koransakti.co.id – Sebuah studi terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap salah satu alasan utama mengapa banyak orang berhenti menggunakan alat kontrasepsi meskipun masih membutuhkannya: dampak negatif terhadap kehidupan seksual mereka.
Laporan yang dipublikasikan pada Jumat (26/9/2025) ini menemukan bahwa sekitar 1 dari 20 orang (sekitar 5%) menghentikan penggunaan kontrasepsi karena alasan tersebut. Temuan ini menyoroti adanya “mata rantai yang hilang” dalam program keluarga berencana dan kesehatan seksual di seluruh dunia.
Libido Menurun hingga Rasa Tidak Nyaman
Tinjauan sistematis yang menganalisis 64 studi dengan lebih dari 125.000 peserta ini merinci berbagai keluhan yang dialami pengguna, di antaranya:
- Penurunan libido (gairah seksual)
- Rasa tidak nyaman saat berhubungan intim
- Kekhawatiran tentang pengalaman seksual pasangan
Studi ini juga menemukan bahwa keluhan-keluhan tersebut terjadi pada pengguna berbagai jenis kontrasepsi, baik metode hormonal maupun non-hormonal, tanpa perbedaan yang signifikan.
Isu yang Sering Diabaikan
Meskipun keluhan ini sering terjadi, efek samping seksual jarang sekali dibahas dalam penelitian klinis maupun oleh tenaga kesehatan saat memberikan konseling kepada pasien.
“Kemampuan untuk menikmati hubungan seks tanpa rasa takut akan kehamilan yang tidak diinginkan adalah alasan utama orang menggunakan kontrasepsi,” kata Dr. Pascale Allotey, Direktur Kesehatan Seksual dan Reproduksi di WHO. “Temuan ini menggarisbawahi pentingnya mempertimbangkan kepuasan seksual dalam mendukung keberhasilan penggunaan kontrasepsi.”
Rekomendasi untuk Pelayanan yang Lebih Baik
Untuk mengatasi masalah ini, studi tersebut merekomendasikan beberapa langkah kunci, antara lain:
- Menormalkan percakapan tentang seks selama konseling kontrasepsi.
- Mengintegrasikan aspek penerimaan seksual ke dalam panduan keluarga berencana.
- Melatih penyedia layanan kesehatan untuk mengenali dan mengatasi efek samping seksual, serta menawarkan solusi praktis (misalnya, pelumas untuk metode yang menyebabkan kekeringan).
- Memasukkan kesejahteraan seksual dalam penelitian dan pengembangan produk kontrasepsi.
WHO menegaskan bahwa dengan memenuhi kebutuhan kontrasepsi secara global—termasuk memastikan kepuasan pengguna—angka kematian ibu dapat turun hingga 35% dan kehamilan yang tidak diinginkan dapat berkurang secara drastis.
baca juga Pidato Prabowo di PBB Tuai Pujian, Penulis Pidato SBY: Bangga dan Terharu – Koran Sakti















