Oleh : Dedi Asikin, (Wartawan pengamat dan aktivis Sosial)
Koran Sakti.co.id- Suku Sunda itu jumlahnya cukup banyak. Merupakan penduduk terbesar kedua setelah suku Jawa. Menurut hasil sensus BPS 2010 ada 4,7 juta atau sekitar 15,5 % dari jumlahnya penduduk seluruh Indonesia. Mereka tersebar menduduki hampir seluruh Provinsi Jawa Barat, Banten dan Jakarta Raya. Bahkan sebagian kecil ada di bagian barat provinsi Jawa Tengah
Penduduk kecamatan Dayeuhluhur kabupaten Cilacap sehari hari bercakap dalam bahasa Sunda, lancar dan Pasih. Nenek moyang mereka sejak lama nurunkan budaya dan kearifan lokal yang disebut babasan. Babasan itu ungkapan, kiasan, pribahasa atau siloka yang diwariskan secara turun temurun. Sejak kapan dan oleh siapa tak ada data pasti. Lagian Google atau AI (Afirmatif Intelegensi) atau kecerdasan buatan tidak mencatat data atau peristiwa yang terjadi sebelum masuk teknologi digital.
BABASAN itu ternyata tidak begitu hidup dan dipahami oleh anak cucu sebagai pewaris budaya dan kearifan lokal itu. Cucu yang SMP bahkan SMA sering plangak plongok jika ditanya babasan, pribahasa atau siloka Sunda.
Sedikit memprihatinkan memang. Banyaknya babasan itu tidak diketahui dengan pasti jumlahnya selalu berubah dan bertambah. Ada versi yang mengatakan 183, tapi versi lain yang menurut perpustakaan SMAN Astanjapura kabupaten Cirebon mencatat 1330.















