Home / Bisnis / Ekonomi / Investasi

Selasa, 28 April 2026 - 04:37 WIB

Mengulas Potensi Cuan ITMG: Saham “Murah” dengan Guyuran Dividen Rp 971 per Lembar

Hari Sakti Fiagi - Penulis

koransakti.co.id- Sektor pertambangan batu bara kembali mencuri perhatian para pemburu dividen (dividend hunters) di Bursa Efek Indonesia. Di tengah fluktuasi pasar yang cukup dinamis belakangan ini, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) muncul sebagai primadona berkat pengumuman pembagian dividen final tahun buku 2025.

Dengan valuasi yang di anggap kian terjangkau, emiten ini menawarkan peluang menarik bagi investor yang memprioritaskan arus kas masuk (passive income) dari pasar modal.

Momentum Dividen di Tengah Koreksi Harga

Berdasarkan data terbaru, ITMG menjadwalkan cum date dividen final pada hari Senin, 27 April 2026. Momentum ini menjadi krusial bagi para pemegang saham, mengingat harga saham ITMG sendiri tercatat mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir.

Namun demikian, bagi investor dengan perspektif jangka panjang, koreksi harga ini justru sering kali di pandang sebagai “diskon” untuk masuk ke saham dengan fundamental solid.

Pada penutupan perdagangan pekan lalu, saham ITMG bertengger di level Rp 26.400 setelah melemah sekitar 1,31%. Meskipun terjadi penurunan, potensi dividen final sebesar Rp 971 per saham memberikan indikasi yield sekitar 3,6%.

Jika di gabungkan dengan dividen interim yang telah di bagikan sebelumnya, total imbal hasil dividen ITMG untuk tahun buku 2025 menjadi sangat kompetitif di bandingkan dengan instrumen investasi pendapatan tetap lainnya seperti deposito atau obligasi pemerintah.

Analisis Valuasi: Mengapa Di sebut “Murah”?

Istilah “murah” dalam investasi saham tidak hanya merujuk pada harga per lembar yang rendah, melainkan pada rasio valuasinya terhadap aset dan laba perusahaan. Secara teknis, ITMG saat ini di perdagangkan dengan Price to Book Value (PBV) sebesar 0,94 kali.

Angka ini menunjukkan bahwa harga saham ITMG berada di bawah nilai buku asetnya—sebuah indikator klasik bahwa saham tersebut sedang undervalued.

Baca juga :   IHSG Hari Ini 30 Oktober 2025 Menguat: The Fed Pangkas Suku Bunga, Cek 4 Rekomendasi Saham Ini

Selain itu, rasio Price to Earnings (PER) ITMG berada di kisaran 9,48 kali. Angka ini relatif rendah untuk perusahaan yang memiliki rekam jejak konsistensi dalam mencetak laba bersih.

Lebih lanjut lagi, keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang menyepakati dividend payout ratio sebesar 60% dari laba bersih membuktikan komitmen manajemen dalam memberikan nilai tambah langsung kepada pemegang saham.

Jadwal Penting yang Harus Di catat

Investor yang ingin mengamankan hak atas dividen ini perlu memperhatikan kalender bursa dengan cermat. Berikut adalah rincian jadwal pembagian dividen ITMG:

  1. Cum Date (27 April 2026): Hari terakhir bagi investor untuk membeli saham agar berhak menerima dividen.

  2. Ex Date (28 April 2026): Hari di mana perdagangan saham sudah tidak lagi menyertakan hak dividen. Biasanya, harga saham akan mengalami penyesuaian (koreksi) sebesar nilai dividen pada hari ini.

  3. Recording Date (29 April 2026): Penentuan daftar pemegang saham yang sah berdasarkan sistem KSEI.

  4. Payment Date (19 Mei 2026): Dana dividen akan di transfer langsung ke rekening RDN investor.

Oleh karena itu, strategi “beli dan simpan” sebelum cum date memerlukan perhitungan matang, terutama untuk mengantisipasi potensi dividend trap atau penurunan harga saham setelah tanggal ex-date.

Kinerja Operasional dan Tantangan Sektor Komoditas

Keberhasilan ITMG membagikan dividen total senilai US$ 115 juta tidak terlepas dari performa operasional yang efisien sepanjang tahun 2025. Walaupun harga batu bara global tidak se-agresif beberapa tahun silam, kemampuan ITMG dalam mengelola struktur biaya dan menjaga kualitas cadangan batu baranya tetap menjadi pilar kekuatan utama.

Akan tetapi, investor juga harus tetap waspada terhadap sentimen transisi energi global. Gerakan menuju energi hijau dapat menjadi tantangan jangka panjang bagi emiten berbasis fosil. Maka dari itu, diversifikasi aset dan pemantauan terhadap rencana strategis perusahaan dalam mengembangkan bisnis non-batu bara atau teknologi energi bersih menjadi poin tambahan yang perlu di perhatikan dalam analisis fundamental.

Baca juga :   Update Harga BBM Pertamina 18 April 2026: Harga Dexlite dan Pertamina Dex Melonjak Tajam Akibat Konflik Timur Tengah

Strategi Investasi: Membeli atau Menunggu?

Melihat posisi harga yang telah anjlok sekitar 10,51% dalam sebulan terakhir, banyak analis berpendapat bahwa risiko penurunan lanjutan mulai terbatas. Sebaliknya, area harga saat ini merupakan zona akumulasi yang cukup aman bagi mereka yang mengincar dividen sekaligus potensi capital gain saat harga komoditas kembali pulih.

Sebagai tambahan, nilai kapitalisasi pasar ITMG yang mencapai Rp 29,83 triliun memberikan tingkat likuiditas yang baik. Ini berarti investor besar maupun ritel dapat melakukan transaksi jual-beli dengan relatif mudah tanpa menyebabkan volatilitas harga yang ekstrem secara tidak wajar.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, PT Indo Tambangraya Megah Tbk tetap menjadi salah satu emiten “ATM Dividen” yang patut di perhitungkan di bursa domestik. Dengan yield final 3,6% dalam sekali pembagian, dan valuasi PBV di bawah 1 kali, ITMG menawarkan profil risiko dan imbal hasil yang menarik.

Pada akhirnya, keputusan investasi tetap berada di tangan investor masing-masing. Namun, data menunjukkan bahwa membeli saham berkualitas di saat harga sedang tertekan—terutama saat mendekati musim dividen—sering kali menjadi langkah awal menuju portofolio yang sehat dan menguntungkan.

Pastikan Anda melakukan riset mendalam dan menyesuaikan investasi ini dengan profil risiko pribadi sebelum mengambil keputusan di pasar modal.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan perintah jual atau beli. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga. Pastikan Anda berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional sebelum bertransaksi.

Baca juga: Strategi Direktur BRMS Borong Saham Saat Harga Anjlok: Aksi Akumulasi Charles Gobel di Tengah Volatilitas Pasar Gold Miner

Berita ini 48 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Kebijakan

DPR Tegaskan THR Wajib Cair H-14 Lebaran, Perusahaan Diminta Patuh Aturan
DME Bakal Gantikan LPG, Bahlil Lapor ke Prabowo: Target 2026 untuk Tekan Impor 10 Juta Ton

Ekonomi

DME Bakal Gantikan LPG, Bahlil Lapor ke Prabowo: Target 2026 untuk Tekan Impor 10 Juta Ton

Advetorial

Doktor Ilmu Ekonomi Beberkan 10 Indikator Keberhasilan Pembangunan Ekonomi dimasa Erzaldi Rosman 
Cara Daftar Akun OctaFX Indonesia Terbaru 2025: Panduan Lengkap untuk Pemula

Bisnis

Cara Daftar Akun OctaFX Indonesia Terbaru 2025: Panduan Lengkap untuk Pemula
Harga Emas Hari Ini, Sabtu 18 Oktober 2025: Antam Anjlok Rp57 Ribu, Pegadaian Stagnan

Bisnis

Harga Emas Hari Ini, Sabtu 18 Oktober 2025: Antam Anjlok Rp57 Ribu, Pegadaian Stagnan
Harga Emas Hari Ini, Kamis 23 Oktober 2025: Acuan Antam Rebound, Pegadaian Stagnan

Bisnis

Harga Emas Hari Ini, Kamis 23 Oktober 2025: Acuan Antam Rebound, Pegadaian Stagnan

Bisnis

Streamer Malaysia Pecahkan Rekor, Jual Kartu MTG x Marvel Seharga Rp 417 Juta

Bisnis

PT Tren Gen Horizon Kantongi HAKI, Perkuat Posisi di Industri Periklanan Digital Indonesia