Home / Artikel

Jumat, 15 November 2024 - 15:11 WIB

LAPOR WAPRES MEMBLUDAK, KETUA REMBUG EKSPONEN 66 SEMPAT PINGSAN

koransakti - Penulis

Oleh : PUTRA ASIKIN

Koran Sakti.co.id, Bandung-Sebenarnya dia itu (ketua Rembug Eksponen angkatan 66 sudah lansia. Usianya 73. Lagian mana ada angkatan 66 yang masih muda. Usia mereka waktu itu (1966) udah belasan. Jadi pantas sekarang sudah pada tuwir.

Cuma semangatnya yang tak kendur, tak pernah tidur.

Sebenarnya saya (penulis) sempat khawatir ketika dia bilang mau lapor wapres langsung ke Jakarta.

Dan benar ternyata. Katanya yang lapor wapres membludak, antri , ratusan jumlahnya. Padahal jumlahnya d

ibatasi 60/hari . Dia sendiri kebagian nomor antrian 55.

Setelah siuman dia tlp. saya , cerita sempat pusing, pingsan dan ditolong dokter.

Membludaknya orang lapor wapres bisa dilihat dari berbagai sudut pandang.

Pertama, negeri ini sedang apa apa, sedang tidak baik baik saja , banyak soal harus disoal. Tak cukup lapor RT, RW. Sampe mas atau gus men juga mandeg. Ahirnya dicoba dibawa ke wapres. Kebetulan atas nama keterbukaan , mas wapres membuka pintu untuk menerima laporan.

Baca juga :   Normalisasi Sungai, Pemkot Gandeng PU Provinsi & BWSS VI

Cuma menerima saja ?. Ada jaminan solusi ?.

Jangan jangan cuma sebatas tahu persoalan.

Sebab setahu saya laporan yang dibawa Thomas Sitepu saja masalah krusial. Maha dahsyat malah.

Di map yang dipegang si tukang demo itu ada bukti otentik tentang raibnya dana milik ratusan ribu orang korban penipuan Investasi Bodong. Dana itu nominalnya diduga mencapai puluhan bahkan ratusan trilyun rupiah, hilang dalam status blokir di beberapa bank.

Yang dipersoalkan bukan soal dan oleh siapa itu dana diblokir , kerena sesuai aturan,penyidik , penuntut dan hakim di pengadilan boleh memblokir dana seseorang nasabah bank yang diduga berasal dari kejahatan. Di luar itu juga OJK ( Otoritas Jasa Keuangan) sebagai lembaga negara pengatur dan pengawas lalu lintas uang , punya otoritas itu.

Tapi yang jadi masalah kemana uang itu kini ? Raib tak tentu belabtaranya ?

Baca juga :   Padi Abadi Inovasi Revolusioner  Ilmuwan Cina

Siapa yang melakukannya ?

Nah pak Wapres dan pemerintah Prabowo Gibran tentu harus mengurai laporan itu.

Dan yang paling pasti pemerintah harus mengembalikannya kepada para pemilik korban penipuan. Tidak ada hak sama sekali negara atau oknum penyelenggara negara, memakannya untuk kepentingan apapun . Haram hukumnya menurut semua agama. Selain itu juga melanggar UU.

Presiden Prabowo harus membuktikan janjinya, mau menegakan pemerintah yang bersih dan membasmi korupsi sampai ke akar akarnya.

Dan kerena itulah macan macan tua ( Angkatan 66) keluar kandang dan turun gunung.

Keadaan negara sekarang identik dengan kondisi ketika tahun 66/67 ketika lintas kesatuan aksi, berjuang dengan jargon Tritura (Tri Komando Rakyat).

Tritura kami sekarang, teriak aki Thomas :

1.Bebaskan penderitaan rakyat

2. Tegakkan pemerintah yang bersih

3. Basmi koruptor sampai ke akar akarnya.

Angkatan 66 masih eksis bapak presiden.

Lebih dari sekedar pingsan, berkalang tanahpun, kami siap.

Berita ini 139 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

WATAK KIYAI DAN SANTRI DAREH DEH SOMEAH HADE KA SEMAH 

Artikel

Beirut : “Paris Timur Tengah” dan Kondisinya Kini

Artikel

KORUPSI SE JAGAT RAYA 

Artikel

BABASAN ( SUNDA) NASIBMU KINI REGENERASI BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL YANG TERSENDAT

Artikel

RAME RAME MINTA TAMBAH ANGGARAN 

Artikel

“Jejak Kasus Korupsi di Kementerian Agama, Dari Masa ke Masa hingga Terbaru”

Artikel

TAMASYA KE NEGERI SAKURA KETEMU SAUDARA TUA.
Kenapa Buah Mentah Bisa Matang Kilat Kalau Disimpan di Dalam Beras? Kenalan dengan Gas Etilen (C2H4)!

Artikel

Kenapa Buah Mentah Bisa Matang Kilat Kalau Disimpan di Dalam Beras? Kenalan dengan Gas Etilen (C2H4)!