koransakti.co.id – Kamis, 29 Januari 2026 – Tanggal 17 Februari nanti, kita akan menikmati libur nasional Tahun Baru Imlek 2577. Jalanan pasti di penuhi lampion merah, suara petasan, dan atraksi Barongsai.
Tapi pernahkah Anda bertanya: “Kenapa sih harus warna Merah? Kenapa nggak Biru atau Hijau aja biar adem?” “Kenapa orang tua melarang menyapu rumah pas hari Imlek?”
Ternyata, tradisi ini bukan tanpa alasan. Ada legenda kuno dan makna simbolis di baliknya. Yuk, kita bedah faktanya!
1. Legenda Monster “Nian” (Asal Usul Warna Merah)
Ribuan tahun lalu, menurut mitologi Tiongkok, ada monster ganas bernama Nian (年) yang hidup di dasar laut/gunung. Setiap awal musim semi (Tahun Baru), Nian akan keluar memangsa hewan ternak, tanaman, bahkan anak-anak.
Warga desa ketakutan setengah mati. Sampai suatu hari, mereka menemukan kelemahan Nian. Ternyata monster ini TAKUT pada tiga hal:
Suara Keras (Makanya orang main Petasan/Mercon).
Api Terang (Makanya pasang Lampion).
Warna Merah (Makanya pakai baju merah dan tempel kertas merah di pintu).
Sejak saat itu, tradisi serba merah dan berisik di lakukan untuk mengusir Nian. Kata “Guo Nian” (Merayakan Tahun Baru) secara harfiah berarti “Berhasil Melewati (Serangan) Nian”.
2. Pantangan Menyapu: Membuang Rezeki?
Ini aturan paling ketat di banyak keluarga Tionghoa. DILARANG MENYAPU dan membuang sampah pada hari H Imlek (hari pertama).
Kenapa? Debu dan sampah di hari Imlek dianggap sebagai simbol Rezeki yang baru saja turun dari langit. Kalau Anda menyapu lantai dan membuangnya ke luar rumah, itu artinya Anda sedang “Menyapu/Mengusir Rezeki” keluar. Biasanya, orang-orang akan bersih-bersih rumah secara total sehari sebelum Imlek. Pas hari H, sapu di sembunyikan!
3. Kenapa Harus Jeruk Mandarin?
Hampers Imlek pasti isinya Jeruk. Bukan karena lagi musim panen saja, tapi karena Permainan Kata (Pun).
Dalam bahasa Mandarin:
Jeruk di sebut “Jú” (橘), bunyinya mirip dengan “Jí” (吉) yang berarti Keberuntungan.
Warna oranye jeruk juga melambangkan Emas. Jadi, memberi jeruk artinya mendoakan: “Semoga kamu dapat banyak emas dan keberuntungan tahun ini.”
4. Angpao: Tidak Boleh Ada Angka 4
Saat memberi Angpao (Amplop Merah), jumlah uang di dalamnya tidak boleh sembarangan.
Wajib Genap: Angka genap di anggap lebih hoki daripada ganjil.
Hindari Angka 4: Dalam bahasa Mandarin, “Empat” (Sì) bunyinya mirip dengan “Mati” (Sǐ). Jadi, jangan kasih Rp 40.000 atau Rp 400.000, itu di anggap mendoakan kematian!
Paling Bagus Angka 8: Melambangkan kekayaan tanpa batas.
5. Prediksi 2026: Tahun Kuda Api
Tahun 2026 ini masuk dalam siklus shio Kuda dengan elemen Api (Fire Horse). Apa artinya?
Kuda: Melambangkan energi, kebebasan, dan kerja keras.
Api: Melambangkan semangat yang membara dan optimisme.
Tahun ini di prediksi akan menjadi tahun yang Sangat Sibuk, cepat berubah, dan penuh gejolak semangat. Cocok buat Anda yang mau memulai bisnis baru atau mengejar karir dengan agresif. Tapi hati-hati, Kuda Api juga bisa berarti sifat impulsif (gegabah).
Kesimpulan
Imlek bukan sekadar pesta pora. Di balik warna merah dan suara petasan, tersimpan harapan manusia untuk mengusir hal buruk (Nian) dan menyambut hal baik (Rezeki) di tahun yang baru. Gong Xi Fa Cai!
Baca juga: Siap-Siap Panen Cuan! 5 Ide Bisnis Dadakan Jelang Imlek 2026 (Tahun Kuda) yang Laris Manis














