Home / Artikel

Jumat, 9 Januari 2026 - 11:06 WIB

Sahal Cuma Ingin Jadi Santri Malah Punya Pondok Pesantren 

koransakti - Penulis

Oleh: DEDI ASIKIN

Koransakti.co.id- Ada semacam fatwa (petuah) yang cukup populer, gantungkan cita cita setinggi langit. Tapi jangan salah dalam perjalanan hidup seseorang takdir Allah bisa warna warni kaya lagu pelangi ciptaan AT Mahmud. Pelangi pelangi alangkah indahnya. Merah kuning hijau di langit yang biru. Ada yang bisa tercapai seluruhnya cuma sebagian, atau malah tidak sama sekali. Seperti itulah jalan hidup seorang laki-laki bernama Sahal Suhana.

Pria kelahiran Manis Kidul kabupaten Kuningan berusia 71 tahun itu waktu kecil bercita cita ingin jadi santri di pesantren. Namun takdir Allah menentukan lain. Justru Allah memberinya martabat yang jauh lebih baik.

Dia sekarang menjadi pemimpin dan pemilik sebuah pondok pesantren yang terbilang besar dan maju. Luas tanahnya saja 8 hektar. Santrinya lebih dari seribu. Mungkin yang terbesar dan termaju di Jawa Barat

Sahal lahir 11 Juni 1954 di desa Sukaimut kecamatan Garawangi kabupaten Kuningan. Ketika usia 7 tahun ia ngebet pingin masantren di Babakan Ciwaringin Cirebon. Kebetulan pimpinan pondoknya KH Abdul Halim guru ngaji Sahal di Cipiorang Lebak wangi.

Ayahnya Atma Perwata memasukan Sahal ke SD NEGERI 1 Garawangi. Kakaknya yang sudah bekerja di Jakarta mengusulkan Sahal masuk SMP. Alasannya kerena ayahnya akan pensiun sebagai pamong desa

Jarak antara rumah dengan Sekolah 10 km dan Sahal setiap hari jalan kaki 2 X10 km. Kehidupan itu dia jalani dengan senang. Dia juga tetap ngaji ke Kiyai Halim di Cipiorang.

Baca juga :   WATAK KIYAI DAN SANTRI DAREH DEH SOMEAH HADE KA SEMAH 

Tahun 1970 Sahal tamat SMP. Sudah kadung gagal masuk pesantren, dia masuk SMA Negeri I Kuningan. Tahun kedua di minta ayahnya tinggal bersama pamannya yang jadi guru SPG.

Tinggal dengan sang paman ia dapat bimbingan belajar. Iapun dengan teman teman SMANnya tetap ngaji ke Cipiorang.

Lulus SMA tahun 1973 langsung ke Jakarta seraya ikut testing PNS di Pemprop DKI. Dengan pangkat awal golongan IIA. Ia mulai karir sebagai staf pada Sekretaris Dinas Tata Kota.

Karena masih bujangan gajinya sebagai PNS Golongan II cukup berlebih. Karena itu sore hari dia kuliah di fakultas hukum dan lulus sebagai sarjana hukum tahun 1988.

Dengan ijazah sarjana pangkatnya loncat ke IIIA. Jabatanpun datang silih berganti. Dari staf Sekretaris Diknas Tata Kota ia di promosikan jadi Sekretaris Dinas. Dan kemudian menjadi Wakil Kepala Dinas.

Hidupnya yang hemat dan jujur rezekinya terus berlimpah.

Sekarang tiba saatnya ia memikirkan kehidupan sosial. Rezekinya di manfaatkan untuk membantu orang yang kekurangan, baik di Jakarta maupun di kampung.

Tahun 1994 pondok pesantren Husnul khatimah yang di bangun suami istri itu di resmikan bupati Kuningan Aang Hamid Suganda.

Setelah menikah dengan gadis sekampungnya Nining Irmawati kehidupannya Lebih tertata

Kegiatan sosial tetap berjalan. Setahun 2 kali dia membagikan infaq kepada kaum duafa.

Baca juga :   Macet di Luar? Rebahan Aja! 4 Rekomendasi Tontonan Netflix Terseru Buat Nemenin Malam Minggu Valentine Kamu (14 Februari 2026)

Hampir setiap tahun pergi umrah bersama istri. Kebahagiaan Lebih terasa setelah di karuniai 4 orang anak

Yang mengejutkan adalah langkah nekadnya mengambil pensiun muda. Pada tahun 1999 dalam usia 45 tahun dia resmi pensiun. Lalu pulang kampung dan masuk Partai politik (PKS). Sempat menjadi anggota DPRD tahun 1999-2004.

Tanggal 20 Agustus 2005 suami istri itu menggelar pesta 25 tahun pernikahan, Ada nadzar di situ.  Pertama akan menunaikan ibadah umroh, ke-dua akan membeli lahan/ tanah untuk makam keluarga dan ke-tiga akan membangun pondok pesantren tahfids Qur’an.

Waktu kami tour de pasantren tahun 2015 semua nadzar itu sudah di laksanakan. Tanah Makam sudah ada. Pondok pesantren sedang di bangun di atas tanah 8 hektar tak jauh dari Pondok pesantren Husnul khatimah.

Semua putrinya adalah alumni Husnul khatimah dan ketiga mantu yang lulusan Al Azhar ikut aktif di Husnul khatimah.

Itulah Sahal Suhana, cita cita cuma jadi santri malah jadi jenderal santri, memiliki dua pondok pesantren besar dan maju .

Tak ada yang bisa menolak, kalau Allah berkehendak Alhamdulillah.***

Baca juga : Masih Nonton Video Gratisan? 3 Aplikasi Ini “Gaji” Kamu Tiap Menit Cuma Buat Scroll Layar!

Benjamin Moore’s 2026 Color of the Year Is Here: Meet Silhouette, the Epitome of Quiet Luxury

Berita ini 43 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

BAHLIL, MENTERI RASA PRESIDEN 
Review JadiDuit 2026: Aplikasi Asli Indonesia, Misi Cuma Download Apps Cair ke DANA (Legit!)

Artikel

Review JadiDuit 2026: Aplikasi Penghasil Uang Asli Indonesia, Misi Mudah & Cair Kilat ke DANA!

Artikel

RAMADHAN BULAN KASIH SAYANG.

Artikel

Sering Begah? Hindari 5 Kebiasaan Setelah Makan Ini Agar Asam Lambung Tidak Naik

Artikel

MERESAPI KEMBALI PANCASILA SEBAGAI BINTANG PEMANDU
Hari Gizi Nasional 25 Januari 2026: Tema "Pangan Lokal", Sejarah Singkat, & Link Download Logo Resmi (HGN Ke-66)

Artikel

Hari Gizi Nasional 25 Januari 2026: Tema “Pangan Lokal”, Sejarah Singkat, & Link Download Logo Resmi (HGN Ke-66)
Pojok Sains: Kenapa Kita Mengalami Déjà Vu? Benarkah Kita Bisa Meramal Masa Depan?

Artikel

Misteri Déjà Vu: Kenapa Kita Sering Merasa “Pernah Mengalami” Momen Ini Sebelumnya? Apakah Ini Ramalan atau Gangguan Otak?

Artikel

GAJI WAMEN TAK KECIL KECIL AMAT