Home / Daerah / Hukum

Rabu, 3 Desember 2025 - 18:16 WIB

Sidang Praperadilan dr Ratna: Upaya Damai dan Kompensasi

koransakti - Penulis

koransakti.co.id, Pangkalpinang- Sidang praperadilan perkara yang di ajukan dr Ratna Setia Asih kembali di gelar pada Rabu (3/12/2025) di ruang Cakra Pengadilan Negeri Pangkalpinang.

Sidang yang di pimpin Hakim Tunggal Dewi Sulistiarini SH ini memasuki agenda pembuktian dan pemeriksaan saksi dari pihak termohon, yakni Polda Kepulauan Bangka Belitung, setelah sebelumnya majelis mendengar jawaban termohon pada sidang sebelumnya.

Persidangan di mulai sekitar pukul 09.40 WIB dan langsung memunculkan perkembangan menarik.

*Yanto, ayah mendiang Aldo*, hadir sebagai saksi termohon dan memberikan sejumlah keterangan penting terkait proses mediasi dan upaya *restorative justice* (RJ) yang sempat di tempuh sebelum perkara ini bergulir ke ranah pidana.

Di hadapan hakim, ia mengakui bahwa pihaknya dan keluarga dokter Ratna sudah beberapa kali berusaha menempuh jalur damai.

“Ada tiga kali upaya RJ dilakukan. Termasuk Pak Aji, suami dokter Ratna, yang beberapa kali menawarkan kompensasi perdamaian. Katanya, ‘silakan Bapak minta apa kepada kami, asal jangan minta pesawat saja,’’ ungkapnya dalam persidangan.

Baca juga :   Penetapan Tersangka dr Ratna Disorot Organisasi Profesi

Ia juga menjelaskan bahwa dalam proses tersebut, pihak keluarga  sempat menyampaikan kesediaan memberikan kompensasi berupa *Rp150 juta serta biaya pendidikan bulanan untuk adik Aldo* sebagai bagian dari itikad baik untuk menyelesaikan perkara secara kekeluargaan.

Namun suasana sidang semakin memanas ketika kuasa hukum pemohon, *dr Agus Ariyanto SH MH*, mempertanyakan isu mengenai permintaan kompensasi sebesar *Rp2,8 miliar* oleh pihak keluarga Aldo.

Baca juga:Dokter Ratna Setia Asih Gugat Pasal 307 UU Kesehatan ke MK

Menanggapi hal tersebut, Yanto tidak membantah bahwa angka itu memang pernah di sampaikannya setelah ia berkonsultasi dengan pengacara pribadinya, Andi Kusuma.

Baca juga :   Wanita Cantik Berinisial EL dan 4 Temannya Ditangkap Polres Sumenep, Bawa 13,06 Gram Sabu-Sabu

*“Rp2,8 miliar itu untuk biaya pendidikan adik-adik Aldo, membangun masjid sebagai cita-cita almarhum Aldo, dan kebutuhan lainnya. Tapi setelah saya di tuduh meminta uang sebanyak itu, saya bertekad tidak mau lagi dana kompensasi perdamaian,”* ujar Yanto tegas.

Keterangan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian upaya pemohon untuk membuktikan bahwa proses penetapan tersangka terhadap dr Ratna Setia Asih di duga mengandung kejanggalan, termasuk soal dinamika mediasi yang sebelumnya telah di tempuh namun tidak mencapai kesepakatan.

Sidang praperadilan ini akan terus berlanjut dengan agenda berikutnya sesuai penetapan hakim.

Perkara dr Ratna sendiri menjadi sorotan publik lantaran diduga berkaitan dengan dugaan kriminalisasi terhadap tenaga kesehatan, sebagaimana di suarakan oleh sejumlah organisasi profesi medis dalam beberapa pekan terakhir. (KBO Babel)

Berita ini 64 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Advetorial

Pemkot Sungai Penuh Raih WTP Dari BPK RI

Hukum

Mengaku “Satgas Perampasan Aset”, Sindikat Ini Bobol Bank BNI Rp204 Miliar

Jambi

Dukung Percepatan Program Ketahanan Pangan, Danrem 042/Gapu Tinjau Lokasi OPLA

Jambi

Polsek Jambi Timur Bersama Bhayangkari Menggelar Bagi Takjil Gratis

Jambi

Walikota Alfin Lakukan MoU dengan Kejati Jambi

Kerinci

Kapolres Kerinci Beri Apresiasi Pada Anggota ASN Polri Memasuki Masa Purna Bhakti.

Advetorial

Wako Ahmadi Safari Ramadhan & Silaturahmi bersama Masyarakat 3 Desa Koto Lolo

Dinamika

LSM Brajo Sakti Kembali Aksi di Kejari Sekaligus Penyerahan Surat Laporan