Home / Fakta Unik / Sains

Rabu, 31 Desember 2025 - 09:29 WIB

Pojok Sains: Besok Cuma Ganti Angka, Kok Kita Yakin Nasib Bakal Berubah? Kenalan yuk sama “Optimism Bias”, Fitur Otak yang Bikin Kita Bertahan Hidup!

koransakti - Penulis

Logika: 'Besok tetep macet, tetep kerja.' 😐 Otak: 'TIDAK! Besok adalah lembaran baru yang cerah!' ✨ Kenapa otak kita suka banget kasih harapan palsu? Ternyata biar kita gak depresi, Gaes! (Foto: Freepik/koransakti)

Logika: 'Besok tetep macet, tetep kerja.' 😐 Otak: 'TIDAK! Besok adalah lembaran baru yang cerah!' ✨ Kenapa otak kita suka banget kasih harapan palsu? Ternyata biar kita gak depresi, Gaes! (Foto: Freepik/koransakti)

koransakti.co.id – Rabu, 31 Desember 2025. Malam ini kita akan meniup terompet dan berteriak “Happy New Year!” dengan penuh semangat. Padahal secara objektif, tanggal 1 Januari besok matahari terbit sama saja, macet masih ada, dan tagihan listrik tetap harus dibayar.

Kenapa manusia memiliki keyakinan irasional bahwa “Masa depan pasti lebih baik dari masa lalu”? Neurosaintis Tali Sharot menyebut fenomena ini sebagai The Optimism Bias.

1. Statistik vs Keyakinan Pribadi

Sekitar 80% manusia memiliki bias ini. Contoh simpel: Orang tahu statistik perceraian itu tinggi (sekitar 40%). Tapi saat menikah, hampir 100% orang yakin mereka tidak akan bercerai. Di malam tahun baru, kita cenderung:

  • Overestimate (Melebih-lebihkan) peluang hal baik (naik gaji, dapat jodoh, kurus).

  • Underestimate (Mengecilkan) peluang hal buruk (sakit, di-PHK, kecelakaan).

Baca juga :   Pojok Sains: Benarkah Micin (MSG) Bikin Bodoh & Sakit Kepala? Ini Fakta Medisnya!

2. Kerja Bagian “Frontal Cortex”

Saat kita memikirkan masa depan (tahun 2026), bagian otak bernama Inferior Frontal Gyrus bekerja sangat keras. Bagian ini bertugas memblokir prediksi-prediksi negatif dan hanya memproses informasi positif. Jadi, saat Anda bikin resolusi “Tahun depan aku bakal rajin gym”, otak Anda secara harfiah mematikan memori bahwa tahun lalu Anda malas-malasan. Otak menipu Anda agar Anda percaya Anda adalah “orang baru”.

3. Kenapa Otak Menipu Kita?

Apakah ini buruk? Tidak. Ini adalah mekanisme evolusi untuk Bertahan Hidup. Bayangkan jika nenek moyang kita realistis: “Ah, keluar gua pasti dimakan singa. Mending diem aja.” Mereka akan mati kelaparan. Optimism Bias memberi kita dopamin dan motivasi untuk terus bergerak maju, mencoba hal baru, dan bangkit dari kegagalan.

Baca juga :   Pojok Sains: Kenapa Mengiris Bawang Bikin Mata Perih & Menangis? (Ada Senjata Kimianya!)

Tanpa ilusi optimisme ini, manusia mungkin akan terus-menerus mengalami kecemasan dan depresi memikirkan masa depan yang tidak pasti.

Kesimpulan Sains: Jadi, nanti malam saat Anda merasa sangat yakin tahun 2026 akan luar biasa, nikmatilah perasaan itu! Meskipun itu sedikit “halusinasi” otak, tapi itulah bensin yang Anda butuhkan untuk menjalani hidup setahun ke depan.

Baca juga: Pojok Sains: Hari Ini Rasanya Berat Banget Buat Kerja? Ternyata “Menunda Pekerjaan” Bukan Tanda Malas, Tapi Masalah Emosi!

Berita ini 28 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Bilogi

Tanpa Serangga, Akankah Peradaban Manusia Ikut Musnah?
Kenapa Jagung Popcorn Bisa Meledak "Duar" Saat Dipanaskan? Ternyata Ada Bom Uap di Dalamnya!

Artikel

Kenapa Jagung Popcorn Bisa Meledak “Duar” Saat Dipanaskan? Ternyata Ada Bom Uap di Dalamnya!

Kesehatan

Laporan Baru WHO: Kontrasepsi Tak Hanya Cegah Kehamilan, tapi Juga Berdayakan Perempuan
Menembus Batas Langit: Alasan Sains dan Strategis di Balik Ambisi Manusia Menuju Bulan

Sains

Menembus Batas Langit: Alasan Sains dan Strategis di Balik Ambisi Manusia Menuju Bulan
Pojok Sains: Mengungkap "Petrichor", Alasan Ilmiah Mengapa Tanah Berbau Harum Saat Hujan

Fakta Unik

Pojok Sains: Mengungkap “Petrichor”, Alasan Ilmiah Mengapa Tanah Berbau Harum Saat Hujan
Mengenal HCl (Asam Klorida) di Perut Kita. Asam Keras yang Bisa Lelehkan Logam, Tapi Kenapa Lambung Kita Aman?

Artikel

Mengenal HCl (Asam Klorida) di Perut Kita. Asam Keras yang Bisa Lelehkan Logam, Tapi Kenapa Lambung Kita Aman?
Musim durian tiba! Meski enak, hati-hati "mabuk durian". Kandungan kalori dan gas sulfur (C2H6S) di dalamnya bisa bikin gula darah melonjak dan perut kembung.

Artikel

Musim Durian Tiba! Kenapa Buah Ini Baunya Minta Ampun & Bikin “Mabuk”? Kenalan dengan Senyawa Sulfur (C2H6S) & Bahayanya Jika Kalap!

Internasional

Laporan WHO: 1,4 Miliar Orang Hidup dengan Hipertensi, Mayoritas Tak Terkontrol