Oleh :DEDI ASIKIN
koransakti.co.id- Dalam beberapa pertemuan silaturahmi keluarga Besar H.A.Asikin, saya sering menyimpulkan sulitnya mencari dan memilih pemimpin. Di Jakarta orang lagi trending menyoroti kepemimpinan nasional. Kepemimpinan presiden Prabowo Subianto terkesan lamban dan seperti ragu untuk melangkah. Ada yang bilang ibarat singa cuma mengaum saja belum juga menerkam.
Teranyar ada usul agar Prabowo membubarkan geng Solo karena selama ini seperti ada matahari kembar Kursi yang sudah di lepas masih di goyang mengeluarkan titah kepada para pendukungnya yang masih setia. Presiden juga di minta membubarkan relawan relawan yang keberadaan nya kini sudah tidak relevan lagi
Di Tasikmalaya Selatan teman teman di Presidium pembentukan DOB Tasikmalaya Selatan sedang ramai menyoroti bupati Cecep Nurul Yaqin. Yang jadi topik baru baru ini bupati hasil PSU itu mau ngutang. Jumlahnya lumayan besar Banyak yang ragu soal kemampuan membayar selama 5 tahun kedepan. Jangan bermimpi bisa dua periode, sekarang saja seuseut jadi sampe harus pinjem tangan Mahkamah Konstitusi.
Yang namanya pinjaman tentu ada bunganya. Masa gretong, (gratis) alias bebas ongkir Emang itu uang mitoha (mertua) ?. Katanya dari Rp.240,- milyar bunganya sekitar 41 milyar.
Memang masih di tunggu persetujuan DPRD. Tapi ada yang bilang itu mah perkara gampang, DPRD pasti setuju
Ruang sidang jadi tempat paduan suara, setujuu !!!. Tok tok, palu di ketok dan tangan di jeplok, beres tuh soal
Kita ini sudah banyak kecewa atas kinerja pemimpin.
Waktu bung Karno dan bung Hatta terpilih menjadi presiden dan wakilnya 18 Agustus 1945, harapan tercurah kepada mereka, pejuang, tangguh pandai diplomasi dan kenyang di penjara dan di buang .
Dwi tunggal Sukarno Hatta pecah usai Hatta pamit mundur Sukarno yang berjalan sendirian mulai bengkok
Masa pemerintahannya terlalu sibuk pencitraan ke dunia luar Juga dilanda perang kolonial Belanda yang kedua dan sparatisme DTII.
Proyek mercusuar Konfrensi Asia Afrika yang tidak disukai Amerika dan negara-negara lain pemegang hak veto PBB Dalam deopsou ia cenderung kepada lkokunisne dan melindungi G30S PKI
Suharto dan Orde Baru
Suharto yang ndik setelah menikung Soekarno dan membangun Orde Baru. acara ekonomi dipandang berhasil Tapi yang mengecewakan adalah sistem otoriter dengan ciri khas Dwifungsi ABRI Rakyat berontak dan Soeharto jatuh Masa Reformasi
Presiden Bj Habibie awalnya memberi pertanda akan berhasil. Indikasinya dalam satu tahun dia berhasil menaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar dari 16 ribu menjadi 6.50.
Tapi dia tidak maju lagi keteba pertanggung jawaban ditolak oleh parlemen setelah spekulasi jajak pendapat sehingga Timor Leste lepas.
Yang paling mengecewakan adalah Jokowi. Dia itu ibarat pilot pesawat. Take nya mulus tapi ketika landing diterpa turbulensi sehingga pesawat bergoncang.
Jokowi adalah presiden yang paling mengecewakan dengan cawe cawe dan dinasti politik.
Memilih pemimpin memang jangan terlalu berharap bisa bulat seperti bola pingpong. Yang di dapat paling lonjong kaya telor asin dari Brebes. Apa boleh !















