Home / Artikel

Kamis, 20 Februari 2025 - 20:48 WIB

RETREAT, BUKAN DOMBA GARUT 

koransakti - Penulis

Oleh: Dedi Asikin

Koran Sakti.co.id- 481 kepala daerah yang baru dilantik hari ini ( 20 Februari) harus mengikuti kegiatan retreat atau retret mulai tanggal 21-28 di Bukit Tidar Magelang.

Menurut Wamendagri Bima Arya, ada 30 orang yang tidak bisa mengikuti acara itu dengan berbagai alasan.

Retreat atau retret itu menurut KBBI adalah , menarik diri sejenak dari rutinitas, untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

Secara harfiah retreat atau retret berarti, kegiatan mengasingkan diri untuk menenangkan pikiran , menyepi, menjauhkan diri dari kegiatan sehari hari , meninggalkan dunia ramai.

Retreat itu bisa meliputi kontek keagamaan, sekolah atau militer.

Kontek keagamaan meliputi ;

– Kegiatan rokhaniah untuk meningkatkan iman,

– membantu ummat (manusia) untuk hidup lebih baik,

– Membimbing anak muda lebih mendekatkan diri kepada Tuhan

Kontek Sekolah :

– mempersiapkan diri menuju kehidupan diluar ( bekerja) atau memasuki Perguruan Tinggi

– Mempersiapkan diri menghadapi ujian nasional.

Dalam kontek militer, menarik mundur pasukan dari medan pertempuran, kerena kondisi yang sulit.

Baca juga :   Pimpin Operasi Pasar, Murison Pastikan Kebutuhan Bahan Pokok tetap Terjangkau

Nah retreat para kepala daerah yang menang pilkada masuk dalam kontek apa yah ?

Yang pasti kegiatan retreat para penyelenggara negara bukan kali ini terjadi. Akhir Oktober 2024 para menteri, wamen dan para kepala badan yang baru dilantik tanggal 22 Oktober 2024, juga diboyong ke Magelang. Mereka juga retreat dari sana.

Yang pasti retreat, bukan domba Garut, yang mundur dulu sebelum melabrak lawan didepan.

Retret para Kepala adalah berkumpul disatu tempat yang aman dan nyaman, untuk introspeksi dan refleksi sebelum melesatkan langkah kedepan, membangun negara dan melayani rakyat dengan baik.

Tapi kenapa harus di bukit Tidar ?

Dalam tulisan saya yang lalu , dengan judul ” Ada aroma tentara di Kabinet Merah Putih ” saya sebut bisa kebetulan bisa by disain. Kebetulan kerena presiden Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan kita seorang (mantan) tentara, jendral pula. Jadi bukan mustahil sekalian ingin nostalgia. Dulu, tahun 1970-1974 , Prabowo jadi taruna AKABRI disana. Lembah Tidar bisa saja memberi inspirasi kepadanya untuk membawa pasukan barunya retreat dari sana.

Baca juga :   Meriahkan HUT TNI Ke 79, Kodim 0417/Kerinci Gelar Bakti Sosial

Lalu saya singgung kenapa mereka harus pakai seragam tentara ?

Ada aspek positif yang patut diteladani dari tentara. Salah satunya disiplin yang kuat. Berguru tentang disiplin, bolehlah.

Yang terjadi, waktu para menteri dibajuin seragam tentara, Bahlil Lahadalia ( menteri ESDM) dibilang Bambang BK , mirip linmas.

Soal bahwa kabinet Merah Putih beraroma tentara, begitulah adanya. Selain presiden Prabowo, banyak tentara lain disana.

Katanya ada 16 orang mantan jendral. Bahkan juga ada tentara aktif.

Siapapun, aktivis reformasi, pasti alergi.

Salah satu perjuangan reformasi adalah menggiring tentara kembali ke markas. Bubarkan Dwifungsi ABRI , adalah teriakan nyaring para pendemo di jalan raya.

Sekarang mereka mulai kembali ngelayabi jabatan sipil.

Itukah makna retreat kali ini ?

Siap siap tentara masuk kembali ranah sipil ?

Wallahualam. ***

Berita ini 45 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

BOLA PINGPONG DAN TELOR ASIN DARI BREBES 

Artikel

Napak Tilas Perjuangan Nabi Ibrahim AS dan Ibadah Haji

Artikel

Tekan Angka Kematian Ibu Tertinggi di Jateng, FK UNDIP Gandeng Pakar dari Inggris Gelar Pelatihan di Brebes

Artikel

PRABOWO AWAS OVERLOAD

Artikel

MERENUNGI 6 ABAD PONDOK PESANTREN 

Artikel

BAU TENTARA DI KABINET MERAH PUTIH 

Artikel

AKI AKI PISAN JILID DUA

Artikel

Kunyit Asam, Solusi Alami Saat Haid
error: Content is protected !!