Home / Kesehatan

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:48 WIB

Ini Dampak Hyper-Independence terhadap Hubungan dan Kesehatan Mental

Fadilah - Penulis

Hyper-independence.

Hyper-independence.

Koransakti.co.id – Hyper-independence adalah kondisi ketika seseorang merasa harus selalu mengandalkan diri sendiri dan menolak bantuan orang lain, bahkan saat sedang kesulitan.

Sekilas sikap ini terlihat seperti bentuk kemandirian, padahal jika berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental dan hubungan sosial.

Perilaku hyper-independence umumnya muncul akibat pengalaman negatif di masa lalu, seperti trauma, kekecewaan, atau sulit mempercayai orang lain.

Akibatnya, seseorang cenderung merasa takut lemah jika meminta bantuan sehingga memilih memikul semua beban sendirian.

Beberapa tanda hyper-independence antara lain sering menolak bantuan, merasa tidak nyaman bergantung pada orang lain, sulit mempercayai orang terdekat, hingga terbiasa memendam emosi dan masalah sendiri.

Baca juga :   Kenapa Orang Suka Bilang “Healing”? Ini Arti Aslinya yang Sering Salah Kaprah

Orang dengan kondisi ini juga biasanya merasa hanya ia sendiri  yang mampu menyelesaikan sesuatu dengan benar.

Jika dibiarkan terus-menerus, hyper-independence dapat memicu stres berkepanjangan, kelelahan mental dan fisik, rasa kesepian, hingga gangguan kecemasan atau depresi.

Selain itu, hubungan dengan orang lain juga bisa terganggu karena sikap terlalu tertutup dan sulit menerima dukungan.

Untuk mengatasinya, seseorang perlu mulai menyadari pola perilakunya dan belajar membuka diri secara perlahan.

Baca juga :   Cara Sehat Move On Setelah Putus Cinta, Ini Saran Psikolog yang Perlu Dicoba

Meminta bantuan dalam hal kecil, berbagi cerita dengan orang terpercaya, serta belajar membangun rasa percaya dapat membantu mengurangi beban emosional.

Mengelola emosi dengan cara sehat seperti menulis jurnal, meditasi, atau relaksasi juga dapat membantu.

Bila kondisi mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater menjadi langkah yang penting.

Memahami bahwa meminta bantuan bukan tanda kelemahan merupakan bagian penting dalam membangun kesehatan mental yang lebih baik dan hubungan yang lebih sehat dengan orang lain.-***

Berita ini 17 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Gaya Hidup

5 Kebiasaan Sehari-hari yang Terbukti Bikin Hidup Lebih Sehat

Daerah

Sukseskan Capaian Vaksinasi Di Kerinci, Kapolsek Kayu Aro Jemput Bola Ke Desa-Desa
RS Melati Sungai Penuh Jadi Pusat Peringatan HUT IBI ke-75, Perkuat Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak

Kesehatan

RS Melati Sungai Penuh Jadi Pusat Peringatan HUT IBI ke-75, Perkuat Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak

Kesehatan

Ini Makanan Wajib untuk Jaga Kadar Kolesterol Tetap Stabil

Kesehatan

Ketua TP PKK, Herlina Ahmadi Hadir di Senam Sehat Bersama Kormi Provinsi Jambi

Gaya Hidup

Terjebak dalam Pikiran Sendiri? Kenali Apa Itu Overthinking dan Cara Menghentikannya
Manfaat Kafein: Dosis Aman Harian, Peringatan, dan Efek Sampingnya

Kesehatan

Manfaat Kafein: Dosis Aman Harian, Peringatan, dan Efek Sampingnya

Jakarta

Presiden Prabowo Resmikan Gedung Layanan Terpadu dan Institut Neurosains Nasional RSPON Mahar Mardjono