koransakti.co.id – Selasa, 30 Desember 2025. Saat Anda memutar playlist “Lagu Terpopuler 2025”, tiba-tiba dada terasa sesak. Ingatan tentang liburan, patah hati, atau momen manis di bulan Mei tiba-tiba muncul begitu nyata seolah baru terjadi kemarin.
Kenapa musik punya kekuatan “sihir” untuk memanggil memori secepat itu? Jawabannya ada pada kabel-kabel saraf di kepala Anda.
1. Jalur VIP ke Sistem Limbik
Indera lain (seperti sentuhan atau penglihatan) harus diproses dulu oleh bagian otak rasional (Cortex). Tapi musik? Dia punya “Jalur VIP”. Sinyal suara musik langsung terhubung ke Sistem Limbik, yaitu bagian otak paling purba yang mengatur emosi dan memori. Di sana ada Amygdala (pusat emosi) dan Hippocampus (gudang memori). Musik mengaktifkan keduanya secara bersamaan. Inilah sebabnya Anda bisa merasakan emosi lagu tersebut SEBELUM Anda sadar liriknya tentang apa.
2. Musik sebagai “Soundtrack” Kehidupan
Otak manusia sangat suka mengasosiasikan satu hal dengan hal lain (Associative Memory). Jika Anda sering mendengarkan lagu “X” saat sedang jatuh cinta di bulan Februari lalu, otak Anda “menjahit” lagu tersebut bersama perasaan berbunga-bunga itu. Saat lagu itu diputar lagi di Desember ini, jahitan itu terbuka. Otak tidak hanya memutar suaranya, tapi juga melepaskan hormon kimia yang sama persis seperti yang Anda rasakan di bulan Februari.
3. Kenapa Lagu Sedih Terasa Enak?
Anehnya, mendengarkan lagu galau di akhir tahun justru membuat lega. Sains menyebut ini Pelepasan Prolaktin. Biasanya hormon ini muncul saat wanita menyusui atau saat menangis untuk menenangkan diri. Lagu sedih menipu otak untuk melepaskan hormon penenang ini, sehingga setelah lagu selesai, Anda merasa lebih plong dan rileks.
Jadi, nikmatilah galau tipis-tipis hari ini. Itu sehat buat mental!















