Home / Fakta Unik

Senin, 15 Juni 2026 - 08:56 WIB

Di Balik Keanggunannya, Simak 7 Alasan Angsa Sangat Agresif dan Bisa Melukai Manusia

koransakti - Penulis

koransakti.co.id- Banyak orang mengagumi angsa karena penampilannya yang cantik, tenang, dan elegan saat berenang di atas air. Namun, ilusi keanggunan ini akan langsung buyar begitu kamu mencoba mendekati mereka.

Bukan rahasia lagi jika sebagian besar dari kita memiliki memori masa kecil yang menegangkan: dikejar oleh unggas besar yang sedang marah. Pengalaman masa lalu ini sering kali membuat kita refleks menjauh saat melihat mereka. Pertanyaannya, apakah angsa memang seberbahaya itu?

Mari kita bedah 7 alasan utama mengapa angsa bisa berubah menjadi ancaman serius dan mengapa kamu sebaiknya tidak mengganggu mereka.

1. Naluri Protektif yang Sangat Tinggi terhadap Keluarga

Angsa jantan mengemban tugas utama sebagai pelindung garis keras untuk sarang, pasangan, dan anak-anak mereka. Ketika mendeteksi kehadiran makhluk asing, angsa jantan akan langsung mengeluarkan suara desisan yang bising sambil mengepakkan sayap lebarnya sebagai peringatan awal.

Jika kamu mengabaikan peringatan tersebut, mereka tidak akan ragu untuk meluncurkan serangan fisik menggunakan paruh dan kepakan sayapnya yang bertenaga. Spesies seperti angsa bisu (mute swan), angsa whooper, dan angsa bewick terkenal paling sensitif jika seseorang mengusik wilayah kekuasaan mereka.

2. Memiliki Rekam Jejak yang Berakibat Fatal bagi Manusia

Meski jarang terjadi, serangan angsa terbukti bisa merenggut nyawa manusia. Salah satu kasus tragis terjadi di Illinois pada tahun 2012, di mana seekor angsa menyerang seorang pria hingga sampannya terbalik. Hewan tersebut terus menghalangi korban untuk berenang ke tepian hingga akhirnya korban tenggelam. Para ahli menyimpulkan bahwa angsa tersebut bertindak agresif demi mempertahankan sarang yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Baca juga :   Pojok Sains: Kenapa Burung yang Bertengger di Kabel Listrik Tegangan Tinggi Tidak Kesetrum?

3. Hormon yang Melonjak Selama Musim Kawin

Sifat agresif angsa akan meningkat berkali-kali lipat saat memasuki musim kawin, yang biasanya berlangsung antara akhir April hingga Juni. Selama periode sensitif ini, mereka memandang kehadiran manusia sebagai ancaman langsung terhadap keselamatan telur atau anak-anak mereka. Selain karena urusan asmara, keterbatasan sumber makanan juga sering memicu kemarahan angsa karena mereka harus berebut wilayah dengan burung lain.

4. Gigitan Paruh Bergerigi yang Mampu Merobek Kulit

Secara anatomi, angsa memang tidak memiliki gigi sejati seperti mamalia. Namun, jangan remehkan paruh mereka. Tepi paruh angsa dilengkapi dengan struktur bergerigi tajam yang berfungsi untuk memotong makanan. Ketika angsa menggigit kulit manusia, gerigi tajam ini mampu memberikan tekanan yang kuat dan menyebabkan luka robek yang mengalirkan darah.

5. Level Keagresifan yang Melampaui Soang

Masyarakat sering kali menyamakan angsa dengan soang (goose), padahal keduanya berbeda. Menariknya, tingkat keganasan angsa ternyata jauh melampaui soang. Jika soang umumnya hanya mengejar dan menakut-nakuti manusia, angsa memiliki catatan serangan yang jauh lebih destruktif. Di Amerika Serikat, para ahli mencatat ada dua kasus kematian manusia yang melibatkan serangan angsa, sebuah rekor yang tidak dimiliki oleh soang.

Baca juga :   Kenapa Buah Mentah Bisa Matang Kilat Kalau Disimpan di Dalam Beras? Kenalan dengan Gas Etilen (C2H4)!

6. Angsa Hitam Menyimpan Sifat yang Jauh Lebih Ganas

Jika kamu berpikir angsa putih sudah cukup menakutkan, maka kamu harus lebih waspada saat bertemu dengan angsa hitam. Karakteristik angsa hitam terkenal jauh lebih agresif dan mudah tersinggung dibandingkan kerabat putih mereka. Mereka memiliki batas ruang personal yang sangat ketat dan akan langsung menyerang dengan metode yang sama jika mendeteksi manusia yang melanggar batas tersebut.

7. Sanggup Bertarung hingga Titik Darah Terakhir

Dominasi wilayah membuat angsa jantan rela melakukan apa saja, termasuk bertarung sampai mati melawan rivalnya. Meskipun beberapa pertarungan berakhir dengan mundurnya salah satu pihak, tidak jarang konflik horizontal ini berujung pada kematian. Media BBC bahkan pernah mewartakan kisah seekor angsa bisu legendaris di Wales bernama Mr. Nasty yang terbukti telah menghabisi nyawa sepuluh angsa lain di wilayahnya.

Kesimpulan

Menikmati keindahan angsa paling aman adalah dari jarak jauh. Di balik bulunya yang indah, mereka adalah unggas air teritorial yang memiliki senjata dan keberanian untuk melukai manusia. Jadi, demi keselamatan diri sendiri, berikan mereka ruang dan jangan pernah mencoba untuk mengganggu ketenangan mereka.

Baca juga: Mengenal Burung Paruh Kodok: Si Penyamar Ulung yang Sering Dikira Burung Hantu

Mengenal Burung Paruh Kodok: Si Penyamar Ulung yang Sering Dikira Burung Hantu

Berita ini 25 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pojok Sains: Merasa Cemas di Minggu Terakhir 2025? Tenang, Itu Namanya "Sunday Scaries" dan Sangat Manusiawi!

Fakta Unik

Pojok Sains: Merasa Cemas di Minggu Terakhir 2025? Tenang, Itu Namanya “Sunday Scaries” dan Sangat Manusiawi!
Pojok Sains: Fenomena Pareidolia, Kenapa Kita Sering Melihat 'Wajah' di Benda Mati?

Fakta Unik

Pojok Sains: Fenomena Pareidolia, Kenapa Kita Sering Melihat ‘Wajah’ di Benda Mati?
Pojok Sains: Kenapa Lagu "Rewind 2025" Bikin Mewek Seketika? Ini Alasan Ilmiah Musik Adalah Mesin Waktu Terbaik bagi Otak

Fakta Unik

Pojok Sains: Kenapa Lagu “Rewind 2025” Bikin Mewek Seketika? Ini Alasan Ilmiah Musik Adalah Mesin Waktu Terbaik bagi Otak
Sihir Alam! Kenapa Tubuh Kunang-Kunang Bisa Bercahaya Tapi Tidak Terbakar Panas? Ini Rahasia Zat Luciferin!

Artikel

Sihir Alam! Kenapa Tubuh Kunang-Kunang Bisa Bercahaya Tapi Tidak Terbakar Panas? Ini Rahasia Zat Luciferin!
Pojok Sains: Abis Begadang Tahun Baru, Kok Bawaannya Pengen Makan Mie Instan & Gorengan? Kenalan Sama "Hormon Lapar" yang Lagi Ngamuk!

Bilogi

Pojok Sains: Abis Begadang Tahun Baru, Kok Bawaannya Pengen Makan Mie Instan & Gorengan? Kenalan Sama “Hormon Lapar” yang Lagi Ngamuk!

Bilogi

Menguak Pesona Bunga Wijaya Kusuma: Sang ‘Ratu Malam’ yang Sarat Makna
Pojok Sains: Kenapa Lagu Natal (atau TikTok) Terus Terngiang di Kepala? Misteri Fenomena "Earworms" Terpecahkan!

Fakta Unik

Sains: Kenapa Lagu Natal (atau TikTok) Terus Terngiang di Kepala? Misteri Fenomena “Earworms” Terpecahkan!
Kenapa Otot Terasa "Terbakar" Saat Lari Kencang? Kenalan dengan Asam Laktat (C3H6O3) dan Hutang Oksigen

Artikel

Kenapa Otot Terasa “Terbakar” Saat Lari Kencang? Kenalan dengan Asam Laktat (C3H6O3) dan Hutang Oksigen