamanya, Siti Sarah. Dari isteri pertama itu Ibrahim terlambat punya anak bernama Ishak. Ishak punya anak bernama Yacob yang juga bernama Israel. Yacob menurunkan 12 anak dari 4 orang isteri.

Dua belas anak itu menjadi klan atau faksi Bani Israel.

Dalam kitab perjanjian lama disebutkan Allah berjanji, akan memberikan lahan (tanah) untuk keturunan nabi Ibrahim. Tanah itu dikenal dengan nama Kan’an. Wilayah Kan’an kuno itu sekarang meliputi negara Libanon, Yordania, Suriah dan wilayah yang sekarang diduduki Israel dan Palestina. Selain itu juga sedikit wilayah Mesir bagian Timur.

Dalam sejarahnya bani Israel itu sejak zaman kuno terpencar dan terdampar di hampir seluruh negara di dunia. Apa yang mereka alami terjadi. Ada hal yang terjadi konflik dengan negara dan bangsa bangsa lain. Ada juga yang dianggap merupakan hukuman atau peringatan dari Allah.

Baca juga :   PBB Kembali Jatuhkan Sanksi Berat untuk Iran Terkait Program Nuklir

Soal janji Allah dalam kitab perjanjian lama itu sesungguhnya ada kalimat berikutnya (tambahan). Allah memberikan tanah Kan’an itu dengan catatan untuk keturunan Nabi Ibrahim yang patuh dan taat pada perintah Allah.

Nah Bani Israel itu alih alih patuh malah membikin quil dan menyembah berhala. Banyak nabi dan rasul nabi dan rosul yang diangkat Allah untuk membina bani Israel tidak berhasil. Yang terjadi beberapa diantara mereka (nabi itu) malah dibunuh.

Didalam alq’uran memang Allah tidak secara implisit menyebut nama nama Nabi yang dibunuh bani Israel itu. Tetapi beberapa ahli tafsir seperti al Baidhawi menyebut nama Zakaria, Yahya, Iyasa dan Jeremia

Mereka ( bani Israel) juga mengejar ngejar nabi Isya putra Maryam dan menyebutnya telah membunuhnya ditiang salib.

Tetapi Allah telah membantah pengakuan mereka itu.

Dalam surat An Nisa 157 Allah menyebut Isa itu telah disempurnakan dan diangkat ke Arasy (langit ke 7) dekat singgasana Allah.

Jadi bukan dibunuh atau disalib bani Israel.

Untuk perbuatan ingkarnya Allah telah memberi peringatan atau hukuman kepada Bani Israel.

Sekitar abad 14 sebelum masehi, Allah telah menurunkan bencana kekeringan atas tanah yang dihuni bani Israel (sebagian lahan tanah Kan’an ). Lalu mereka, Nani Israel, terpaksa eksodus mengungsi ke Mesir. Dalam rombongan itu ikut serta pula nabi Yacob biang yang menurunkan mereka.

Kebetulan di Mesir ada saudara mereka, nabi Yusuf yang kebetulan sedang dipercaya Fir’aun (raja Mesir ) menjadi Bendahara Kerajaan.

Selama ada (nabi) Yusuf, mereka bani Israel bisa hidup tenang dan diperlakukan dengan baik.

Tetapi setelah nabi Yusuf wafat , mereka diperlakukan dengan tidak baik dan dianggap budak budak belian.

Melihat penderitaan bani Israel itu Allah masih berbaik hati.

Diperintahkanlah nabi Musa dan adiknya, Harun untuk mengawal bani Israel itu pulang ke tanah Arab ( Kan’an ).

Ingatlah pada peristiwa laut Merah yang terbelah setelah atas mukjizat Allah dipukul dengan tongkat nabi Musa.

Baca juga :   7 Minuman Sehat Penurun Asam Lambung: Segar, Aman, dan Bikin Perut Nyaman

Peristiwa itu berkelindan dengan pulkam ( palang kampung)nya sekitar 600 ribu bani Israel dari negara Mesir.

Tapi pertolongan Allah itu tidak membuat bangsa Israel berubah sikap. Mereka tetap menentang Allah . Bahkan jumlah nabi yang diangkat Allah dari golongannya yang dibunuh semakin banyak. Beberapa ulama tafsir menyebut ada 70 orang. Wallahu alam.

Allah kemudian memberikan peringatan lagi kepada mereka. Tahun 536 (sebelum masehi), mereka diserang dan dihancurkan tentara raja Nebukad Nezar II dari Babilonia (sekarang Irak).

Mereka terusir kembali. Tak hanya ke Babilonia tapi tersebar ke hampir seluruh negara di dunia.

Di Indonesia sendiri; katanya ada sekitar 500 orang yang dikenal sebagai orang Yahudi.

Zionosme gerakan pulang kampung Tahun 1897 terjadi gerakan yang disebut zionosme Gerakan itu dipelopori Theodor Herbal. Dia itu seorang wartawan dan aktivis politik Yahudi di Austria-hongaria.

Zionosme itu dideklarasikan di Basel Swiss. Waktu itu juga berdiri organisasi zionosme Israil se dunia. Zionosme diambil dari kata Zion nama sebuah bukit yerusalem yang dihuni orang Arab/Palestina.

Tujuan sesungguhnya selain mengembalikan bani Israel yang tersebar di hampir seluruh negara adalah mendirikan negara Israel di tanah yang dijanjikan (Kan’an) yang mereka sebut sebagai tanah Israil. Tanggal 14 Mei 1948 mereka mendeklarasikan berdirinya negara Israel dengan ibu kota Tel Aviv. Sementara Yerusalem yang kemudian diklaim sebagai ibu kota Israel, masih dikuasai bangsa Arab/Palestina .

Menariknya setahun kemudian, tanggal 11 Mei 1949 Majelis Umum PBB mengakui keberadaan negara itu sekaligus menjadi anggota PBB melalui resolusi PBB No.A./RES(III)1949.

Menariknya lagi ke 5 negara anggota tetap dan pemilik hak veto mengakui keberadaan negara Israel. Dilain pihak negara Palestina yang didukung beberapa negara Arab menolak habis habisan.

Sejak itulah perang (saudara) itu pecah secara terbuka dan tak berkesudahan.

Israel tetap ingin kembali ke kampung halaman, tanah Israel. Tanah Kan’an yang dijanjikan Tuhan.

Lupa mereka bahwa Allah memberikan Kan’an itu, hanya untuk keturunan nabi Ibrahim yang taat kepada Allah. Kegeeran mereka.***

Berita ini 42 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Sahur Pertama Pas Libur Imlek? Cobain 3 Resep "Chinese Food" Halal & Praktis Ini. Cuma 10 Menit, Perut Nyaman & Gak Bikin Haus Seharian!

Artikel

Sahur Pertama Pas Libur Imlek? Cobain 3 Resep “Chinese Food” Halal & Praktis Ini. Cuma 10 Menit, Perut Nyaman & Gak Bikin Haus Seharian!

Artikel

DIJUAL KAPLING LANGIT SUDAH ADA HGB….HAHAHA 
Pojok Sains: Kenapa Kita Tidak Bisa Menggelitik Diri Sendiri? (Padahal Kalau Orang Lain yang Lakukan Geli Banget!)

Artikel

Pojok Sains: Kenapa Kita Tidak Bisa Menggelitik Diri Sendiri? (Padahal Kalau Orang Lain yang Lakukan Geli Banget!)
H-2 Valentine! Ide Bisnis "Sistem Kebut Semalam" Modal 20 Ribu: Jualan Buket Snack yang Laris Manis. Gamers Juga Bisa Ikutan Cuan!

Artikel

H-2 Valentine! Ide Bisnis “Sistem Kebut Semalam” Modal 20 Ribu: Jualan Buket Snack yang Laris Manis. Gamers Juga Bisa Ikutan Cuan!

Artikel

CERITA YANG UNIK DAN MENARIK SEPUTAR MERAIH PREDIKAT MABRUR

Artikel

BARU PIAWAI MENGHEMAT BELUM PINTAR MENDAPAT, AWAS MEMANGKAS ANGGARAN PENDIDIKAN MELANGGAR UUD 1945.
Paket Lengkap! 30+ Ucapan Imlek 2577 & Menyambut Ramadhan 1447 H (2026): Cocok Buat Status WA, Grup Keluarga, dan Caption Instagram

Artikel

Paket Lengkap! 30+ Ucapan Imlek 2577 & Menyambut Ramadhan 1447 H (2026): Cocok Buat Status WA, Grup Keluarga, dan Caption Instagram

Artikel

KDM DAN MANG IHIN CIRI SABUMI CARA SADESA JAWADAH TUTUNG BIRITNA