Home / Artikel / kimia / Sains

Minggu, 18 Januari 2026 - 22:57 WIB

Membedah Jeruk, Kenalan dengan Senyawa C6H8O6 alias Asam Askorbat (Vitamin C)

koransakti - Penulis

Vitamin C atau Asam Askorbat adalah senyawa organik yang mudah larut dalam air namun sangat sensitif terhadap suhu panas. (Foto: Freepik/koransakti.co.id)

Vitamin C atau Asam Askorbat adalah senyawa organik yang mudah larut dalam air namun sangat sensitif terhadap suhu panas. (Foto: Freepik/koransakti.co.id)

koransakti.co.id – Saat Anda memeras jeruk nipis ke dalam soto atau minum jus jeruk segar, lidah Anda merasakan sensasi asam yang menyegarkan.

Semua orang tahu jeruk itu kaya Vitamin C. Tapi, pernahkah Anda bertanya, wujud aslinya secara kimia itu apa sih? Apakah dia sekadar “vitamin”?

Di mata seorang kimiawan, jeruk adalah gudangnya senyawa Asam Askorbat. Mari kita bedah struktur kimianya yang ternyata sangat rapuh tapi berjasa besar bagi sejarah manusia.

1. Nama Aslinya: Asam L-Askorbat

Vitamin C punya nama kimia resmi: Asam L-Askorbat.

Rumus kimianya adalah: C6H8O6

Artinya, satu molekul Vitamin C tersusun dari:

  • 6 atom Karbon (C)

  • 8 atom Hidrogen (H)

  • 6 atom Oksigen (O)

Strukturnya berbentuk cincin segi lima (lakton). Gugus hidroksil (-OH) yang menempel padanya-lah yang memberikan sifat Asam (makanya jeruk rasanya masam) dan sifat mudah larut dalam air.

Baca juga :   KEPULAUAN SEBERANG ITU SEKARANG BERNAMA INDONESIA 

2. Kenapa Namanya “Askorbat”?

Ini fakta sejarah yang mengerikan. Dulu, para pelaut yang berlayar berbulan-bulan sering mati karena penyakit misterius bernama Skorbut (Scurvy). Gusinya berdarah, gigi copot, dan kulit membusuk.

Ternyata, obatnya cuma satu: Jeruk.

Karena senyawa ini bisa mencegah penyakit Skorbut, maka di namakan A-Scorbutus (Anti-Skorbut) $\rightarrow$ Askorbat.

3. Sifat Kimia: Si “Pahlawan Pengorbanan”

Secara kimia, Vitamin C adalah Antioksidan yang sangat kuat.

Bayangkan tubuh Anda di serang oleh “Radikal Bebas” (molekul jahat perusak sel).

Asam Askorbat bekerja dengan cara mengorbankan dirinya sendiri. Dia membiarkan dirinya di oksidasi (di rusak) oleh radikal bebas, supaya sel tubuh Anda selamat. Benar-benar molekul pahlawan!

Baca juga :   Kenapa Kopi Bikin Melek? Kenalan dengan Kafein (C8H10N4O2), Si "Penipu" Otak yang Jenius

4. Kelemahan Fatal: Musuh Panas

Meskipun hebat, senyawa ini punya kelemahan fatal: Ikatan kimianya mudah putus oleh panas dan oksidasi udara.

  • Jangan Rebus Jeruk: Jika Anda membuat “Jeruk Hangat”, pastikan airnya hangat kuku, bukan air mendidih. Suhu di atas 60°C akan merusak struktur Asam Askorbat.

  • Jangan Biarkan Terbuka: Jus jeruk yang di biarkan di udara terbuka lama-lama akan kehilangan Vitamin C-nya karena bereaksi dengan oksigen.

Kesimpulan

Jadi, saat Anda melihat jeruk, jangan cuma ingat “segar”-nya. Ingatlah bahwa di dalamnya ada miliaran molekul Asam Askorbat (C6H8O6) yang siap berkorban demi menjaga sel tubuh Anda tetap awet muda dan bebas penyakit.

Baca juga: Pojok Sains: Kenapa Kita Selalu Ngantuk Berat Setelah Makan Kenyang? (Mengenal “Food Coma”)

Berita ini 68 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

Inovasi Muhammadiyah untuk Negeri: Akan produksi 15 juta cairan infus.

Artikel

Mengupas Tuntas Mitsubishi Xpander Cross: Mobil Keluarga Berjiwa Petualang

Artikel

Kunyit Asam, Solusi Alami Saat Haid
Jaga Jantung Saat Ramadan: 6 Rekomendasi Makanan Rendah Garam untuk Sahur dan Berbuka

Artikel

Jaga Jantung Saat Ramadan: 6 Rekomendasi Makanan Rendah Garam untuk Sahur dan Berbuka
Pojok Sains: Kado Natal Udah Dibuka, Kok Kucing Malah Milih Kardusnya? Ini Alasan Ilmiahnya!

Fakta Unik

Pojok Sains: Kado Natal Udah Dibuka, Kok Kucing Malah Milih Kardusnya? Ini Alasan Ilmiahnya!

Fakta Unik

Ekuinoks Maret 2026: Matahari Tepat di Khatulistiwa, Ini Dampak yang Terasa di Indonesia
Kenapa Gas Elpiji Baunya Kayak Durian Busuk? Kenalan dengan Etil Merkaptan (C2H6S), Zat Paling Bau Penyelamat Nyawa!

Artikel

Kenapa Gas Elpiji Baunya Kayak Durian Busuk? Kenalan dengan Etil Merkaptan (C2H6S), Zat Paling Bau Penyelamat Nyawa!

Artikel

ORANG INDONESIA YANG PERTAMA NAIK HAJI SIAPA ?