Home / Artikel

Kamis, 5 Desember 2024 - 05:58 WIB

RAME RAME MINTA TAMBAH ANGGARAN 

koransakti - Penulis

Oleh: DEDI ASIKIN

Koran Sakti.co.id- Makin pusing tujuh kalilinglah presiden Prabowo Subianto.

Bebannya bertambah terus . Saya makin khawatir dia overloads. Kelebihan muatan.

Selain banyak program dan janji, belakangan rame rame para Menko dan Menteri minta tambah anggaran.

Tujuh Menko semua minta ;

Menko Hukum , Ham , Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Isha Mahendra sambil berucap agak sinis mana bisa bekerja dengan anggaran cuma Rp.9 milyar, seraya dia minta tambahan Rp.325 milyar lagi.

Menko lain pun demikian :

Menko Pangan Zulkifli Hasan meminta tambah Rp.505,9 milyar.

Mantan Mendag itu berkilah anggaran itu untuk percepatan swasembada pangan.

Presiden Prabowo, kata Zulhas meminta target swasembada pangan itu dipercepat dari 2028 ke 2027. Minimal wasembada beras dulu.

Menko Pemberdayaan Masyarakat (Muhaimin Iskandar) minta tambah Rp.653,7 milyar.

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Pratikno) minta Rp.360,3 milyar.

Baca juga :   R.A KARTINI OJO DIBANDING BANDINGKE

Menko Infrastruktur dan pembangunan kewilayahan (Agus Harimurti Yudhoyono) Rp.503,1 milyar.

Dan ini yang bikin presiden terbelalak. Menko Politik dan Keamanan ( Budi Gunawan) minta Rp.3,- Trilyun. Inalillahi.

Pokoknya jumlah permintaan tambah anggaran 7 Menko itu mencapai Rp. 5,8 trilyun.

Lalu ditataran Menteri teknis :

– Menteri Desa (Sandri Susanto) minta tambahan Rp 1,4 trilyun,

– Menteri PU (Dody Hanggodo) Rp.60,6 trilyun dan

– Menteri HAM ( Natalius Pigay) minta Rp.20 trilyun.

Kekurangan anggaran itu terjadi antara lain kerena APBN 2025 itu disusun oleh pemerintahan Joko Widodo dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Jadi belum ada program Kabinet Merah Putih.

Jika harus memenuhi permintaan tambahan anggaran itu (yang hampir mencapai Rp.100 trilyun, sangat mungkin pemerintahan Prabowo Gibran harus mencari pinjaman.

Secara teknis bukan perkara susah. Ada Menteri jago ngutang (SMI) yang kembali tandang. Serahkan dia itu mah, pasti jos.

Baca juga :   Kiblat Pendidikan Indonesia, Kiblat Sendiri / Tak Berkiblat?

Tapi masalahnya kok ngutang lagi ngutang lagi.

Soal itu, SMI pasti menjawab utang kita masih dibawah ratio (60%) PDB.

SMI memang tak salah. Utang yang dicetak Jokowi sampai angka Rp.8.400 trilyun baru 39% , jadi masih leluasa untuk ngutang lagi. Untuk sampai batas maksimal ratio utang kepada PDB (60%) masih bisa ngutang sekitar 4 ribu trilyun lagi.

Tapi masalahnya utang itu tanggung jawab siapa ?

Jokowi contohnya, setelah ngutang sampai Rp.8.400 trilyun, boro boro tanggung bayar, merasa salah pun tidak. Ketika habis waktu, dia ngeloyor saja pulang.

Kira kira seperti itu pula dengan Prabowo Gibran.

Mereka paling paling cuma to say good bye istana ? Lalu pulang meninggalkan utang berjibun.

Jadi siapa yang bayar utang itu nanti ?

Meneketehe. ***

Berita ini 56 kali dibaca

Share :

Baca Juga

H-2 Valentine! Ide Bisnis "Sistem Kebut Semalam" Modal 20 Ribu: Jualan Buket Snack yang Laris Manis. Gamers Juga Bisa Ikutan Cuan!

Artikel

H-2 Valentine! Ide Bisnis “Sistem Kebut Semalam” Modal 20 Ribu: Jualan Buket Snack yang Laris Manis. Gamers Juga Bisa Ikutan Cuan!

Artikel

HARI ANAK SEJAGAT RAYA HAK BERTAHAN HIDUP, BEBAS EKSPLOITASI DAN KEKERASAN 

Artikel

Top: Kota Sungai Penuh Kerinci Juara 1 Penurunan Kemiskinan & Stunting

Artikel

Petai Bau Tapi Digemari, Ini Manfaatnya

Artikel

Mitos vs. Fakta: Cara Charge HP yang Benar Agar Baterai Awet

Artikel

Tekan Angka Kematian Ibu Tertinggi di Jateng, FK UNDIP Gandeng Pakar dari Inggris Gelar Pelatihan di Brebes

Artikel

KAS NEGARA JEBOL KARENA PERANG DAN KORUPSI AKHIRNYA NANAM PAKSA 
Macet di Luar? Rebahan Aja! 4 Rekomendasi Tontonan Netflix Terseru Buat Nemenin Malam Minggu Valentine Kamu (14 Februari 2026)

Artikel

Macet di Luar? Rebahan Aja! 4 Rekomendasi Tontonan Netflix Terseru Buat Nemenin Malam Minggu Valentine Kamu (14 Februari 2026)