Penulis:
Prof. Dr. RIZAL DJALIL MAKMUR, (Prof RDM), Politisi Senior, Eks Ketua BPK RI & Analis Politik Anggaran, Pangan dan Health Economic
Koransakti.co.id- Walau tak punya tambang minyak, batu bara, serta hamparan kebun kelapa sawit, Kota Sungai Penuh Kerinci berhasil menoreh prestasi fenomenal: kota paling berhasil dalam penurunan kemiskinan dan stunting. Keberhasilan ini di umumkan oleh Kementerian Dalam Negeri pada tanggal 25 April 2026 di Palembang.
Dana TKD Kota Sungai Penuh tahun 2026 hanya sekitar Rp 673 miliar dan PAD sangat minim. Namun, kondisi kota kini jauh lebih bersih dan tertib di bandingkan era sebelumnya.
Mengapa dengan TKD kecil dan PAD minim mampu menurunkan kemiskinan dan stunting?
Pertama, pendidikan ibu-ibu relatif tinggi. Hampir 60% ibu-ibu di Kota Sungai Penuh berpendidikan SLTA. Studi di Kerala, India (1980) oleh Lembaga Kudumbashree (State Poverty Eradication) membuktikan pendidikan ibu sangat berpengaruh terhadap penurunan kemiskinan.
Kedua, peran organisasi wanita seperti PKK dan BKMT (Badan Koordinasi Majelis Taklim) sangat dominan dalam pembinaan. Beberapa majelis taklim juga memiliki koperasi yang di dirikan oleh ibu-ibu sendiri.
Ketiga, fasilitas kesehatan dan pendidikan sangat memadai. Ini merupakan jasa Wakil Presiden Mohammad Hatta yang berkunjung ke Sungai Penuh tahun 1952 dengan mendirikan Rumah Sakit Umum Sungai Penuh dan SMP Negeri 1. Setelah itu, SLTP, SLTA, dan fasilitas kesehatan tumbuh masif. Bahkan, menyekolahkan anak ke perguruan tinggi terbaik seperti ITB dan UI sudah menjadi hal biasa.
Keempat, ketersediaan air bersih sangat memadai. Hampir seluruh rumah terjangkau layanan PDAM.
Kelima, kepemimpinan wali kota yang low profile dan terbuka terhadap masukan, termasuk dari tokoh di luar daerah.
Sejak dulu, Sungai Penuh juga melahirkan banyak tokoh nasional seperti Prof. Dr. Jakup Isman, (Eks. Rektor UN Padang & Anggota KPPN), H. Abu Hasan, MA (Pengusaha, Nasional & Tokoh NU), Prof. Dr. Havid Ardy (Dekan FK Unand), dan Budi Isman (pernah memimpin perusahaan multinasional). Banyak guru besar lahir dari kota ini, bahkan salah satunya pernah memimpin lembaga tinggi negara.
Bravo Sungai Penuh Kerinci. Semoga tetap sukses. InsyaAllah.
Baca juga: Sungai Penuh Raih Penghargaan Nasional, Kantongi Insentif Rp 3 Miliar



Mengapa dengan TKD kecil dan PAD minim mampu menurunkan kemiskinan dan stunting?











