koransakti.co.id – Belajar dari kompleksnya pengambilan keputusan selama pandemi COVID-19, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meluncurkan sebuah panduan baru yang pertama di dunia. Panduan yang dinamakan PHSM Decision Navigator ini dirancang khusus untuk membantu pemerintah dalam membuat keputusan sulit terkait kebijakan kesehatan masyarakat dan sosial (Public Health and Social Measures – PHSM).
PHSM mencakup berbagai tindakan non-farmasi seperti karantina, isolasi, penggunaan masker, pembatasan perjalanan, dan penutupan sekolah atau tempat kerja.
Mengapa Pengambilan Keputusan PHSM Sangat Sulit?
WHO mengakui bahwa selama krisis kesehatan yang berkembang pesat, para pemimpin seringkali harus mengambil keputusan krusial di tengah informasi yang tidak lengkap dan tekanan publik serta politik yang sangat besar.
Pemerintah dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit, misalnya antara kebijakan yang efektif namun mengganggu tatanan sosial, atau kebijakan yang bermanfaat bagi kesehatan publik namun merugikan ekonomi. Tantangan inilah yang mendorong WHO untuk menciptakan sebuah kerangka kerja yang sistematis.
Apa yang Ditawarkan PHSM Decision Navigator?
PHSM Decision Navigator menyediakan pendekatan yang terstruktur, berbasis bukti, dan mempertimbangkan risiko untuk membantu pemerintah merancang, menyeimbangkan, dan mengadaptasi kebijakan PHSM. Secara spesifik, panduan ini membantu para pengambil keputusan untuk:
- Menjembatani bukti ilmiah dengan tindakan nyata di lapangan.
- Menyeimbangkan manfaat kesehatan dengan konsekuensi negatif yang mungkin timbul.
- Memperkuat pertimbangan etis dan memastikan kebijakan yang adil.
- Meningkatkan kemampuan adaptasi dalam situasi yang dinamis dan penuh ketidakpastian.
Bisa Digunakan untuk Semua Ancaman Kesehatan
Panduan ini bersifat “threat-agnostic”, yang berarti tidak hanya dirancang untuk pandemi COVID-19, tetapi dapat digunakan untuk berbagai jenis darurat kesehatan di masa depan. Kerangka kerjanya yang fleksibel dapat diterapkan pada wabah penyakit menular apa pun.
WHO mendorong para pembuat kebijakan dan otoritas kesehatan di seluruh dunia untuk mempelajari Navigator ini dan mengintegrasikannya ke dalam rencana kesiapsiagaan dan respons darurat mereka. Dengan demikian, diharapkan di masa depan, setiap keputusan yang diambil dapat melindungi nyawa sekaligus menjaga keberlangsungan hidup masyarakat secara lebih baik.
baca juga WHO Luncurkan Forum Uji Klinis Global, Indonesia Masuk Jajaran Anggota Pendiri – Koran Sakti















