Oleh: DEDI ASIKIN
Koransakti.co.id- Syahwat Belanda menjajah Indonesia tak pernah berhenti. Di mulai dengan mendompleng AFNEI (tentara sekutu), November 1945 Nederland mengirim NICA ( Nederland Indies Civil Administration) satuan semi militer Belanda. Maksudnya tak lain dan tak bukan untuk menguasai kembali tanah Air Indonesia
Ada beberapa langkah yang di tempuh Indonesia. Prinsip dan selogan sekali merdeka tetap merdeka tetap menjadi pegangan. Ada 3 perundingan dan satu konfrensi yang terjadi. Mulai dari perundingan Linggarjati di Kuningan Jawa Barat ( 1947), Renille di atas kapal perang Amerika yang sedang sandar di Tanjung Priok (1948) dan Room VanRoyen (1949). Semua berakhir dengan pengingkaran oleh pihak Belanda yang terakhir adalah Konfrensi Meja bundar (KMB) di Denhag Belanda (Agustus sampai Nopember 1949).
Konferensi antara Indonesia dan Belanda itu di tengahi Amerika mewakili negara negara bagian pendukung Republik Indonesia Serikat.
Beberapa kesepakatan antara lain :
– Belanda akan mengakui dan menyerahkan kedaulatan secara defacto kepada Indonesia akhir Desember 1949, kecuali Irian Barat yang akan di bicarakan lagi setahun kemudian.
– Indonesia bersedia membayar utang Belanda sebesar 5 juta gulden kepada Amerika.
– Indonesia tidak akan membubarkan dan menasionalisasi perusahaan asing terutama Belanda dan Amerika
– Tetapi lantaran Belanda tidak mau membicarakan masalah penyerahan Irian Barat Bung Karno juga membatalkan kesediaan membayar utang Belanda, seraya menasionalisasi perusahaan asing, termasuk perusahaan Belanda.
– Masalah Irian Barat tetep di kuasai Belanda, sampai akhirnya di rebut dengan jajak pendapat dan kekuatan senjata, melalui Trikora (tahun 1963).***















