Home / Gaya Hidup / Peristiwa

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:37 WIB

Kontroversi Safrie Ramadhan: Dari Isu Perselingkuhan hingga Hubungan Panas dengan Na Daehoon

koransakti - Penulis

koransakti.co.id- Dunia media sosial kembali bergejolak setelah nama Safrie Ramadhan mencuat ke permukaan. Kekasih dari Julia Prastini, atau yang akrab di sapa Jule, ini mendadak panen hujatan netizen.

Pemicunya bukan lagi soal masa lalu mereka, melainkan sebuah unggahan yang di anggap telah melampaui batas kesopanan, terutama menyangkut anak-anak di bawah umur.

Awal Mula Ketegangan: Candaan yang Kelewat Batas

Perselisihan ini memanas ketika Safrie Ramadhan mengunggah sebuah foto yang menampilkan dirinya bersama ketiga anak Julia Prastini dan Na Daehoon. Sebenarnya, interaksi antara pacar baru dengan anak-anak dari pernikahan sebelumnya adalah hal yang lumrah.

Namun, masalah muncul ketika Safrie menyertakan keterangan (caption) atau komentar yang menyeret nama Trio Na (sebutan untuk anak-anak Daehoon dan Jule) ke dalam narasi yang berbau seksual.

Netizen menganggap tindakan Safrie sangat tidak etis. Menjadikan anak-anak sebagai objek candaan dewasa bukan hanya menunjukkan kurangnya empati, tetapi juga mencerminkan ketidakdewasaan dalam bersikap. Sontak saja, kolom komentar Safrie langsung di banjiri kritik pedas dari publik yang merasa prihatin dengan kondisi psikologis anak-anak tersebut.

Reaksi Keras Na Daehoon: Ayah yang Pasang Badan

Sebagai ayah kandung, Na Daehoon tidak tinggal diam melihat buah hatinya di jadikan bahan lelucon yang tidak pantas. Pria asal Korea Selatan ini mengekspresikan kemarahannya secara terbuka melalui media sosial. Daehoon memberikan peringatan keras kepada Safrie agar berhenti melibatkan Trio Na dalam konten-konten provokatifnya.

Baca juga :   Ditreskrimsus Polda Jambi Ungkap Pengangkutan 12,3 Ton BBM Ilegal

Kemarahan Daehoon tidak berhenti di situ. Ia bahkan memberikan ancaman serius yang bisa mengguncang reputasi mantan istrinya. Daehoon mengaku memegang berbagai rahasia atau “aib” Jule yang selama ini ia simpan rapat-rapat demi kebaikan bersama.

Jika Safrie tidak segera mengubah sikapnya, Daehoon mengisyaratkan akan membongkar semua fakta tersebut ke hadapan publik sebagai bentuk perlindungan terhadap martabat anak-anaknya.

Siapa Sebenarnya Safrie Ramadhan?

Melihat besarnya atensi publik, banyak orang mulai mencari tahu latar belakang pria yang kini menjadi pendamping Jule ini.

Berikut adalah profil singkat Safrie Ramadhan yang berhasil dihimpun:

1. Seorang Petinju Profesional Safrie Ramadhan bukanlah sosok sembarangan di dunia olahraga. Ia menekuni karier sebagai petinju profesional dan sering terlibat dalam berbagai kompetisi tingkat nasional. Namanya sempat melambung saat ia berpartisipasi dalam ajang The Trilogy, sebuah kompetisi tinju bergengsi yang menarik perhatian banyak penggemar olahraga bela diri di Indonesia. Dalam ajang tersebut, ia pernah dijadwalkan bertanding melawan petinju bernama Naren.

2. Latar Belakang Pendidikan Selain aktif di ring tinju, Safrie juga merupakan seorang akademisi. Ia tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta. Safrie mengambil jurusan Teknik Lingkungan dan merupakan mahasiswa angkatan tahun 2020. Identitas mahasiswanya terungkap saat namanya pertama kali viral berkaitan dengan masalah personalnya dengan Jule.

3. Label “Selingkuhan” yang Melekat Nama Safrie Ramadhan pertama kali meledak di jagat maya pada Oktober 2025. Saat itu, publik dikejutkan dengan kabar bahwa ia menjadi orang ketiga dalam rumah tangga Julia Prastini dan Na Daehoon. Kabar perselingkuhan ini menjadi alasan utama di balik keretakan pernikahan Jule dan Daehoon yang selama ini terlihat harmonis di mata pengikutnya.

Baca juga :   Gibran Ucapkan Terima Kasih kepada Roy Suryo dan dr. Tifa yang Ziarah ke Makam Kakek-Neneknya

Dampak Psikologis dan Etika Media Sosial

Kasus yang melibatkan Safrie, Jule, dan Daehoon ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga etika di media sosial, terutama bagi figur publik. Menggunakan anak-anak sebagai alat untuk menarik perhatian atau menjadikannya bahan candaan dewasa adalah tindakan yang sangat berisiko.

Anak-anak tidak memiliki kemampuan untuk membela diri di ruang digital. Ketika orang dewasa di sekitar mereka gagal memberikan perlindungan, maka jejak digital tersebut akan terus menghantui pertumbuhan mereka. Kemarahan netizen dan tindakan protektif Daehoon dipandang sebagai langkah yang wajar untuk menetapkan batasan (boundary) yang tegas.

Kesimpulan: Menanti Langkah Selanjutnya

Hingga saat ini, perseteruan antara pihak Safrie Ramadhan dan Na Daehoon masih menjadi topik hangat. Publik menantikan apakah Safrie akan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atau justru konflik ini akan berujung pada pembongkaran rahasia besar yang sempat disinggung oleh Daehoon.

Satu hal yang pasti, publik berharap agar anak-anak (Trio Na) dijauhkan dari pusaran konflik orang dewasa. Ketenangan dan privasi anak-anak seharusnya menjadi prioritas utama di atas ego maupun konten media sosial semata.***

Berita ini 82 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Respons Cepat Pemkot Sungai Penuh: Wawako Azhar Hamzah Kawal Penanganan Longsor di Puncak KM 4

Infrastruktur

Respons Cepat Pemkot Sungai Penuh: Wawako Azhar Hamzah Kawal Penanganan Longsor di Puncak KM 4

Bandung

Terungkap! Motif Cemburu dan Emosi, Taufik Hidayat Siksa Serta Sekap Pacar Bertahun-tahun di Bandung

Bencana

Hujan Badai Terjang Kota Solok, Puluhan Rumah Rusak dan Pohon Tumbang
Rekam Jejak Akademik dan Kontroversi Dwi Sasetyaningtyas: Alumni LPDP yang Terancam Blacklist

Pendidikan

Rekam Jejak Akademik dan Kontroversi Dwi Sasetyaningtyas: Alumni LPDP yang Terancam Blacklist

Kebijakan

Langgar Aturan di Tengah Darurat, Bupati Aceh Selatan Diskors 3 Bulan
Mau Badan Berotot & Sehat? Ini 17 Makanan Sumber Protein Tinggi yang Wajib Ada di Piringmu!

Gaya Hidup

Mau Badan Berotot & Sehat? Ini 17 Makanan Sumber Protein Tinggi yang Wajib Ada di Piringmu!

Hukum

Lawan Teori Konspirasi, Presiden Prancis dan Istri Akan Serahkan Bukti Ilmiah ke Pengadilan AS

Hukum

Gugatan Arukki ke Kejaksaan Ditolak Silfester Tidak Bisa DitahanĀ