Home / Bilogi / Fakta Unik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:16 WIB

3 Jenis Pohon Raksasa yang Jadi Tempat Favorit Rangkong Bersarang di Hutan

koransakti - Penulis

Burung Rangkong

Burung Rangkong

3 Jenis Pohon Raksasa yang Jadi Tempat Favorit Rangkong Bersarang di Hutan

koransakti.co.id- Burung rangkong memegang peran yang sangat vital sebagai penjaga ekosistem hutan tropis Indonesia. Satwa yang terkenal dengan paruh besarnya ini aktif menyebarkan biji-bijian demi menjaga regenerasi pepohonan. Meskipun sangat mandiri dalam mencari makan, rangkong ternyata memiliki keterbatasan unik saat memasuki masa berkembang biak.

Burung dari keluarga Bucerotidae ini tidak mampu membuat lubang sarangnya sendiri. Oleh karena itu, mereka sangat bergantung pada keberadaan pohon-pohon raksasa yang sudah tua dan memiliki rongga alami.

Sayangnya, laju deforestasi yang tinggi terus mengikis keberadaan pohon-pohon tua di habitat aslinya. Kondisi ini secara langsung mengancam siklus reproduksi rangkong di alam liar. Untuk mendukung upaya konservasi, kita perlu mengenal tiga jenis pohon utama yang senantiasa menjadi rumah favorit burung penebar biji ini.

1. Pohon Meranti

Pohon meranti dari famili Dipterocarpaceae menjadi salah satu pilihan utama rangkong untuk membesarkan anak-anaknya. Pohon ini mampu tumbuh menjulang hingga puluhan meter dengan diameter batang yang sangat luas. Struktur kayu meranti yang kokoh memberikan perlindungan maksimal dari gangguan predator maupun cuaca ekstrem.

Selain itu, ukuran rongga alami pada pohon meranti sangat bervariasi sehingga dapat menampung berbagai jenis rangkong. Spesies besar seperti rangkong gading memburu rongga meranti berukuran luas, sedangkan spesies rangkong yang lebih kecil memilih rongga yang lebih sempit. Ketersediaan pohon meranti tua pun menjadi syarat mutlak agar keberlanjutan spesies ini tetap terjaga.

Baca juga :   Pojok Sains: Benarkah Madu Tidak Bisa Basi? Makanan Firaun yang Masih Bisa Dimakan Setelah 3.000 Tahun

2. Pohon Keruing

Selain meranti, pohon keruing juga menyediakan tajuk tinggi dan rongga batang alami yang ideal bagi rangkong. Pohon raksasa ini membentuk lapisan kanopi hutan tropis yang kokoh, sehingga memberikan rasa aman bagi induk rangkong saat menjalani masa pengeraman.

Namun, maraknya perambahan hutan kini menempatkan populasi keruing dalam status terancam punah. Ketika pohon keruing terus berkurang di alam liar, rangkong kehilangan salah satu tempat berlindung terbaiknya. Dampaknya, tingkat keberhasilan reproduksi burung ikonik ini ikut menurun secara drastis.

3. Pohon Kapur

Pohon kapur tidak hanya menghasilkan minyak dan kristal kamper bernilai ekonomis tinggi, tetapi juga menyimpan fungsi ekologis yang penting. Batang kapur yang besar dan berusia tua sering kali membentuk lubang-lubang alami di ketinggian. Rangkong memanfaatkan lubang tersebut sebagai tempat bersarang yang aman dan tersembunyi.

Baca juga :   Mengenal Ikan Dori: 5 Fakta Unik Si Tang Biru yang Ternyata Beracun!

Sifat rangkong yang sangat pemilih dan setia pada lokasi sarang membuat keberadaan pohon kapur makin tak tergantikan. Eksploitasi berlebihan terhadap kayu dan getah kapur pada masa lalu telah menyusutkan populasi pohon ini. Oleh sebab itu, menyelamatkan pohon kapur tua di hutan secara langsung membantu mencegah ancaman kepunahan burung rangkong.

Upaya melindungi pohon-pohon tua berukuran besar merupakan kunci utama dalam menjaga keberlangsungan hidup burung rangkong. Kehilangan satu pohon sarang dapat menghentikan proses reproduksi rangkong selama bertahun-tahun. Dengan menjaga kelestarian pohon meranti, keruing, dan kapur, kita turut memastikan ekosistem hutan Indonesia tetap sehat dan lestari.**

Baca juga: Sisi Menarik Burung Ekek, Gagak Zamrud Indonesia yang Terancam Punah

Mengenal Celepuk: Si Burung Hantu Mungil Penjaga Ekosistem Indonesia

Berita ini 12 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pojok Sains: Kenapa Jari Jadi Keriput Setelah Mandi Lama? Ternyata Bukan Karena 'Masuk Angin'!

Artikel

Sering Dikira Bengkak, Ternyata Ini Alasan Jenius Kenapa Jari Tangan Kita Jadi Keriput Kalau Kelamaan Berendam di Air!
Pojok Sains: Mengapa Kembang Api Bisa Berwarna-warni? Ini Rahasia Kimia di Balik Ledakan Indah Tahun Baru

Fakta Unik

Pojok Sains: Mengungkap Rahasia “Bom Waktu” di Langit! Bagaimana Kembang Api Bisa Membentuk Pola Wajah & Huruf Secara Presisi?
Benarkah Madu Tidak Bisa Basi? Makanan Firaun yang Masih Bisa Dimakan Setelah 3.000 Tahun

Artikel

Kenapa Madu Tidak Bisa Basi (Awet Selamanya)? Kenalan dengan H2O2, Zat Pengawet Buatan Lebah!
Pojok Sains: Siap-siap Kalap Makan Besok Malam? Jangan Percaya Mitos "Detox Juice"! Tubuhmu Punya Mesin Pembersih Racun yang Lebih Canggih

Bilogi

Pojok Sains: Siap-siap Kalap Makan Besok Malam? Jangan Percaya Mitos “Detox Juice”! Tubuhmu Punya Mesin Pembersih Racun yang Lebih Canggih

Bilogi

Pesona Kembang Merak: 5 Fakta Unik Peacock Flower yang Jadi Magnet Kupu-Kupu
Pojok Sains: Kenapa Teriak "3... 2... 1..." Bareng-Bareng Bikin Merinding Bahagia? Ini Rahasia 'Sihir' Bernama Social Synchrony!

Fakta Unik

Pojok Sains: Kenapa Teriak “3… 2… 1…” Bareng-Bareng Bikin Merinding Bahagia? Ini Rahasia ‘Sihir’ Bernama Social Synchrony!
Pojok Sains: Abis Begadang Tahun Baru, Kok Bawaannya Pengen Makan Mie Instan & Gorengan? Kenalan Sama "Hormon Lapar" yang Lagi Ngamuk!

Bilogi

Pojok Sains: Abis Begadang Tahun Baru, Kok Bawaannya Pengen Makan Mie Instan & Gorengan? Kenalan Sama “Hormon Lapar” yang Lagi Ngamuk!

Fakta Unik

Menyingkap Misteri Agartha: Peradaban Canggih yang Tersembunyi di Perut Bumi