Home / Hukum / Nasional / Pemerintahan / Peristiwa

Senin, 6 Oktober 2025 - 14:52 WIB

Tragedi Al Khoziny Jadi Alarm, AHY Akan Tindak Tegas Ponpes Tanpa Izin Bangunan

koransakti - Penulis

Alat berat dikerahkan untuk mempercepat evakuasi korban dan pembersihan puing bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo. (Sumber: Dokumentasi BNPB)

Alat berat dikerahkan untuk mempercepat evakuasi korban dan pembersihan puing bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo. (Sumber: Dokumentasi BNPB)

koransakti.co.id – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan akan menindak tegas pondok pesantren (ponpes) yang tidak mengantongi izin bangunan berupa Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Langkah ini diambil sebagai respons atas tragedi ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo yang menelan puluhan korban jiwa.

AHY menegaskan bahwa insiden ini harus menjadi pelajaran serius agar standar keamanan bangunan, terutama fasilitas publik, dipatuhi secara ketat.

Hanya 50 dari 42.433 Ponpes yang Punya Izin

Pernyataan AHY ini menyusul data mengejutkan yang diungkap oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo. Menurutnya, dari total 42.433 ponpes yang terdata di Kementerian Agama, hanya 50 ponpes di seluruh Indonesia yang tercatat memiliki PBG (sebelumnya dikenal sebagai Izin Mendirikan Bangunan/IMB).

Baca juga :   Joel Bahar Dan Heru BosBro Adakan Open Casting Online Untuk Film "Mencari Mangsa" 

Fakta bahwa mayoritas fasilitas pendidikan keagamaan yang menampung ribuan nyawa dibangun tanpa dokumen legalitas dan persetujuan teknis ini menjadi alarm nasional.

“Ke depan, bersama-sama dengan semua kalangan, Kementerian PU, dan pemerintah daerah, kami akan berusaha menertibkan, meyakinkan bahwa bangunan infrastruktur seperti sekolah, pondok pesantren, dan rumah sakit memiliki kekuatan dan aman,” kata AHY di Jakarta, Senin (6/10/2025).

Penegakan Standar Konstruksi Menjadi Fokus

AHY menyampaikan duka mendalam atas tragedi di Ponpes Al Khoziny dan menyebutnya sebagai “sesuatu yang sangat serius”. Menurutnya, pemerintah sejak awal fokus pada penyelamatan korban, namun kondisi bangunan yang parah mempersulit proses evakuasi.

Baca juga :   MTQ ke-IV Desa Sungai Jernih : Generasi Qur'ani & Peringatan Maulid Nabi 

Insiden ini, kata AHY, menunjukkan betapa pentingnya penegakan standar operasional prosedur (SOP) dalam konstruksi.

“Jangan sampai kita abai dan tidak mematuhi. SOP itu ada karena memang sudah menjadi hasil riset dan terbukti (pentingnya),” ucap AHY.

PBG sendiri merupakan dokumen hukum yang memastikan kelayakan desain sebuah bangunan dari berbagai aspek, termasuk keselamatan struktural, arsitektural, mekanikal, hingga elektrikal, sesuai dengan UU Cipta Kerja dan peraturan turunannya.

Berita ini 40 kali dibaca

Share :

Baca Juga

TNI AL Targetkan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Tiba Sebelum HUT TNI 2026

Nasional

TNI AL Targetkan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Tiba Sebelum HUT TNI 2026

Peristiwa

Berduaan dalam Ruangan Terkunci, Integritas Direktur RSUD Dipertanyakan

Nasional

Joel Bahar Dan Heru BosBro Adakan Open Casting Online Untuk Film “Mencari Mangsa” 

Peristiwa

Dandim 0417/Kerinci Hadiri Apel Besar Hari Pramuka ke-64 Tahun 2025 di Kota Sungai Penuh

Advetorial

Kades Sungai Jernih Salurkan Bantuan Tas dan Buku untuk Siswa Kurang Mampu

Pemerintahan

Menko Polkam: IKN akan menjadi Kebanggaan Kita Semua

Jakarta

Diterima Dewan Pers, PJS Konsultasi Pendaftaran Konstituen

Pemerintahan

Wako Alfin dan Azhar Hamzah Sampaikan Pidato Perdana dihadapan Dewan