Home / Artikel

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:43 WIB

Kenduri Adat Kerinci: Bisa menjadi Stimulus Ekonomi Negeri

koransakti - Penulis

Koransakti.co.id- Kenduri Adat Kerinci yang di sebut Kenduri Sko merupakan rangkaian acara untuk pengukuhan gelar adat dan ritual pembersihan benda pusaka peninggalan leluhur.

Pemberian gelar adat semata-semata ritual yang di tujukan kepada anggota komunitas yang di anggap patut dan pantas untuk menerima gelar adat.

Tidak pernah ajang Kenduri Sko ini di gunakan untuk pemberian gelar kepada pejabat tertentu dengan maksud mendapatkan benefit politik dan perlindungan tertentu dari pejabat yang di beri gelar. Kalau itu di lakukan, akan mencederai proses Kenduri Sko itu sendiri. Dan kesakralan gelar adat akan luntur dengan sendirinya.

Rangkaian acara Kenduri Sko sekaligus merupakan forum silaturahmi antara saudara yang dekat dan jauh. Itulah makanya Kenduri Sko biasanya di lakukan musim panas (musim anak sekolah liburan). Untuk memungkinkan para anggota komunitas yang berada jauh dari Kerinci dapat ikut serta beserta keluarga.

Baca juga :   Sahal Cuma Ingin Jadi Santri Malah Punya Pondok Pesantren 

Kenduri Sko juga akan mendorong ekonomi lokal Kerinci. Banyak kerbau yang akan di sembelih, banyak baju adat harus di buat, banyak pernak-pernik perhelatan Kenduri Sko yang harus di pesan, banyak tamu dari jauh yang membelanjakan uangnya: semuanya akan mendorong putaran uang bagi masyarakat Kerinci. Ini akan mendorong ekonomi Kerinci.

Secara kultural di Kerinci (kabupaten dan kota) terdapat 350 desa adat.

Pada awal Juli 2026, Dusun Sungai Penuh akan menyelenggarakan Kenduri Sko. Memang ada baiknya Kenduri Sko bisa di desain dan di rencanakan secara periodik sehingga selalu ada kegiatan Kenduri Sko secara bergiliran antar desa.

Baca juga :   Warga Kerinci Temukan Jasad Bayi Dibibir Sungai Batang Merao

Kepada para pemangku adat yang baru dan juga yang sudah lama, di harapkan betul-betul dapat menjadi suri teladan anak kemenakan. Dan secara konkret berperan menyelesaikan bila ada masalah yang muncul: baik yang terkait dengan perilaku dalam kehidupan sehari-hari maupun konflik kepentingan terkait tanah adat.

Semoga para pemangku adat yang baru selalu dalam rida Tuhan Yang Maha Kuasa. Insya Allah.

Baca juga: Monadi : Kenduri Sko Sebagai Warisan Budaya Menguatkan Persatuan

Penulis:

Baca juga: Monadi : Kenduri Sko Sebagai Warisan Budaya Menguatkan Persatuan

 

 

Berita ini 9 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

*KEBERANIAN DAN INTEGRITAS*

Artikel

KETIKA SUHARTO MENCARI KENDARAAN 
Mulut Bau Asam Jam 12 Siang, Bolehkah Sikat Gigi Pakai Odol? Cek Hukum Sikat Gigi, Ngupil, & Korek Kuping Saat Puasa Biar Nggak Batal!

Agama

Mulut Bau Asam Jam 12 Siang, Bolehkah Sikat Gigi Pakai Odol? Cek Hukum Sikat Gigi, Ngupil, & Korek Kuping Saat Puasa Biar Nggak Batal!

Artikel

REGENERASI PONDOK PESANTREN SEBUAH TANTANGAN 

Artikel

JAKSA TERKEJUT, MAS WAPRES ?

Artikel

WR SUPRATMAN TAK IKUT MERDEKA NYARIS MATI DALAM PENJARA DAN HIDUP NESTAPA 
Kenapa Air Kelapa Disebut "Isotonik Alami"? Bedah Kandungan Ionnya yang Mirip Darah Manusia!

Artikel

Kenapa Air Kelapa Disebut “Isotonik Alami”? Bedah Kandungan Ionnya yang Mirip Darah Manusia!
Sahur Pertama Pas Libur Imlek? Cobain 3 Resep "Chinese Food" Halal & Praktis Ini. Cuma 10 Menit, Perut Nyaman & Gak Bikin Haus Seharian!

Artikel

Sahur Pertama Pas Libur Imlek? Cobain 3 Resep “Chinese Food” Halal & Praktis Ini. Cuma 10 Menit, Perut Nyaman & Gak Bikin Haus Seharian!