Home / Keuangan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:57 WIB

BI Siaga Penuh di Pasar, Siapkan Strategi Baru Hadapi Pelemahan Rupiah

koransakti - Penulis

koransakti.co.id- Bank Indonesia (BI) langsung mengambil langkah cepat untuk mengamankan mata uang garuda. Bank sentral memastikan diri bakal terus mengawal pasar keuangan demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang kembali melemah akibat tingginya ketidakpastian global. Berdasarkan data Bloomberg pada penutupan perdagangan sore ini, rupiah terkoreksi ke posisi Rp17.880,5 per dolar AS.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa konflik yang terus bergejolak di Timur Tengah menjadi pemicu utama keperkasaan dolar AS di tingkat global. Di sisi lain, faktor domestik turut menekan rupiah seiring dengan melonjaknya kebutuhan valuta asing (valas) di dalam negeri.

“Kebutuhan valas meningkat antara lain untuk pembayaran utang luar negeri (ULN) dan repatriasi dividen, di tengah arus masuk dolar AS yang masih terbatas,” ungkap pihak BI dalam keterangan resminya, Jumat (29/5/2026).

1. Intervensi Total BI di Pasar Domestik dan Offshore

Untuk meredam gejolak ini, BI berkomitmen penuh memanfaatkan seluruh instrumen intervensi yang tersedia, baik di pasar domestik maupun internasional.

Baca juga :   Makan Enak & Jalan Hemat! 10+ Kode Promo Gojek, Grab, & ShopeeFood Desember 2025

Bank sentral mengoptimalkan intervensi melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore. Sementara untuk pasar domestik, BI memaksimalkan transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta terus membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder secara terukur.

“Bank Indonesia terus berkomitmen hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, around the world, around the clock,” tegas Denny.

2. Batasi Spekulasi Dolar, BI Turunkan Ambang Batas Pembelian

Bukan hanya melakukan intervensi langsung, BI juga memperkuat bauran kebijakan moneter dengan merestrukturisasi suku bunga instrumen moneter yang ramah pasar (pro-market). Strategi ini bertujuan mempertahankan daya tarik aset keuangan dalam negeri agar modal asing tetap mengalir masuk.

Baca juga :   Awal Bulan Cuan! 5 Aplikasi Penghasil Saldo DANA Tercepat Desember 2025

Langkah konkret lainnya adalah dengan memperketat pengawasan transaksi valas untuk menekan aksi spekulasi.

“Dari sisi pengendalian permintaan dolar AS, BI menetapkan threshold tunai beli valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi 25.000 dolar AS per pelaku per bulan yang mulai berlaku pada Juni 2026,” tambah Denny.

3. Perketat Sinergi untuk Amankan Ekonomi Nasional

BI juga mempererat kerja sama dengan jajaran otoritas terkait demi menjaga stabilitas sistem keuangan. Salah satu fokus utamanya adalah memantau secara ketat aktivitas pembelian dolar AS oleh sektor perbankan maupun korporasi.

Melalui koordinasi ini, BI berjanji akan terus memantau dinamika pasar global dan domestik. Bank sentral siap mengambil tindakan taktis yang konsisten demi menyokong ketahanan ekonomi luar negeri Indonesia. (pur)

Baca juga :Rupiah Melemah, Harga Komoditas Strategis Makin Tinggi: Derita Rakyat Makin Parah

Berita ini 17 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Keuangan

Persiapan Lebaran 2026: Batas Maksimal dan Cara Tukar Uang Baru Melalui SERAMBI BI

Kesehatan

Presiden Prabowo dan Ratu Máxima Bahas Transformasi Inklusi dan Kesehatan Keuangan
Investasi P2P Lending 2025: Modal 100 Ribu, Bunga hingga 15%? Cek Platform Resmi OJK!

Bisnis

Investasi P2P Lending 2025: Modal 100 Ribu, Bunga hingga 15%? Cek Platform Resmi OJK!
Mau Punya Kartu Kredit Pertama? Ini 5 Rekomendasi Terbaik 2025: Syarat Mudah & Banyak Promo!

Bisnis

Mau Punya Kartu Kredit Pertama? Ini 5 Rekomendasi Terbaik 2025: Syarat Mudah & Banyak Promo!
Investasi Reksadana Modal 10 Ribu: Cara Cuan Otomatis untuk Pemula di Tahun 2025

Bisnis

Investasi Reksadana Modal 10 Ribu: Cara Cuan Otomatis untuk Pemula di Tahun 2025
Hukum Forex dalam Islam: Halal atau Haram? Simak Penjelasan Fatwa MUI

Bisnis

Hukum Forex dalam Islam: Halal atau Haram? Simak Penjelasan Fatwa MUI
Intip Keunggulan Obligasi dan Reksadana untuk Investasi Masa Depan

Investasi

Intip Keunggulan Obligasi dan Reksadana untuk Investasi Masa Depan

Ekonomi

Rupiah Tembus Rp17.500, Menteri Bahlil Kaji Ulang Subsidi dan Harga BBM