koransakti,co.id- Pernahkah Anda melihat burung berbulu hijau zamrud dengan topeng hitam dan paruh merah menyala melintasi pepohonan? Sosok menawan ini adalah burung ekek, pengicau langka yang menghuni hutan-hutan Indonesia.
Meskipun memiliki perawakan anggun dan suara merdu, keberadaan burung dari keluarga Corvidae ini semakin meredup di alam liar. Mari kenali lebih dekat kehidupan burung ekek serta ancaman yang mengintai keberadaan mereka.
1. Anggota Keluarga Gagak Paling Berwarna
Secara taksonomi, burung ekek (genus Cissa) masih berkerabat dekat dengan gagak. Namun, tidak seperti saudara mereka yang identik dengan warna hitam legam, ekek justru tampil amat mencolok. Bulu hijau zamrud yang berpadu dengan aksen paruh merah cerah menjadikannya anggota keluarga gagak paling indah di dunia.
2. Tiga Spesies Penghuni Hutan Nusantara
Saat ini, dunia mengenal empat spesies ekek, dan Indonesia menjadi rumah bagi tiga di antaranya:
Ekek Layongan (Cissa chinensis): Berukuran paling besar (37–39 cm), menghuni kawasan Pegunungan Bukit Barisan di Sumatra.
Ekek Geling Kalimantan (Cissa jefferyi): Berukuran sedang (33 cm) dengan ciri khas iris mata berwarna putih yang unik.
Ekek Geling Jawa (Cissa thalassina): Berukuran paling mungil (31 cm) dan bersifat endemik di Pulau Jawa.
3. Penjaga Ekosistem Hutan Tropis
Burung ekek membutuhkan tutupan kanopi hutan yang rapat dan teduh untuk bertahan hidup. Selama beraktivitas, mereka aktif menjelajahi lantai hutan dan menyisir serasah daun demi berburu makanan. Mangsa utamanya meliputi serangga besar, jangkrik, kumbang, hingga reptil kecil seperti kadal dan katak.
4. Pigmen Alami yang Bisa Memudar di Sangkar
Salah satu fenomena unik dari ekek terletak pada warna bulunya. Burung ini mendapatkan pigmen hijau cerah dari asupan pigmen lutein—yang mereka peroleh dengan memangsa serangga pemakan daun. Jika manusia menangkap dan mengurungnya di dalam sangkar, tingkat stres serta perubahan pola makan akan mengubah warna bulunya yang indah menjadi biru pirus kusam.
5. Ancaman Kepunahan Ekek Geling Jawa
Di antara ketiga jenis ekek di Indonesia, ekek geling jawa menghadapi kondisi yang paling kritis. Perburuan liar untuk pasar burung berkicau memicu penurunan populasi lebih dari 80 persen sejak dekade 1990-an. Ditambah lagi, alih fungsi lahan hutan di Pulau Jawa mempersempit ruang hidup mereka secara drastis.
6. Pelindung Hukum dan Harapan Penangkaran
Pemerintah Indonesia telah menetapkan status dilindungi bagi ekek geling jawa dan ekek layongan melalui Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/2018. Guna menyelamatkan ekek geling jawa dari kepunahan total, lembaga seperti Yayasan Cikananga Konservasi Terpadu kini aktif menjalankan program penangkaran intensif demi mengembalikan populasi mereka ke alam bebas.
Mengenal Celepuk: Si Burung Hantu Mungil Penjaga Ekosistem Indonesia

















