Oleh : DEDI ASIKIN
koransakti.co.id- Menteri ESDM era akhir kekuasaan presiden Jokowi, Arfin Tasrif, menasihati kita untuk segera melupakan dan meninggalkan bahan bakar minyak bumi (fosil).
Hasil BBM fosil kita hanya 800.000 barel sementara kebutuhan mencapai 1.800.000. barel per hari.
Dari 800.000 yang dapat di eksploitasi, 40 persen perusahaan sharing.
Jadi antara hasil dengan kebutuhan jauh tanah dari langit.
Ketika Arifin Tasrif dalam jabatan sebagai menteri ESDM berkunjung ke Bandung, saya dan teman teman wartawan lain mendapat kuliah singkat dan gratis
Katanya, BBM fosil itu terjadi melalui pembentukan yang alami dan memakan waktu jutaan tahun ( ada yang nyebut 2 juta tahun).
Itu merupakan sisa-sisa organisme purba seperti plankton laut dan danau bersama sisa tumbuhan darat. Karena tekanan berat daya lalu tenggelam ke dasar laut dan danau.
Di bawah itu kemudian tertimbun jutaan meter kubik batu batuan dan terjepit di antara lapisan pasir di bawah dan bebatuan di atasnya.
Terjadi proses dekomposisi dan transformasi di bawah dengan tekanan panas yang tinggi dari matahari dan lapisan pasir di bawah. Terjadilah proses organisme purba itu.
Organisme purba itu ternyata di ketahui mengandung tiga unsur energi
Pertama minyak bumi (petroleum), batu bara dan LPG, (Liquid Petroleum Gas) dan lalu ramai ramai di exploitasi dan di pergunakan sebagai bahan bakar oleh manusia seluruh dunia selama hampir 200 tahun.
Indonesia lanjut Arifin harus cepat meninggalkan BBM fosil karena itu bukan zat terbarukan.
Satu satunya cara (apalagi Indonesia tidak memiliki sumber organisme purba itu di bawah bumi dan lautnya
Ancaman habisnya sumber energi itu mengancam seluruh dunia termasuk Amerika yang menguasai 40 persen dari sumber BBM fosil itu.
Yang terbesar pengguna energi tidak terbarukan itu adalah sektor transformasiasi, (darat, laut dan udara,) mencapai 90 persen.
Secara angka jumlah kendaraan aktif di seluruh dunia per Februari 2023 ada 153 juta.
Jumlah motor mendominasi, ada sekitar 128 juta dan mobil 19 juta. Jadi yang sudah siap siap beralih sumber energi hampir semua negara, termasuk Amerika.
Indonesia apa lagi harus segera ucapkan selamat tinggal BBM fosil. Segera beralih ke Bahan Bakar Nabati yang bisa di barukan.
Itulah isi kuliah singkat Menteri ESDM Arifin Tasrif. Tentu Harus upaya sepenuh hati, tidak separuh hati, tapi yang penuh kesungguhan, melibatkan semua stakeholder dan di dukung oleh seluruh rakyat.
Terima kasih buat kuliahnya pak Arifin Tasrif, yang legowo ketika di istirahatkan presiden Jokowi.
Presiden rupanya sedang melakukan perubahan. Tasrif itu bebasan Arab yang berarti perubahan.















