Home / Hukum / Internasional / Peristiwa / Politik

Jumat, 19 September 2025 - 01:44 WIB

Lawan Teori Konspirasi, Presiden Prancis dan Istri Akan Serahkan Bukti Ilmiah ke Pengadilan AS

koransakti - Penulis

Presiden Prancis Emmanuel Macron dan istrinya, Brigitte Macron. Mereka akan menyajikan bukti ilmiah ke pengadilan AS untuk melawan teori konspirasi yang disebarkan oleh influencer Candace Owens. (Sumber: Getty Images)

Presiden Prancis Emmanuel Macron dan istrinya, Brigitte Macron. Mereka akan menyajikan bukti ilmiah ke pengadilan AS untuk melawan teori konspirasi yang disebarkan oleh influencer Candace Owens. (Sumber: Getty Images)

Presiden Prancis Emmanuel Macron dan istrinya, Brigitte Macron, mengambil langkah hukum yang tidak biasa. Mereka berencana untuk menyajikan bukti fotografis dan ilmiah di pengadilan Amerika Serikat untuk membuktikan bahwa Ibu Negara Brigitte Macron adalah seorang perempuan.

Langkah ini merupakan bagian dari gugatan pencemaran nama baik yang mereka layangkan terhadap seorang influencer sayap kanan asal AS, Candace Owens. Owens secara terang-terangan dan berulang kali mempromosikan teori konspirasi bahwa Brigitte Macron terlahir sebagai seorang laki-laki.

Tudingan yang “Sangat Menyakitkan”

Pengacara pasangan Macron, Tom Clare, mengatakan bahwa tudingan yang tidak berdasar ini “sangat menyakitkan” bagi Brigitte Macron. Selain itu, isu ini juga menjadi “gangguan” bagi Presiden Macron dalam menjalankan tugas kenegaraannya.

Baca juga :   WHO: Kematian Akibat Kolera Melonjak 50 Persen, Krisis Global Berlanjut

“Ini adalah proses yang harus ia jalani di depan umum. Tapi ia bersedia melakukannya. Ia bertekad kuat untuk melakukan apa yang diperlukan untuk meluruskan semuanya,” kata Clare kepada podcast BBC, Fame Under Fire.

Clare menegaskan bahwa mereka akan menyajikan “kesaksian ahli yang bersifat ilmiah” untuk membuktikan bahwa tuduhan tersebut sepenuhnya salah. Saat ditanya apakah mereka akan menyertakan foto-foto Brigitte saat hamil, sang pengacara mengonfirmasi bahwa bukti-bukti tersebut ada dan akan dipresentasikan di pengadilan.

Berawal dari Konspirasi di Internet

Tuduhan bahwa Brigitte Macron adalah seorang transgender pertama kali muncul di kalangan fringe di internet pada tahun 2021 melalui sebuah video YouTube. Pasangan Macron sebenarnya telah memenangkan kasus pencemaran nama baik di Prancis terhadap penyebar awal rumor ini pada tahun 2024. Namun, putusan tersebut dibatalkan di tingkat banding atas dasar kebebasan berekspresi.

Baca juga :   Diduga Rekapitulasi Suara di  Kecamatan Gunung Raya Terjadi Kecurangan

Kini, mereka membawa pertarungan hukum ini ke Amerika Serikat, menargetkan Candace Owens yang memiliki jutaan pengikut di media sosial.

Pihak Owens telah merespons dengan mengajukan mosi untuk menolak gugatan tersebut, dengan alasan bahwa kasus ini tidak seharusnya diajukan di negara bagian Delaware.

Berita ini 69 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Politik

Punya Visi dan Misi Yang Jelas, Messy Kader Golkar Ajak Masyarakat Pilih AZ-FER 

Hukum

Tangis dan Amarah Istri Warnai Sidang Pembunuhan Wartawan Adityawarman

Internasional

Indonesia Kirim 10 Truk Berisi 15.000 Paket Bantuan untuk Warga Gaza

Karier

Letjen Yudi Abrimantyo Mundur dari Kabais TNI, Imbas Kasus Air Keras Aktivis

Daerah

Paslon Merdeka Latih 350 Saksi, Siap Kawal Suara di Pilkada Ulang Pangkalpinang 2025

Daerah

8 Rakit Tambang Emas Ilegal di Sungai Kuantan Dimusnahkan Polisi

Peristiwa

Diduga Curi Sawit, Warga Air Panas Sungai Bengkal Dilaporkan ke Polda Jambi

Hukum

Widya Gugat Ulang, Minta Tempat Dikosongkan