Home / Nasional / Peristiwa / Transportasi

Kamis, 3 Juli 2025 - 20:33 WIB

KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali: 6 Tewas & 30 Orang Hilang

koransakti - Penulis

Kecelakaan laut kembali terjadi di Selat Bali. Kapal feri KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam pada Rabu malam, 2 Juli 2025, sekitar pukul 23.20 WIB, saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Feri yang mengangkut 53 penumpang dan 12 kru itu dilaporkan mulai miring 25 menit setelah berangkat, diduga akibat kebocoran di ruang mesin yang diperparah oleh kondisi cuaca buruk. Kapal akhirnya tenggelam sepenuhnya hanya dalam waktu singkat.


⚠️ Korban Jiwa & Proses Evakuasi

Hingga Kamis pagi, tim SAR berhasil menyelamatkan 31 orang, sementara setidaknya 6 orang dinyatakan tewas, termasuk seorang ibu dan balitanya. Lebih dari 30 penumpang lainnya masih dinyatakan hilang.

Baca juga :   Warga Sipil Gugat Wapres Gibran ke PN Jakpus, Persoalkan Syarat Pendaftaran Cawapres

Tim gabungan dari Basarnas, TNI AL, Polairud, serta nelayan lokal terus melakukan pencarian hingga hari ini. Helikopter dan drone pemantau juga dikerahkan untuk membantu pencarian di sekitar titik koordinat tenggelamnya kapal.


🌊 Faktor Cuaca Jadi Pemicu

Berdasarkan keterangan dari BMKG dan Basarnas, malam itu gelombang laut mencapai 2,5 meter dengan angin kencang dan jarak pandang terbatas. Faktor cuaca ini dianggap sebagai penyebab utama kegagalan kapal untuk bertahan.

Pihak Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa investigasi lanjutan tengah dilakukan, termasuk pengecekan sertifikat laik laut dan kelengkapan alat keselamatan kapal.

Baca juga :   Kalender Mei 2026 Lengkap: Cek Daftar Tanggal Merah, Cuti Bersama, dan Libur Panjang


Model arus laut di perairan Ketapang-Gilimanuk, Selat Bali, Laut Bali pada 29 Juni 2021 (ANTARA/HO-KKP/Widodo S Pranowo dan Erish Widjanarko)

🧭 Tanggapan Pemerintah & Rencana Tindak Lanjut

Presiden Prabowo Subianto secara resmi menginstruksikan percepatan operasi pencarian korban dan meminta Kemenhub serta KNKT melakukan evaluasi menyeluruh atas standar keselamatan kapal penyeberangan di Selat Bali.

Menteri Perhubungan juga menekankan pentingnya audit keselamatan terhadap semua armada yang melayani rute Jawa-Bali, termasuk sistem evakuasi dan pelatihan kru kapal dalam menghadapi kondisi darurat.

Berita ini 91 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

TB Hasanuddin Soroti Bandara IMIP: ‘Negara Tidak Boleh Lengah

Nasional

Pendaftaran Koperasi Desa Merah Putih 2026: Cek Jadwal, Formasi, dan Cara Daftar

Jambi

Empat LSM Geruduk Kantor BBTNKS, Desak Transparansi dan Penindakan Tegas PETI di Kawasan TNKS
MPR Berhentikan Juri dan MC LCC Empat Pilar Kalbar Buntut Kontroversi Penilaian BPK

Pendidikan

MPR Berhentikan Juri dan MC LCC Empat Pilar Kalbar Buntut Kontroversi Penilaian Babak Final

Kesehatan

Prabowo Tanggapi Kasus Keracunan MBG: Ini Masalah Besar, Akan Kita Selesaikan

Jakarta

Inklusif dan Berlisensi Resmi, LSP Musik Indonesia Gelar Sertifikasi Gratis Bagi Musisi Difabel

Daerah

Dana MBG Belum Cair, Dua Dapur di Polewali Mandar Hentikan Operasional

Bandung

Memperingati HPN Tahun 2024, Jurnalis Independen Bersatu Gelar Dialog Pembangunan Bangsa