Home / Kesehatan

Senin, 11 Mei 2026 - 07:24 WIB

Benarkah Nasi Dingin Lebih Aman bagi Penderita Diabetes?

Fadilah - Penulis

Benarkah Nasi Dingin Lebih Baik untuk Penderita Diabetes?

Benarkah Nasi Dingin Lebih Baik untuk Penderita Diabetes?

Koransakti.co.id – Bagi penderita diabetes, konsumsi nasi putih sering kali perlu dibatasi karena dapat memicu kenaikan kadar gula darah dengan cepat.

Namun, muncul anggapan bahwa nasi putih yang sudah dingin justru lebih baik. Hal ini ternyata memiliki dasar ilmiah.

Nasi putih mengandung karbohidrat yang mudah tercerna tubuh sehingga gula darah dapat meningkat dengan cepat setelah mengkonsumsinya.

Makanan seperti ini termasuk dalam kategori dengan indeks glikemik tinggi.

Akan tetapi, nasi yang tersimpan di kulkas selama sekitar 24 jam pada suhu dingin dapat mengalami perubahan struktur pati menjadi pati resisten.

Baca juga :   Strategi Ampuh Kendalikan Pikiran Agar Hidup Lebih Rileks dan Damai

Karena mencernanya lebih lambat, nasi tersebut memiliki indeks glikemik lebih rendah ketimbang nasi yang baru matang.

Kondisi ini membantu mengontrol kenaikan gula darah sehingga lebih aman bagi penderita.

Selain membantu menjaga kadar gula darah, pati resisten pada nasi dingin juga dapat mendukung kerja hormon insulin.

Saat mencapai usus besar, pati tersebut akan terfermentasi oleh bakteri baik menjadi asam lemak tertentu yang dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin.

Tak hanya itu, nasi dingin juga berpotensi mendukung kesehatan pencernaan karena berfungsi sebagai prebiotik, yaitu makanan bagi bakteri baik di usus.
Proses pencernaannya yang lebih lambat juga membuat rasa kenyang bertahan lebih lama sehingga membantu mengontrol nafsu makan.

Baca juga :   Game Penghasil Uang Resmi OJK: Mitos atau Fakta? Ini Penjelasan Lengkap 2025

Meski demikian, perhatikan beberapa hal berikut:

Nasi harus tersimpan dalam wadah bersih untuk mencegah pertumbuhan bakteri, lalu panaskan kembali sebelum memakannya.

Selain itu, manfaat nasi dingin akan lebih optimal dengan pola makan sehat, pengobatan rutin, dan kontrol kesehatan secara teratur.-***

Berita ini 27 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Presiden Prabowo dan Ratu Máxima Bahas Transformasi Inklusi dan Kesehatan Keuangan

Bandung

Ratusan Siswa di Bandung Barat Keracunan MBG, Sekda Jabar Lapor ke BGN

Food

Studi Harvard: Konsumsi Minyak Zaitun Turunkan Risiko Kematian Akibat Demensia hingga 28%
Cheating Day: Boleh Makan Puas atau Malah Bikin Gagal Diet? Ini Aturannya!

Gaya Hidup

Cheating Day: Boleh Makan Puas atau Malah Bikin Gagal Diet? Ini Aturannya!
Mau Badan Berotot & Sehat? Ini 17 Makanan Sumber Protein Tinggi yang Wajib Ada di Piringmu!

Gaya Hidup

Mau Badan Berotot & Sehat? Ini 17 Makanan Sumber Protein Tinggi yang Wajib Ada di Piringmu!

Internasional

WHO Luncurkan Panduan Baru Atasi Krisis Kesehatan Mental di Tengah Bencana Global

Hukum

Dokter Ratna Setia Asih Gugat Pasal 307 UU Kesehatan ke MK

Kesehatan

Direktur RSUD MHAT Sungai Penuh Minta Karyawan Bekerja Sepenuh Hati Dan Tingkatkan Mutu Pelayanan