Home / Infrastruktur

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:29 WIB

Ke Pangandaran Cuma 2 Jam! Jalur Tol Getaci Bebaskan Wisatawan dari Kemacetan Garut dan Tasik

koransakti - Penulis

koransakti.co.id- Keindahan alam Kabupaten Pangandaran selalu berhasil memikat hati para pelancong. Daerah hasil pemekaran Kabupaten Ciamis ini menawarkan deretan destinasi populer, mulai dari pesona Green Canyon, Citumang, Santirah, hingga panorama indah Pantai Karapyak dan Batukaras. Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan setempat, wilayah ini bahkan menyimpan lebih dari 170 objek wisata pilihan.

Sayangnya, perjalanan menuju surga wisata di Jawa Barat ini sering kali menguji kesabaran. Para wisatawan asal Jakarta dan Bandung harus bersiap menghadapi kemacetan parah di titik-titik krusial seperti Cileunyi, Nagreg, Leles, hingga Gentong. Alhasil, jarak tempuh normal 6 hingga 7 jam dari Bandung bisa membengkak hingga seharian penuh di jalan.

Namun, kendala rute perjalanan tersebut bakal segera teratasi lewat kehadiran Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci). Bebas dari jalur lama yang padat di Garut dan Tasikmalaya, kehadiran tol ini menawarkan konektivitas langsung yang jauh lebih cepat dan nyaman bagi para pengendara.

Baca juga :   Diduga Lemahnya Pengawasan, Pembangunan Drainase Box Culvert Desa Koto Baru Asal Jadi

Pangkas Waktu Tempuh Hingga Separuh Jalan

Melalui kehadiran Tol Getaci, para wisatawan tidak perlu lagi melintasi jalan arteri Garut maupun Tasikmalaya. Pengendara bisa langsung keluar melalui Gerbang Tol Patimuan di kawasan Kalipucang, yang tersambung lurus dengan jalan nasional menuju Pangandaran.

Perubahan rute ini memangkas durasi perjalanan secara signifikan. Mengacu pada batas kecepatan tol rata-rata 90 km/jam, waktu tempuh Jakarta menuju Pangandaran yang berjarak 330 kilometer diperkirakan hanya memakan waktu sekitar 4 jam. Sementara itu, perjalanan dari Bandung sepanjang 170 kilometer melaju jauh lebih singkat, yakni hanya butuh waktu sekitar 2 jam.

Baca juga :   Soal Pekerjaan Jalan Sungai Penuh - Tapan, Ini Penjelasan Konsultan Pengawas dan Penyedia Jasa 

Skema Baru Pemerintah Kejar Target Pembangunan

Kabar gembira mengenai kelanjutan proyek ini terungkap dalam agenda resmi Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Pemerintah menargetkan pengerjaan konstruksi mulai berjalan pada tahun 2026, dengan target operasional Tahap 1 hingga Tasikmalaya tercapai pada tahun 2029 sebelum berlanjut menuju Cilacap.

Guna mempercepat proses lelang dan penyiapan dokumen proyek, Kementerian Keuangan turut menyalurkan dukungan khusus melalui skema Project Development Facility (PDF). Bantuan ini mempermudah langkah BUMN yang ditunjuk untuk merampungkan seluruh tahapan teknis, sehingga akses tol impian warga Jawa Barat ini bisa segera terwujud. (red)

Berita ini 14 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Infrastruktur

PUPR Kota Sungai Penuh Tunjukkan Komitmen, Kawal Proyek Strategis Nasional Pembangunan Pasar Sungai Penuh

Advetorial

Kadis PUPR Mendampingi Bupati Meresmikan Pembangunan Jalan
Respons Cepat Pemkot Sungai Penuh: Wawako Azhar Hamzah Kawal Penanganan Longsor di Puncak KM 4

Infrastruktur

Respons Cepat Pemkot Sungai Penuh: Wawako Azhar Hamzah Kawal Penanganan Longsor di Puncak KM 4

Hukum

Pakar Gempa UNAND Ungkap Penyebab Bangunan Ambruk: Hanya Digambar, Tidak Didesain

Daerah

Pembangunan Air Baku KI Sadai: Keretakan Dinding dan Dugaan KKN di Balik Proyek Besar

Daerah

Masyarakat Berharap Pembangunan Jembatan Batang Merao Tanjung Pauh Mudik Segera Terealisasi

Daerah

Tol Pertama di Jambi Resmi Beroperasi, Pangkas Waktu Tempuh Jadi 2 Jam

Infrastruktur

Soal Pekerjaan Jalan Sungai Penuh – Tapan, Ini Penjelasan Konsultan Pengawas dan Penyedia Jasa