Home / Artikel

Rabu, 23 April 2025 - 04:15 WIB

WALIKOTA KAYA RAYA BANYAK RAKYAT MASIH SENGSARA 

koransakti - Penulis

Oleh : Dedi Asikin

Koran Sakti.co.id- Ivan Alfarizi Ramadan sudah sebulan menjabat walikota Tasikmalaya.

Belum ada gebrakan nyata. Dia dan wakilnya Dicky Chandra masih berkutat pada pembenahan aparat. Banyak jabatan kosong dan masih PLT.

Padahal ada masalah krusial yang dihadapi kota santri itu.

Angka kemiskinan yang masih tinggi (11,28%).

Tasik menempati urutan ke 3 setelah Indramayu dan Kuningan. Standar kemiskinan kota itu, tahun 2024 adalah Rp.565.337,- perkapita perbulan.

Artinya orang yang penghasilannya kurang dari itu termasuk orang miskin.

Bahkan di kota yang gemerlap itu, juga masih ada angka kemiskinan extreme, sekitar 15.000 orang.

Kemiskinan extreme itu adalah mereka yang tidak memiliki penghasilan yang mencukupi untuk biaya hidup sehari.

Tidak memiliki akses pendidikan, kesehatan, air bersih dan sanitasi. Tinggal di rutulahu (rumah tidak layak huni).

Ironis memang, apalagi jika dibandingkan dengan walikota dan wakil walikota.

Baca juga :   Dandim 0417/Kerinci Tinjau Langsung Kesiapan Posko Pengamanan Mudik Lebaran 

Dua duanya terbilang kaya raya.

Wakil walikota Dicky Chandra memiliki kekayaan sekitar Rp.3 milyar. Sedang walikota Ivan Alfarizi punya pundi pundi Rp.10,6 milyar.

Kemenangan mereka dalam pilkada 27 Nopember 2024 juga ditenggarai kerena mereka punya infrastruktur politik dan duit. Ivan itu politisi partai Gerindra yang jaya di Tasikmalaya, baik dikota maupun di kabupaten. Sebelum nyalon walikota dia adalah anggota DPRD Jawa Barat dari Gerindra.

Ivan kaya raya kerena dia Direktur bus Primajasa yang katanya punya 1.500 armada.

Sementara Primajasa adalah punya pamannya H. Amir Mahfud, putra begawan bus Indonesia, Mayasari grup , Haji Engkud Mahfud.

Haji Amir Mahfud yang akrab disapa kang Aming juga menjabat ketua DPD partai Gerindra Jawa Barat. Jadi Ivan Alfarizi memiliki dukungan yang signifikan, duit dan politik.

Nah yang harus segera ditata dan menjadi langkah utama Ivan- Dicky adalah membangun ekonomi yang berorientasi kepada pengentasan kemiskinan.

Baca juga :   Sekali melanggar menyesal 70 tahun lalu TOBAT 300 Tahun 

Sebaiknya mereka tidak berorientasi kepada bidang industri dan perdagangan. Jika itu yang dilakukan artinya, maaf maaf kata, sorry sorry to say, memberdayakan babah heula, bukan rakyat jelata.

Jadi yang harus dilirik adalah sektor pertanian.

Sesungguhnya dikota itu masif tersedia lahan di beberapa kecamatan, misalnya Mangkubumi, Tamansari dan Kawalu yang masih bisa dikembangkan sektor pertanian. Mungkin bukan pertanian konvensional. Bisa dicoba sistim hidroponik. Tanam gantung atau dengan pipa paralon. Cara itu bisa ngirit lahan dan air.

Di Jepang sistim itu sangat sukses.

Katanya, wallahu alam bishowab, ada tanaman tomat satu dapur bisa menghasilkan 250 kg Nah Ivan- Dicky harus segera memberdayakan rakyat miskin agar segera keluar dari stigma ” walikota kaya raya, tapi banyak rakyat sengsara. Gak elok itu mah pak wali.***

Berita ini 81 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

PLTN dan Masa Depan yang Lebih Terang

Artikel

Xiaomi 15T dan 15T Pro Resmi Diumumkan: Bawa Layar dan Baterai Lebih Besar
Awas Kebablasan Mentang-mentang Besok Libur! Cek Jadwal Imsak & Subuh Sabtu 21 Februari 2026 (Jabodetabek). Pasang Alarm Sekarang!

Agama

Awas Kebablasan Mentang-mentang Besok Libur! Cek Jadwal Imsak & Subuh Sabtu 21 Februari 2026 (Jabodetabek). Pasang Alarm Sekarang!

Artikel

MAKAN BERGIZI GRATIS GITU AJA REPOT 

Artikel

Mitos vs. Fakta: Cara Charge HP yang Benar Agar Baterai Awet

Artikel

WARTAWAN DI ANTARA (PEJABAT) YANG RAMAH DAN MARAH

Artikel

Malaka Menjelma Menjadi Sentra Berobat Orang Indonesia
Benarkah Madu Tidak Bisa Basi? Makanan Firaun yang Masih Bisa Dimakan Setelah 3.000 Tahun

Artikel

Kenapa Madu Tidak Bisa Basi (Awet Selamanya)? Kenalan dengan H2O2, Zat Pengawet Buatan Lebah!