Home / Nasional / Pemerintahan / Politik

Kamis, 9 Oktober 2025 - 11:49 WIB

Istana Ungkap Alasan Presiden Prabowo Tambah Posisi Wamenkes dan Wamendagri

koransakti - Penulis

Presiden Prabowo Subianto saat memimpin upacara pelantikan sejumlah pejabat negara di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/10/2025). (Sumber: KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA)

Presiden Prabowo Subianto saat memimpin upacara pelantikan sejumlah pejabat negara di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/10/2025). (Sumber: KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA)

koransakti.co.id – Istana Kepresidenan memberikan penjelasan mengenai alasan di balik keputusan Presiden Prabowo Subianto menambah dua posisi wakil menteri (wamen) baru di Kabinet Merah Putih. Seperti diketahui, Presiden telah melantik Benjamin Paulus Octavianus sebagai Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dan Komjen Pol (Purn) Akhmad Wiyagus sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) pada Rabu (8/10).

Menurut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, penambahan ini dilakukan untuk memperkuat kinerja dua kementerian yang memiliki beban kerja sangat berat.

Alasan Penambahan Wamendagri

Prasetyo menjelaskan bahwa wilayah Indonesia yang sangat luas, terdiri dari 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota, memerlukan pengawasan dan pembinaan yang intensif dari pusat. Penambahan wamen di Kementerian Dalam Negeri diharapkan dapat memastikan program pembangunan di setiap daerah berjalan lancar dan efektif.

Baca juga :   Kementan Perkuat Ketersediaan Daging Nasional, Dorong Pelaku Usaha Percepat Pemasukan Ternak Bakalan

“Untuk memastikan pembangunan di setiap daerah… dapat berjalan dengan baik dan lancar, maka Bapak Presiden merasa perlu memberikan tambahan kekuatan di Kementerian Dalam Negeri,” ungkap Prasetyo di Istana Negara.

Alasan Penambahan Wamenkes

Sementara itu, posisi Wamenkes ditambah karena Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dinilai memiliki tugas yang sangat berat. Salah satu tugas spesifik yang ditekankan adalah untuk membantu pengawasan dan penanggulangan berbagai masalah yang terjadi di Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Termasuk juga untuk membantu memastikan beberapa masalah yang terjadi di Badan Gizi Nasional, maka Presiden memutuskan mengangkat dan menambah satu Wakil Menteri di Kementerian Kesehatan,” kata Prasetyo.

Baca juga :   Heru BosBro Pilih Gubernur Jakarta Karena Track Record Calon Bagus

Pengamat: Wujud Penguatan Pemerintahan

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, menilai bahwa langkah penambahan wamen ini merupakan wujud dari strategi penguatan pemerintahan ala Presiden Prabowo.

“Rumus pemerintah hari ini itu sepertinya semakin banyak pejabat diyakini bakal berdampak pada kekompakan kinerja,” ujar Adi.

Namun, ia menekankan bahwa strategi “memperbanyak pejabat” ini harus dibuktikan dengan kinerja yang memuaskan publik. Menurutnya, hal baik seperti ini wajib hukumnya untuk dibayar lunas dengan kinerja yang nyata dan berdampak positif bagi masyarakat.

Berita ini 43 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Nasional

Waspada Ancaman Siber, Ini Cara Efektif Tingkatkan Keamanan Digital Pribadi

Advetorial

Bupati Kerinci Monadi Teken Komitmen Reformasi Birokrasi 

Nasional

Panduan Urutan Desil Kesejahteraan dan Daftar Kelompok yang Dibatasi Beli Pertalite

Pemerintahan

Posyandu Desa Koto Tinggi Layani 60 Balita Wujud Komitmen Cegah Stunting dan Tingkatkan Kesehatan Anak

Advetorial

GEMA PERJUANGAN MAHARANI NUSANTARA HADIR DI JAMBI

Jakarta

Dua Kapal Perang TNI AL Mengikuti IMDEX Asia 2025

Dinamika

Komisi II DPR RI dan Kemendagri Umumkan Kesepakatan Pemilu 2024

Internasional

PBB Kembali Jatuhkan Sanksi Berat untuk Iran Terkait Program Nuklir